Virus Zika Dapat Menyerang Ibu Hamil, Ketahui 5 Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Virus Zika Dapat Menyerang Ibu Hamil, Ketahui 5 Gejalanya

Halodoc, Jakarta - Penyakit yang berasal dari virus zika telah ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai gangguan darurat yang mengancam kesehatan masyarakat. Penyakit ini telah meresahkan dunia sejak 1 Februari 2016. Penetapan dilakukan karena terbukti bahwa infeksi virus zika pada ibu hamil dapat menular pada bayinya yang belum lahir.

Baca juga: Virus Zika Bisa Jadi Obat Kanker Otak, Benarkah?

Gangguan zika pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko mikrosefalus dan gangguan neurologis lainnya pada bayi baru lahir. Mikrosefalus adalah kondisi neurologis ketika bayi lahir dengan kepala kecil dan otak kecil.

Selain itu, zika pada ibu hamil juga dapat menyebabkan bayinya mengalami masalah mata, gangguan pendengaran, dan gangguan pertumbuhan. Tidak hanya itu, WHO mengatakan bahwa virus zika dapat menjadi pemicu penyakit gangguan saraf pada anak-anak, seperti sindrom Guillain-Barre.

Ibu, Ketahui Gejala yang Dialami Pengidap Virus Zika

Umumnya, seseorang yang terpapar virus zika akan mengalami gejala setelah 3 hingga 14 hari terpapar virus zika. Ketahui gejala yang dialami oleh pengidap virus zika, yaitu:

1.      Demam

Salah satu ciri jika ibu hamil terinfeksi virus zika adalah ibu akan mengalami demam yang tinggi selama beberapa hari. Biasanya, demam tinggi ini akan muncul lalu hilang lagi, kemudian muncul lalu hilang lagi. Terkadang, beberapa ibu hamil tidak merasakan infeksi dari virus zika. Demam menjadi gejala paling umum dan ini membuat ibu tidak menghiraukan gejala dengan cepat.

2.      Gangguan pada Mata

Gejala virus zika pada ibu hamil yang kedua adalah ibu akan mengalami nyeri pada bagian belakang mata. Jika ibu mengalami hal ini, sebaiknya beristirahat sejenak. Jika masih terasa nyeri di belakang bola mata, itu merupakan tanda dari infeksi virus zika.

Ketika gejala yang terjadi cukup parah, maka ini dapat menyebabkan risiko berbahaya dan sebaiknya segera pergi ke dokter. Tidak hanya nyeri, ibu hamil yang terpapar virus zika umumnya mengalami kondisi mata merah.

Baca juga: Adakah Vaksin untuk Mencegah Virus Zika?

3.      Merasa Cepat Lelah

Jika ibu tidak melakukan aktivitas apapun, tetapi merasa lelah seharian, sebaiknya ibu langsung melakukan tanya jawab dengan dokter apakah ibu terkena virus zika. Jika disertai dengan gejala lain, jangan sampai menunda untuk cek ke dokter. Hal yang mungkin meragukan apakah ibu terkena infeksi virus zika atau tidak adalah karena ibu hamil memang akan lebih sering merasa lelah dan lemah.

4.      Ruam

Ibu hamil juga mengalami beberapa ruam yang muncul di beberapa bagian tubuh. Jika ibu mengalami ruam merah dan disertai dengan beberapa gejala, seperti demam, mungkin saja itu memang virus zika. Apalagi jika ibu mengalami ruam yang menyebar sangat cepat. Ruam seperti ini bukan termasuk tanda alergi, sehingga memang sangat berbahaya.

5.      Sakit Kepala
Gejala lain yang menandakan ibu hamil mengalami infeksi virus zika adalah sakit kepala. Jika ibu mengalami sakit kepala yang tidak kunjung hilang, disertai beberapa gejala, bisa jadi merupakan gejala virus zika. Sakit kepala yang berlebihan bisa menyebabkan pingsan saat hamil dan tubuh ibu menjadi lemah.

Penularan Virus Zika pada Ibu Hamil

Umumnya, virus zika ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes yang sudah terinfeksi virus zika. Selain itu, seseorang dapat mengalami virus zika akibat penularan melalui hubungan intim. Virus zika dapat ditularkan melalui cairan tubuh, seperti darah, urine, cairan ketubah dan juga air liur. Tanyakan pada dokter juga tentang penularan virus zika. Kini ibu bisa bertanya pada dokter ahli lewat aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Hati-Hati, Virus Zika Dapat Menyerang Saat Liburan

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus zika. WHO merekomendasikan untuk melakukan hubungan intim yang aman dengan penggunaan kondom ketika kamu tinggal pada lingkungan yang memiliki potensi penularan virus zika.

Tidak ada salahnya juga untuk menggunakan obat oles anti nyamuk atau anti serangga agar kamu terhindar dari gigitan nyamuk penyebab virus zika. Nyatanya, obat anti nyamuk oles cukup aman digunakan oleh ibu hamil. Jika ingin melakukan kegiatan di luar ruangan, sebaiknya ibu hamil gunakan baju tertutup, seperti lengan panjang atau topi untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.

Referensi:

World Health Organization. Diakses pada 2019. Zika Virus

Stanford Health Care. Diakses pada 2019. About The Zika Virus

Ministry of Health Singapore. Diakses pada 2019. Zika