Virus Zika Bisa Jadi Obat Kanker Otak, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
virus zika bisa jadi obat kanker otak benarkah

Halodoc, Jakarta - Zika adalah virus yang masuk dalam keluarga flaviviridae dan genus flavivirus. Virus ini disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan menyebabkan sakit yang ringan kepada manusia yang dikenal demam Zika atau penyakit Zika. 

Beberapa tahun silam virus ini sempat menyita perhatian masyarakat akibat membunuh sel punca otak yang melimpah di masa perkembangan janin. Karena virus ini, maka perkembangan otak janin jadi terhambat dan terjadi kondisi mikrosefali. 

Infeksi virus Zika pada bayi dan anak-anak memang telah menjadi perhatian dunia. Para peneliti  berupaya melakukan pengujian menggunakan virus Zika untuk menemukan pengobatan baru. Penelitian terbaru ini mengungkapkan bahwa virus Zika bermanfaat untuk pengobatan kanker otak pada orang dewasa. Berikut ulasannya!

Baca Juga: Kenali Tanda & Cegah Virus Zika

Bagaimana Cara Virus Zika Mengatasi Kanker Otak? 

Kanker otak yang dimaksud dalam penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Experimental Medicine adalah glioblastoma, yaitu kondisi yang mematikan yang muncul akibat sel punca kanker yang membelah dan membuat sel tumor lainnya. Sel-sel ini kebal terhadap kemoterapi dan radiasi sehingga sering menampakkan diri kembali setelah perawatan.

Melalui serangkaian tes untuk mematikan sel induk glioblastoma yang menggunakan virus Zika. Mereka berhipotesis bahwa karena orang dewasa tidak memiliki banyak sel punca otak yang aktif, virus Zika dapat digunakan untuk hanya membunuh glioblastoma. 

Baca Juga: Wajib Diketahui! Ini Pencegahan Virus Zika

Terdapat dua tahapan penelitian untuk menguji hal ini. Dalam penelitian pertama, pengujian dilakukan di piring laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa virus Zika efektif menarget dan membunuh sel punca glioblastoma, tanpa banyak memengaruhi sel otak normal orang dewasa. Setelah itu dalam penelitian kedua, pengujian dilakukan menggunakan seekor tikus yang disuntikkan virus Zika yang disesuaikan dengan hewan tersebut pada bagian tumor glioblastoma. 

Dalam penelitian tersebut diketahui tanpa penyuntikan virus Zika, tikus bisa mati dalam waktu satu bulan. Sementara yang mendapatkan suntikan masih bertahan hidup setelah dua bulan. Selain itu, para peneliti berencana untuk melakukan modifikasi virus Zika secara genetis agar lebih aman dalam proses penyembuhan. Uji perdananya di piring laboratorium memberikan hasil bahwa meski dilemahkan, virus Zika masih mampu membunuh sel induk glioblastoma.

Michael Diamond, sebagai seorang peneliti yang terlibat mengatakan kondisi ini adalah langkah pertama menuju pengembangan strain virus Zika yang aman dan efektif.  Sehingga ke depannya hal ini menjadi alat penting dalam neuro-onkologi dan pengobatan glioblastoma. 

Namun, sebelum diberikan kepada manusia, penelitian lebih jauh masih diperlukan. Jika telah berhasil, terapi Zika dapat diiringi dengan terapi kanker otak lainnya. Selain Zika, virus lain yang sedang dilirik karena punya potensi untuk mengobati glioblastoma adalah virus campak, polio, dan herpes.

Baca Juga: Ketahui 4 Cara Penularan Virus Zika

Itulah beberapa penjelasan mengenai virus Zika yang diduga efektif mengatasi kanker otak. Penyakit Zika dan kanker otak dapat membahayakan tubuh. Kalau kamu punya pertanyaan tentang kedua penyakit ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Kamu bisa menghubungi dokter di Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu bisa membeli obat di Halodoc, dan pesananmu sampai dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!