• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Giardiasis pada Anak Bisa Sebabkan Intoleransi Laktosa

Giardiasis pada Anak Bisa Sebabkan Intoleransi Laktosa

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Giardiasis pada Anak Bisa Sebabkan Intoleransi Laktosa

Halodoc, Jakarta - Nama giardiasis mungkin masih asing di telinga. Namun, gangguan pencernaan akibat infeksi parasit bernama Giardia lamblia pada usus halus ini perlu diwaspadai oleh orangtua. Sebab, giardiasis rentan terjadi pada anak-anak. Konon, kondisi ini juga bisa sebabkan intoleransi laktosa pada anak. 

Sebenarnya, giardiasis bisa terjadi pada siapa saja, bukan cuma anak-anak. Terutama yang tinggal di wilayah padat penduduk, dengan sanitasi buruk dan kebersihan air yang kurang. Sebab, giardiasis bisa menular lewat air atau makanan yang telah terkontaminasi oleh parasit penyebabnya. 

Baca juga: Hal-Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Giardiasis

Giardiasis Sebabkan Intoleransi Laktosa

Jika tidak ditangani dengan baik, giardiasis dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada bayi dan anak-anak. Salah satu komplikasi giardiasis yang sering terjadi adalah intoleransi laktosa, yaitu ketika tubuh gagal mencerna gula alami yang terkandung dalam susu. Mirisnya, intoleransi laktosa akibat giardiasis dapat berlangsung selamanya, meski infeksi telah disembuhkan. 

Selain intoleransi laktosa, giardiasis yang tidak ditangani dengan baik juga dapat menimbulkan komplikasi lain, berupa dehidrasi (akibat diare berkepanjangan) dan gangguan tumbuh kembang. Gangguan tumbuh kembang akibat giardiasis terjadi karena terganggunya asupan gizi karena diare kronis yang dialami anak. 

Kenali Gejala Giardiasis

Gejala yang ditimbulkan giardiasis biasanya baru muncul sekitar 1-3 minggu setelah terinfeksi parasit penyebabnya. Lama gejala yang terjadi biasanya adalah sekitar 2-6 minggu, atau lebih lama. Cara untuk menghindari risiko komplikasi, penting untuk mengenali gejala giardiasis pada anak sedini mungkin, agar pengobatan bisa segera dilakukan.

Berikut beberapa gejala giardiasis secara umum:

  • Diare dengan feses yang berminyak;
  • Sering buang angin atau kentut;
  • Mual dan muntah;
  • Perut kram dan kembung;
  • Nafsu makan dan berat badan menurun;
  • Lemas;
  • Sakit kepala.

Jika anak menunjukkan gejala giardiasis yang telah disebutkan tadi, segera download aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter anak di rumah sakit. Semakin cepat giardiasis didiagnosis, pengobatan akan lebih cepat dilakukan, sehingga risiko komplikasi bisa diminimalisir.

Baca juga: Penyebab Anak-Anak Rentan Mengalami Giardiasis

Bisakah Giardiasis Dicegah?

Giardiasis dapat terjadi akibat infeksi parasit bernama Giardia lamblia. Parasit tersebut hidup di kotoran hewan dan manusia, yang kemudian mencemari air, tanah, dan makanan. Namun, pada makanan yang sudah dimasak hingga matang, biasanya risiko penularan akan sangat kecil karena parasit dapat mati pada suhu tinggi. 

Selain lewat air dan makanan, giardiasis juga bisa menular lewat kontak langsung. Misalnya ketika mengganti popok bayi yang terinfeksi giardiasis, atau berhubungan intim lewat anus tanpa menggunakan kondom, dengan pengidap giardiasis. 

Meskipun belum ada vaksinnya, pencegahan giardiasis dapat dilakukan dengan memahami apa saja hal yang bisa jadi penyebab dan faktor risikonya. Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah giardiasis:

  • Selalu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama setelah dari toilet, mengganti popok bayi, dan sebelum makan.
  • Rebus air minum sebelum dikonsumsi, agar bakteri dan parasit yang mungkin terdapat di dalamnya terbunuh. 
  • Jika sedang bepergian ke tempat yang kualitas airnya tidak layak, gunakan air mineral kemasan untuk minum dan menggosok gigi. 
  • Hindari mengonsumsi buah dan sayuran mentah, serta es batu, dari wilayah yang kualitas airnya kurang bersih.
  • Hindari melakukan hubungan intim secara anal tanpa menggunakan kondom. 

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah giardiasis. Selain itu, pastikan juga untuk selalu menjalani pola hidup sehat, seperti minum air dan istirahat yang cukup, agar kekebalan tubuh tetap optimal. 

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Infections: Giardiasis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Giardia Infection (Giardiasis).
Healthline. Diakses pada 2020. Giardiasis.