Giardiasis

Pengertian Giardiasis

Giardiasis adalah infeksi umum pada usus yang disebabkan oleh giardia lamblia, yang merupakan penyebab utama diare.

 

Gejala Giardiasis

Giardiasis ditandai oleh rasa kembung, kram perut, dan mual yang diikuti dengan serangan diare yang berlemak. Beberapa pengidap giardiasis lainnya mungkin tidak akan merasakan gejala apapun, namun tetap memiliki parasit di dalam tubuhnya yang bisa menyebar melalui kotoran mereka.

Gejala giardiasis biasanya mulai terlihat sejak 1–3 minggu setelah pengidapnya terpapar parasit. Selain gejala yang telah disebutkan, gejala lain yang mungkin dirasakan adalah kelelahan, buang gas atau kentut, kehilangan nafsu makan, dan berat badan menurun. Gejala ini dapat berlangsung hingga 2–6 minggu atau bisa lebih lama. Pada beberapa kasus, gejala giardiasis kambuh setelah reda.

 

Penyebab Giardiasis

Gejala giardiasis biasanya munjul 7 hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi. Beberapa tanda dan gejala giardiasis, meliputi:

  • Diare
  • Sendawa, perut kembung, dan gangguan pencernaan
  • Tidak nafsu makan
  • Demam ringan
  • Mual
  • Berat badan turun drastis.

 

Faktor Risiko Giardiasis

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit giardiasis, yaitu:

  • Usia. Anak-anak memiliki risiko lebih tinggi daripada orang dewasa.
  • Hubungan intim. Tidak pakai kondom ketika melakukan seks anal dapat meningkatkan risiko Giardiasis.
  • Tempat tinggal. Seseorang tinggal di lingkungan yang terinfeksi giardiasis.
  • Air. Seseorang menggunakan air yang tidak berkualitas dan terkontaminasi giardiasis.

 

Diagnosis Giardiasis

Penentuan diagnosis giardiasis dilakukan melalui anamnesis atau wawancara medis secara mendetail dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan mulut dan kulit bisa jadi diperlukan untuk melihat kemungkinan terjadi dehidrasi pada pengidap.

Konfirmasi diagnosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan sampel feses untuk menemukan kista giardia. Sering kali pemeriksaan sampel feses dilakukan hingga tiga kali.

 

Pengobatan dan Efek Samping Giardiasis

Umumnya, pengidap giardiasis akan diberikan antibiotik (seperti metronidazole) untuk membunuh parasit penyebab penyakit. Seperti umumnya pada kasus diare, penting untuk menjaga kecukupan cairan dan elektrolit agar kebutuhan cairan pengidap tetap terpenuhi dan terhindar dari dehidrasi.

Pengobatan lainnya akan disesuaikan dengan gejala yang dialami dan pengidapnya. Misalnya, penggunaan paromomycin yang umum digunakan oleh pengidap yang sedang hamil. Obat ini memiliki risiko kelahiran cacat yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis obat antibiotik lainnya.

Apabila tidak tertangani dengan baik, pengidap (khususnya bayi dan anak) juga berisiko terkena komplikasi, seperti:

  • Dehidrasi. Ini dipicu oleh diare parah dan dapat mengganggu tubuh dalam menjalankan fungsi-fungsinya.
  • Intoleransi laktosa, yaitu ketidakmampuan tubuh dalam mencerna kandungan gula dalam susu dengan baik dan dapat terus berlanjut walau infeksi telah hilang.
  • Perkembangan fisik dan mental yang terhambat akibat malnutrisi yang terpicu oleh diare kronis dari kondisi ini.

 

Pencegahan Giardiasis

Penyakit giardiasis tidak dapat dicegah lewat pemberian vaksin atau obat-obatan. Tapi, beberapa tindakan dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit ini, seperti:

  • Mencuci tangan dengan benar. Beberapa momen penting di mana mencuci tangan tidak boleh dilupakan adalah usai menggunakan toilet, mengganti popok anak, saat menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
  • Merebus air yang akan dikonsumsi hingga matang, khususnya jika sumber air berasal dari sumur, sungai, atau sumber air lainnya. Jika perlu, pengidap bisa mengonsumsi air kemasan.
  • Menghindari konsumsi minuman dan makanan yang tidak diketahui secara pasti kebersihan dan keamanannya.
  • Menghindari berenang di kolam, sungai, atau danau di daerah berpolusi atau memiliki tingkat sanitasi yang rendah. Jika tetap ingin berenang, usahakan agar tidak menelan air kolam, sungai, atau danau.
  • Menghindari perilaku seks bebas dan berusaha melakukan seks yang aman.

.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera diskusikan ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.