Gigi Anak Berlubang, Ini Penanganan yang Tepat

Gigi Anak Berlubang, Ini Penanganan yang Tepat

Halodoc, Jakarta – Gigi berlubang termasuk keluhan umum pada anak-anak, karena sering konsumsi makanan manis (seperti permen, gulali, es krim, susu) dan lupa menyikat gigi. Gejalanya adalah nyeri pada gigi (termasuk menjadi lebih sensitif), ada lubang pada gigi, dan terdapat bagian gigi yang berubah warna menjadi putih, cokelat, atau hitam. Tak mengherankan jika pada anak-anak, gigi berlubang membuatnya rewel dan menurunkan nafsu makan.

Baca Juga: Apa yang Menyebabkan Gigi Berlubang?

Apa Penyebab Gigi Berbulang pada Anak?

Permukaan gigi normalnya ditutupi dengan plak. Jika Si Kecil memiliki kebiasaan jarang menyikat gigi, bakteri anak menumpuk pada plak gigi dan menghasilkan asam yang dapat mengikis mineral dari permukaan gigi (disebut enamel).

Di sisi lain, air liur (dikenal sebagai saliva) yang terdiri dari kalsium dan fosfat bertugas untuk menetralisir dan mencegah asam tersebut menghilangkan mineral gigi. Namun, saliva membutuhkan waktu lama untuk melakukan tugasnya. Sehingga jika Si Kecil terus-menerus konsumsi makanan manis, saliva tidak dapat melakukan tugasnya secara maksimal.

Apa dampaknya? Mineral pada permukaan gigi semakin berkurang, ditandai dengan munculnya bintik putih pada gigi. Jika mineral yang hilang tidak digantikan (misalnya dengan menggunakan pasta gigi mengandung fluoride), permukaan gigi semakin melemah dan hancur, membentuk sebuah lubang pada gigi.

Baca Juga: Adakah Pengaruh Kesehatan Gigi pada Kecerdasan Anak?

Bagaimana Menangani Gigi Berlubang pada Anak?

Perawatan gigi berlubang disesuaikan dengan gejala, usia, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan Si Kecil. Secara umum, gigi berlubang pada anak diatasi dengan prosedur tambal gigi. Berikut ini jenis tambalan yang dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang pada anak, yaitu:

  • Amalgam, jenis tambalan gigi yang terbuat dari campuran perak, timah, tembaga, dan merkuri. Biasanya jenis tambalan ini digunakan untuk memperbaiki gigi geraham bagian belakang.

  • Komposit resin. Tambahan gigi jenis ini terbuat dari campuran partikel plastik dan kaca halus silikon dioksida. Dokter membuat dan mengirim hasil cetakan kerangka gigi ke laboratorium terlebih dahulu, tujuannya untuk membuat isi cetakan gigi yang berlubang atau rusak.

  • Emas kuning. Tambalan gigi yang terbuat dari paduan emas dicampur logam. Tambalan gigi ini mampu menahan kekuatan mengunyah makanan yang teksturnya keras dan tebal.

  • Logam dan porselen. Kedua bahan ini digunakan untuk memperbaiki seluruh bagian gigi, termasuk untuk prosedur veneer gigi, implan, dan kawat gigi.

Selain tambal gigi, pola makan Si Kecil perlu diperhatikan agar gigi berlubang tidak semakin parah. Hindari makanan yang memicu gigi berlubang, terutama makanan yang mengandung gula. Pastikan juga Si Kecil rutin menyikat gigi, setidaknya dua kali sehari, untuk memastikan giginya dalam keadaan bersih dan sehat. Bawa juga Si Kecil ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk mendeteksi masalah pada gigi sejak dini.

Baca Juga: 3 Hal untuk Mencegah Gigi Anak yang Berlubang

Itulah cara mengatasi gigi berlubang pada anak. Kalau Si Kecil mengalami kondisi serupa, jangan ragu untuk membawanya ke dokter gigi. Tanpa harus antre, sekarang ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter gigi di rumah sakit pilihan di sini. Ibu juga bisa tanya jawab sama dokter gigi dengan download aplikasi Halodoc.