01 November 2018

Apa yang Menyebabkan Gigi Berlubang?

Gigi berlubang

Halodoc, Jakarta - Sejak kecil kamu tentu pernah diingatkan oleh ibu kamu untuk tidak memakan permen dan coklat terlalu banyak, serta harus menggosok gigi setiap sebelum tidur. Larangan dan perintah dari ibu ini pastilah bertujuan baik, yaitu supaya gigi kamu tidak berlubang dan merasakan sakit gigi.

Gigi berlubang adalah kondisi ketika gigi mengalami kerusakan yang mengikis bagian luar (email) hingga bagian dalam gigi (dentin), sampai membentuk lubang. Gigi berlubang disebabkan oleh penumpukan bakteri pada mulut, sering mengonsumsi makanan yang manis, serta kebersihan mulut yang tidak terjaga.

Sebelum kamu mengalami gigi berlubang, sebaiknya ketahui apa saja penyebab gigi berlubang berikut ini:

  1. Bakteri

Bakteri penyebab gigi berlubang sulit untuk dihilangkan, karena mereka sangat mirip dengan bakteri berbahaya lainnya yang hidup di rongga mulut. Terdapat 3 jenis bakteri dalam mulut yang menyebabkan gigi berlubang, yaitu bakteri lactobacillus acidophilus, bakteri streptokokus, bakteri odontomyces viscoses.

  1. Munculnya Plak Gigi

Secara alami mulut mengandung berbagai jenis bakteri yang biasanya berkembang melalui makanan dan minuman yang mengandung beberapa zat tertentu, seperti gula. Ketika kandungan gula tersebut tidak segera dibersihkan dari gigi, maka bakteri akan cepat menyerang gula tersebut dan memproduksi asam. Bakteri-bakteri tersebut akan membentuk plak bakteri.

Plak adalah lapisan tipis (biofilm) lengket yang melapisi gigi yang mengandung mikroorganisme yang baik maupun jahat dan bergabung dengan sisa-sisa makanan. Plak terbentuk dengan tekstur agak kasar yang terlihat pada gigi belakang, terutama di dekat gusi. Jika plak terus menumpuk, hal tersebut dapat menyebabkan karang gigi.

  1. Pola Makan

Mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi akan kandungan karbohidrat dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi. Jenis makanan tersebut antara lain adalah coklat, permen, gula, minuman bersoda, serta makanan bertepung seperti keripik, roti, pretzel, biskuit. Beberapa jenis obat-obatan juga dapat mengandung gula. Jadi, sebaiknya pilihlah jenis makanan, minuman, serta obat-obatan yang bebas gula.

  1. Kebersihan Mulut yang Buruk

Saat seseorang tidak teratur dalam menyikat gigi, hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi, salah satunya adalah gigi berlubang. Untuk itu, sebaiknya gigi harus disikat minimal 2 kali sehari dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride agar terhindar dari rusaknya gigi dan bau mulut. Lubang pada gigi adalah salah satu penyebab bau mulut yang sangat kronis. Karena itu, membereskan masalah ini dapat dijadikan cara mengatasi bau mulut.

  1. Kebiasaan Merokok

Perokok aktif dapat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena gangguan gigi berlubang. Hal ini disebabkan kandungan dalam tembakau dapat mengganggu produksi air liur yang berfungsi untuk membantu menjaga permukaan gigi agar tetap bersih.

  1. Mengonsumsi Alkohol

Pecandu alkohol juga dapat memiliki risiko yang tinggi mengalami kerusakan gigi, seperti terjadinya gigi berlubang. Hal ini dikarenakan kandungan alkohol memiliki kontribusi kerusakan enamel gigi.

  1. Kebiasaan Ngemil

Dalam rangka untuk menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan ideal, beberapa jenis diet menyarankan untuk mengonsumi beberapa makanan kecil setiap hari. Namun, perlu kamu ingat bahwa jenis cemilan apapun yang di dalamnya mengandung zat asam, dapat memicu terjadinya kerusakan gigi. Untuk itu, para ahli kesehatan gigi sangat menyarankan untuk sesegera mungkin menyikat gigi untuk membantu menghilangkan plak serta membuat mulut terasa lebih bersih.

Jika kamu merasa melakukan apa yang jadi penyebab gigi berlubang, sebaiknya segera lakukan diskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai kesehatan gigi. Hal ini akan mempermudah pengobatan, jika gigi mengalami gangguan dan mencegah kerusakan yang lebih parah. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca juga: