• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gigi Sering Ngilu, Perlukah Memakai Pasta Gigi Khusus?

Gigi Sering Ngilu, Perlukah Memakai Pasta Gigi Khusus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Gigi ngilu biasanya terjadi saat mengonsumsi makanan atau minuman yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada gigi. Masalah gigi yang satu ini bisa terjadi karena beragam penyebab. Penyebab utamanya adalah terkikisnya lapisan pelindung email gigi, sehingga menyebabkan lapisan gigi yang disebut dengan dentin terekspos ke bagian luar gigi.

Dentin kaya akan serabut saraf. Jika bagian ini terpapar berbagai rangsangan, seperti makanan atau minuman dengan suhu terlalu panas, dingin, atau asam, maka serabut saraf pada gigi tersebut akan terangsang, sehingga muncul rasa ngilu. Bukan hanya makanan dan minuman saja, aktivitas tertentu yang melibatkan gigi juga bisa menyebabkan rasa ngilu.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, dentin bisa terpapar karena adanya penyusutan atau penyakit pada gusi yang memicu rasa nyeri dan ngilu pada gigi. Lantas, apakah perlu memakai pasta gigi khusus untuk mengatasi ngilu pada gigi?

Baca juga: Apakah Gigi Sensitif Bisa Sembuh?

Perlukah Memakai Pasta Gigi Khusus Jika Gigi Sering Ngilu

Untuk mengatasi ngilu pada gigi yang sensitif dan terjadi secara berulang, menggunakan pasta gigi khusus sangat disarankan. Pasta gigi ini berbeda dengan pasta gigi biasa, karena mengandung berbagai macam zat yang berguna untuk mengurangi sensitivitas pada gigi, seperti potasium nitrat atau strontium klorida. Kedua bahan tersebut berperan penting dalam melindungi saraf di dalam gigi serta mengurangi rasa ngilu pada gigi.

Selain kedua bahan tersebut, aluminum laktat dan isopropyl methylphenol (IPMP) menjadi bahan-bahan yang digunakan dalam produk pasta gigi khusus gigi sensitif. Aluminum laktat berperan dalam membentuk perlindungan yang tahan lama. Sedangkan isopropyl methylphenol (IPMP) merupakan antiseptik yang bertugas dalam merawat, mencegah, serta memperbaiki kondisi medis pada mulut seperti radang gusi. 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan pasta gigi ini secara rutin selama 4 minggu berturut-turut. Jika ingin menggunakan mouthwash, disarankan untuk memilih produk yang bebas kandungan alkohol. Jika keluhan ngilu pada gigi tidak juga membaik atau semakin parah setelah menggunakan pasta gigi khusus, segera periksakan diri ke dokter gigi di rumah sakit terdekat, ya!

Baca juga: Sering Terasa Ngilu, Tanda Miliki Gigi Sensitif?

Penyebab Ngilu pada Gigi dan Langkah Pencegahannya

Pencegahan rasa ngilu pada gigi dapat dilakukan dengan mengetahui penyebab dan faktor risikonya. Berikut ini hal-hal yang membuat gigi terasa ngilu:

  • Kesalahan saat Sikat Gigi

Terkikisnya email gigi dapat terjadi karena menyikat gigi terlalu kuat serta pemilihan sikat gigi yang tidak tepat. Cobalah untuk beralih ke sikat gigi dengan bulu yang lembut dan lakukan penyikatan gigi dengan hati-hati dan lembut.

  • Penggunaan Obat Kumur

Menggunakan obat kumur boleh-boleh saja, tetapi jika berlebihan, bisa memicu ngilu pada gigi. Kandungan alkohol dan bahan kimia lain pada obat kumur akan membuat gigi menjadi lebih sensitif, terutama jika dentin sudah terbuka. 

  • Penumpukan Plak

Penumpukan plak yang berlebihan menyebabkan menipisnya lapisan email gigi, sehingga membuat gigi menjadi lebih sensitif. Untuk mencegahnya, lakukan perawatan gigi harian dengan menyikat gigi dan menggunakan benang gigi.

Baca juga: Alasan Air Dingin Bisa Buat Gigi Ngilu

Seiring bertambahnya usia, gusi akan menyusut dan melemah, sehingga menyebabkan gigi sensitif serta rentan mengalami penyakit gusit. Selain itu, gigi berlubang dan tambalan gigi yang patah juga bisa memicu rasa ngilu pada gigi. Jika mengalami sejumlah kondisinya, segera periksakan diri di fasilitas kesehatan terdekat, ya! Dalam kasus yang serius, perawatan saluran akan dan cangkok gusi mungkin saja diperlukan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. What causes sensitive teeth, and how can I treat them?
Everyday Health. Diakses pada 2020. 10 Biggest Causes of Tooth Sensitivity.
Healthline. Diakses pada 2020. Why Are My Teeth So Sensitive?