31 August 2018

Hal yang Harus Dihadapi pada Awal Kehamilan

trimester pertama, masalah kehamilan trimester pertama

Halodoc, Jakarta – Perubahan yang terjadi pada masa awal kehamilan adalah hal yang wajar. Mulai dari perubahan bentuk tubuh, hormon dalam tubuh, dan hal lainnya. Meski wajar, bukan berarti kamu bisa abai terhadap perubahan yang terjadi.

Nyatanya, masa awal kehamilan merupakan waktu di mana wanita harus meningkatkan kewaspadaan. Sebab, pada masa tersebut, pembentukan janin baru dimulai. Tak hanya itu, ibu hamil juga harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dan kondisi baru pada tubuh.

Meski demikian, terlalu khawatir pun bukan satu hal yang baik, sebab hal itu bisa memicu ibu hamil mengalami stres. Stres pada ibu hamil bisa berdampak buruk. Untuk itu, sangat penting bagi ibu hamil mengetahui apa saja hal yang harus dihadapi pada awal kehamilan. Sehingga rasa khawatir yang berlebihan tidak akan terjadi!

1. Mual dan Muntah

Salah satu gejala yang harus dihadapi wanita di masa awal kehamilan adalah mual dan muntah. Kondisi ini sering dikenal sebagai “morning sick” karena seringnya keinginan untuk muntah terjadi di pagi hari. Tidak perlu terlalu khawatir, nyatanya mual dan muntah di awal kehamilan adalah hal yang wajar dan tidak akan memengaruhi kondisi janin.

Biasanya, mual dan muntah juga akan mulai mereda setelah usia kehamilan memasuki minggu ke 12-14. Meski hal ini sangat wajar, ibu tetap harus bisa menanganinya dengan baik. Mual dan muntah selama hamil bisa menyebabkan ibu mengalami penurunan berat badan, kelelahan, hingga dehidrasi.

2. Perdarahan

Selain mual dan muntah, masa awal kehamilan juga bisa saja diwarnai dengan perdarahan. Keluarnya darah dari tubuh saat hamil bisa terjadi pada siapa saja, namun tingkat keluarnya darah biasanya tergantung dengan kondisi tubuh. Perdarahan yang terjadi pada ibu hamil bisa terjadi dalam tingkat yang ringan sampai berat.

Meski tidak melalui tanda masalah kehamilan, perdarahan yang terjadi tetap harus diwaspadai. Terutama jika keluarnya darah sudah sangat berlebihan. Perdarahan yang terjadi secara berlebihan bisa menjadi tanda adanya keguguran atau kematian janin. Perdarahan yang terjadi karena keguguran biasanya disertai dengan kram perut yang sangat parah, dan keluarnya cairan dari organ intim wanita.

3. Demam Tinggi

Perubahan yang dialami ibu hamil juga bisa menyebabkan naiknya suhu tubuh. Sehingga, ibu hamil mungkin akan mengalami demam pada waktu-waktu tertentu. Namun hati-hati, demam yang terjadi pada masa awal kehamilan bisa jadi merupakan tanda dari masalah yang lebih serius. Untuk memastikannya, ibu harus segera melakukan pemeriksaan pada dokter.

Demam tinggi yang terjadi pada masa awal kehamilan sering dikaitkan dengan risiko bayi mengalami cacat lahir. Namun hal tersebut tidak bisa diterapkan pada semua demam yang terjadi. Untuk mengetahui dan menghindari masalah semakin besar, jangan menunda pemeriksaan jika demam yang terjadi mulai terasa mengganggu.

4. Keputihan

Jangan keburu panik saat melihat noda keputihan seperti susu di celana dalam. Ini hanyalah keputihan biasa. Kalau merasa tidak nyaman karena warnanya menjadi hijau dengan aroma tak sedap, ibu hamil bisa menghubungi dokter dan berkonsultasi mengenai ini. Namun, kalau hanya noda biasa, solusinya adalah sering mengganti celana dalam supaya kelembapan area intim tetap terjaga.

Jika ibu ragu dan butuh saran dokter, coba sampaikan semua keluhan seputar kehamilan pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat dan tips menjaga kesehatan selama hamil dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: