• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Glomerulonefritis

Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Glomerulonefritis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Glomerulonefritis adalah peradangan pada bagian ginjal yang disebut glomeruli. Bagian ginjal yang kecil tersebut berfungsi sebagai filter yang membuang kelebihan cairan, elektrolit dan limbah dari aliran darah yang dikeluarkan lewat urine. 

Namun, saat mengalami glomerulonefritis, glomeruli tidak bisa menjalankan fungsinya dengan efektif. Akibatnya, pengidap dapat mengalami beberapa hal pada tubuh. Berikut ini ulasannya.


Baca juga: 3 Faktor Pemicu Glomerulonefritis




Gejala yang Dialami Pengidap Glomerulonefritis

Glomerulonefritis dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) atau secara bertahap (kronis). Seseorang bisa mengalami glomerulonefritis akut setelah mengalami infeksi di tenggorokan atau di kulit. Kadang-kadang, penyakit tersebut bisa membaik dengan sendirinya.


Namun, pada kasus lain, glomerulonefritis akut yang tidak segera diobati juga bisa menyebabkan ginjal berhenti bekerja. Berikut ini hal yang dapat terjadi pada tubuh pengidap saat mengalami glomerulonefritis akut:



  • Wajah bengkak di pagi hari.
  • Terdapat bercak darah dalam urin atau urine berwarna coklat.
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Pengidap juga bisa mengalami sesak napas dan batuk karena kelebihan cairan di paru-paru.

Segera temui dokter bila kamu mengalami salah satu atau semua gejala-gejala di atas. Kamu juga bisa langsung buat janji untuk berobat di rumah sakit pilihan dengan menggunakan aplikasi Halodoc.


Sementara glomerulonefritis kronis berkembang secara diam-diam (tanpa gejala) selama beberapa tahun. Penyakit ini sering menyebabkan gagal ginjal total. Berikut ini gejala awal yang dapat terjadi pada tubuh pengidap saat mengalami glomerulonefritis kronis:



  • Terdapat darah atau protein dalam urin (hematuria, proteinuria)
  • Tekanan darah tinggi.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki atau wajah (edema).
  • Sering buang air kecil di malam hari.
  • Urine sangat berbuih atau berbusa.


Sementara berikut adalah gejala gagal ginjal yang juga perlu diwaspadai:



  • Kurang nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Kelelahan.
  • Kesulitan tidur.
  • Kulit kering dan gatal.
  • Kram otot di malam hari.


Baca juga: 5 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gagal Ginjal


Bisakah Glomerulonefritis Disembuhkan?

Pengobatan glomerulonefritis dan hasilnya tergantung pada beberapa faktor, yaitu:



  • Jenis glomerulonefritis yang kamu alami (akut atau kronis).
  • Penyebab yang mendasarinya.
  • Tingkat keparahan gejala yang dialami.


Pada beberapa kasus glomerulonefritis akut, terutama yang terjadi setelah infeksi streptokokus, penyakit dapat membaik dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan. Namun, bila ada penyebab yang mendasarinya, seperti tekanan darah tinggi, infeksi atau penyakit autoimun, maka pengobatan ditujukan untuk mengobati kondisi tersebut. Secara umum, tujuan pengobatan glomerulonefritis adalah untuk melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut.


Selain mengonsumsi obat-obatan, kamu mungkin perlu menjalani perawatan sementara dengan menggunakan mesin ginjal buatan untuk mengeluarkan kelebihan cairan dan mengontrol tekanan darah tinggi dan gagal ginjal.


Bila penyakit memburuk dengan cepat dokter mungkin akan memberikan obat dosis tinggi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh kamu. Terkadang, dokter dapat merekomendasikan plasmapheresis, yaitu proses penyaringan darah khusus untuk menghilangkan protein berbahaya dari darah.


Sedangkan untuk glomerulonefritis kronis, tidak ada pengobatan khusus. Dokter mungkin akan menyarankan kamu untuk melakukan beberapa perawatan berikut:



  • Mengurangi konsumsi protein, garam dan kalium.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Mengonsumsi diuretik (pil air) untuk mengobati bengkak.
  • Mengonsumsi suplemen kalsium.


Bila kamu mengidap penyakit ginjal, berikut ini perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan organ tersebut:



  • Membatasi asupan garam untuk mencegah atau meminimalkan retensi cairan, pembengkakan, hipertensi.
  • Mengurangi asupan protein dan potasium untuk memperlambat penumpukan limbah dalam darah.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Melakukan kontrol gula darah bila kamu mengidap diabetes.
  • Berhenti merokok.


Baca juga: Hindari 5 Minuman Ini untuk Ginjal Sehat


Itulah hal-hal yang bisa terjadi pada tubuh bila kamu mengidap glomerulonefritis. Jangan lupa, download aplikasi Halodoc yang dapat memudahkan kamu untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap. 




Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Glomerulonephritis.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. What is Glomerulonephritis?