Harus Diperhatikan, Vaginosis Bakterialis Bisa Sebabkan Vaginitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
vaginitis, vaginosis bakterialis, bakteri jahat

Halodoc, Jakarta - Setiap wanita tentu perlu mewaspadai gangguan yang satu ini, karena vaginitis tentu bisa membuat kamu merasa tidak nyaman. Vaginitis merupakan infeksi atau inflamasi yang terjadi pada Miss V. Kondisi ini biasanya disertai dengan indikasi berupa munculnya keputihan, perubahan warna dan jumlah keputihan yang dialami, bau yang ditimbulkan, iritasi atau gatal-gatal pada vagina, rasa sakit saat berhubungan intim maupun buang air kecil, serta flek atau pendarahan ringan.

Di antara gejala di atas, ada pula wanita yang mungkin merasakan gejala lain, misalnya bau tidak sedap pada Miss V (terutama setelah berhubungan intim), atau bahkan sama sekali tidak merasakan gejala. Vaginitis bisa saja ditangani sendiri tanpa harus ke rumah sakit, terutama jika kamu sudah mengenali gejala-gejalanya.

Kenapa Vaginitis Bisa Terjadi?

Vaginitis biasanya disebabkan oleh kurang seimbangnya pH (suasana asam atau basa). Peningkatan pH dapat menandakan adanya vaginosis bakterialis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan flora normal di dalam Miss V. Biasanya, tubuh memiliki bakteri baik yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi. Namun, pada pengidap vaginosis bakterialis, jumlah bakteri di dalam Miss V berkurang, sehingga tidak mampu melawan infeksi.

Baca juga: Kebiasaan yang ternyata Dapat Menyebabkan Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis disebabkan oleh adanya pertumbuhan berlebih dari bakteri tertentu, sehingga mengganggu keseimbangan alami bakteri di dalam Miss V. Terdapat dua jenis bakteri di dalam Miss V, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri baik adalah Lactobacillus yang berfungsi membatasi pertumbuhan bakteri jahat dengan menjaga pH normal atau tingkat keasaman Miss V. Bakteri ini mendominasi jumlah bakteri di dalam Miss V, yaitu sekitar 95 persen.

Di samping itu, terdapat bakteri jahat, yaitu bakteri anaerob. Ketika jumlah bakteri baik menurun, pertumbuhan bakteri anaerob akan berlebih, sehingga menyebabkan vaginosis bakterialis. Secara pasti, penyebab terganggunya keseimbangan pertumbuhan bakteri di dalam Miss V belum diketahui. Namun, sejumlah faktor diduga dapat meningkatkan risiko wanita mengalami vaginosis bakterialis, meliputi:

  • Merokok.

  • Sering berganti pasangan intim dan tidak menggunakan kondom.

  • Penurunan bakteri Lactobacillus secara alami.

Vaginosis bakterialis bisa dialami oleh wanita usia berapapun. Namun, kebanyakan vaginosis bakterialis terjadi saat wanita dalam masa reproduksi, yaitu usia 15-44 tahun. Vaginosis bakterialis sebenarnya termasuk infeksi ringan, tapi jika dibiarkan tanpa pengobatan justru dapat menyebabkan infeksi menular seksual dan komplikasi selama masa kehamilan.

Baca juga: Jika Mengalami 3 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Bacterial Vaginosis

Langkah Penyembuhan yang Bisa Dilakukan

Sejumlah cara yang bisa kamu lakukan untuk meringankan gejala sekaligus mempercepat proses penyembuhan yaitu dengan melaksanakan langkah-langkah sederhana seperti ini:

  • Menjaga Miss V dan area di sekitarnya tetap bersih serta kering. Gunakan sabun tanpa bahan pewangi dan seka hingga benar-benar kering. Hindari berendam air hangat selama infeksi belum pulih sepenuhnya.

  • Jangan membasuh bagian dalam Miss V.

  • Gunakan kompres air dingin untuk mengurangi ketidaknyamanan pada Miss V.

  • Kenakan pakaian dalam yang tidak ketat dan berbahan katun.

Vaginitis memang tidak berakibat fatal. Walaupun begitu, vaginitis yang dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi-komplikasi tertentu, misalnya menjadi lebih rentan terinfeksi penyakit menular seksual seperti klamidia dan HIV. Bagi pengidap yang sedang hamil, vaginitis akibat trikomoniasis dan vaginosis bakterialis diduga bisa memicu kelahiran prematur dan bayi yang lahir berisiko memiliki berat badan yang tidak memadai.

Baca juga: Miss V Terasa Gatal dan Nyeri Karena Vaginosis Bakterialis

Apabila kamu masih ragu dan memiliki pertanyaan lain seputar masalah pada Miss V lainnya, kamu dapat bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.