06 November 2018

Jika Mengalami 3 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Bacterial Vaginosis

Jika Mengalami 3 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Bacterial Vaginosis

Halodoc, Jakarta - Masalah pada Miss V enggak hanya melulu menyoal keputihan, bau tak sedap, ataupun iritasi saja. Sebab, ada juga masalah lainnya seperti bacterial vaginosis yang mesti diwaspadai kaum hawa. Kondisi ini merupakan infeksi di Miss V yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan flora normal di dalam Miss V.

Pada dasarnya, tubuh punya bakteri baik yang fungsinya melindungi tubuh dari bakteri jahat yang bisa menyebabkan infeksi. Namun bagi pengidap bacterial vaginosis, jumlah bakteri baik di dalam Miss V akan berkurang. Nah, hal inilah yang membuat Miss V enggak mampu untuk melawan infeksi.

Meski kondisi ini bisa dialami oleh wanita di segala usia, tapi sebagian besar kasus bacterial vaginosis menyerang wanita dalam masa reproduksi, yakni usia 15—44 tahun. Kata ahli, bila kondisi ini tak ditangani dengan tepat, ujung-ujungnya bisa menyebabkan infeksi menular seksual dan komplikasi selama masa kehamilan.

Lalu, hal seperti apa yang sih yang menandai adanya kondisi bacterial vaginosis?

1. Keputihan dan Berbau Busuk

Gejala paling umum yang sering muncul dari kondisi ini merupakan masalah keputihan dan Miss V yang berbau busuk. Miss V yang diserang masalah kesehatan ini akan menunjukkan cairan keputihan yang berwarna putih susu, keabu-abuan atau kuning, dan berbau amis yang amat kuat. Awas, bau ini bisa saja akan bertambah parah setelah berhubungan intim atau saat menstruasi. Menurut ahli, banyak faktor yang bisa menyebabkan keputihan abnormal. Termasuk beberapa jenis penyakit menular di dalamnya.

2. Rasa Nyeri

Rasa nyeri ini biasanya menandai adanya masalah infeksi saluran kandung kemih. Nah, infeksi saluran kandung kemih ini bisa saja disebabkan oleh infeksi bakteri, salah satunya bacterial vaginosis. Meski begitu, rasa nyeri ketika seseorang berkemih ini bisa saja disebabkan oleh faktor lain. Misalnya, infeksi menular seksual, seperti herpes genital, gonore, ataupun klamidia. Dalam beberapa kasus, rasa nyeri itu juga bisa dikarenakan sabun atau losion yang dapat mengiritasi jaringan Miss V.

3. Terasa Gatal dan Iritasi

Timbulnya rasa gatal merupakan keluhan yang umum dalam masalah bacterial vaginosis. Menurut ahli, Miss V gatal merupakan gejala yang tidak nyaman dan kadang menyakitkan. Hal ini terjadi akibat iritan (bahan yang secara langsung menyebabkan peradangan atau ketidaknyamanan ketika terjadi kontak dengan bagian tubuh), infeksi, ataupun menopause.

Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan akibat gangguan kulit tertentu atau penyakit menular seksual. Meski kasusnya cukup langka, tapi Miss V yang terasa gatal mungkin saja disebabkan oleh stres atau kanker vulva.

Meski kondisi Miss V yang terasa gatal biasanya tak harus menjadi suatu kekhawatiran, tapi temuilah dokter bila rasa gatal ini semakin parah. Tak hanya itu, bila dirimu mencurigai ada gejala lain dari kondisi yang menyebabkannya, mintalah bantuan ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Nantinya, dokter akan menentukan penyebab mengapa Miss V terasa gatal melalui pemeriksaan dan rangkaian uji lab.

Punya keluhan di Miss V atau bagian tubuh lainnya? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: