Harus Tahu Pengobatan untuk Atasi Gangguan Elektrolit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Harus Tahu Pengobatan untuk Atasi Gangguan Elektrolit

Halodoc, Jakarta - Pernah merasakan badan terasa lemas, mual, muntah, jantung berdetak cepat, dan sakit kepala? Hmm, hati-hati, bisa jadi keluhan tersebut menandai gangguan elektrolit. Pernah mendengar kondisi ini? 

Gangguan elektrolit ini merupakan kondisi ketika kadar elektrolit dalam tubuh jadi tidak seimbang. Mungkin bisa terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah. Nah, ketidakseimbangan inilah yang bakal menimbulkan sederet keluhan. 

Dalam beberapa kasus, gangguan elektrolit ini bisa mengganggu fungsi organ di dalam tubuh. Ngeri, nggak? Bagaimana dengan kejang, koma, dan gagal jantung? Hati-hati, gangguan elektrolit dalam kasus berat bisa menyebabkan kondisi berbahaya tersebut. 

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi gangguan elektrolit? 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Diagnosis Gangguan Elektrolit 

Mulai dari Infus Sampai Cuci Darah

Untuk mengatasi gangguan elektrolit, dokter akan memiliki metode yang sesuai dengan jenis gangguan elektrolit yang dialami oleh pengidapnya. Fokus pengobatan pada gangguan elektrolit ini untuk mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh. 

Salah satu pengobatan gangguan elektrolit yang umumnya dilakukan adalah pemberian cairan infus. Cairan ini untuk mengatasi gangguan elektrolit mengandung natrium klorida. Nah, natrium klorida inilah yang akan membantu mengembalikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang. Misalnya, gegara muntah-muntah atau diare.

Cara mengobati gangguan elektrolit bukan cuma melalui infus saja. Dokter mungkin juga akan memberikan suplemen yang mengandung elektrolit. Suplemen jenis ini bertujuan untuk meningkatkan elektrolit yang rendah. 

Selain itu, pengidap gangguan elektrolit juga mungkin membutuhkan obat-obatan untuk mengurangi jumlah elektrolit berlebih di dalam darah. Contohnya, menggunakan insulin saat terjadi hiperkalemia. Akan tetapi, dokter pastinya akan mencari penyebab dari gangguan elektrolit itu sehingga bisa diatasi langsung ke sumber penyebabnya. 

Bagaimana bila kondisi tak kunjung membaik? Mungkin dokter akan mengambil tindakan lain. Contohnya, merekomendasikan pengidapnya untuk melakukan hemodialisis (cuci darah), untuk mengatasi kelebihan kalium dalam darah. 

Baca juga: Benarkah Pengidap Bulimia Berisiko Kena Gangguan Elektrolit? 

Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai cara mengobati gangguan elektrolit atau masalah kesehatan lainnya. 

Gegara Perdarahan Hebat hingga Alkohol

Pada dasarnya sih seseorang pasti kehilangan mineral tiap harinya. Mulai dari level yang rendah hingga sedang. Berkurangnya mineral ini bisa dikarenakan berkeringat atau berkemih. Akan tetapi, kedua kondisi tersebut normal kok, tak akan menimbulkan masalah karena mineral yang hilang bisa dengan mudah diganti. Misalnya, diganti lewat makan makanan yang mengandung mineral tersebut.

Namun, lain lagi ceritanya bila tubuh tidak bisa mengganti mineral yang hilang lebih cepat daripada saat tubuh kehilangan mineral. Contohnya, ketika seseorang kehilangan banyak darah akibat luka traumatis. Tak cuma itu saja, gangguan elektrolit juga bisa terjadi ketika organ tubuh tidak bekerja dengan benar karena penyakit tertentu. Contohnya, pada pengidap kanker dan penyakit ginjal kronis. 

Baca juga: 15 Penyakit yang Dapat Sebabkan Gangguan Elektrolit

Nah, berikut ini beberapa penyebab lainnya yang bisa menyebabkan gangguan elektrolit:

  • Meminum obat tertentu untuk pengobatan penyakit tertentu.

  • Pola makan buruk yang rendah nutrisi dan mineral.

  • Ketidakmampuan menyerap nutrisi dari makanan karena masalah pencernaan.

  • Penyakit yang menyebabkan diare, muntah, dan demam.

  • Penyalahgunaan alkohol.

Hal yang mesti diingat, selain penyebab di atas, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan terjadi gangguan elektrolit. Berikut ini beberapa orang dengan kondisi tertentu yang rentan mengalami gangguan elektrolit:

  • Gangguan tiroid dan paratiroid.

  • Luka bakar.

  • Gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia.

  • Gagal jantung.

  • Penyakit ginjal.

  • Gangguan kelenjar adrenal.

  • Sirosis.

  • Kecanduan alkohol.

  • Patah tulang.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. All About Electrolyte Disorders. 
Medical News Today. Diakses pada 2019. Electrolytes: Uses, imbalance, and supplementation.