Pemeriksaan untuk Diagnosis Gangguan Elektrolit

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pemeriksaan untuk Diagnosis Gangguan Elektrolit

Halodoc, Jakarta - Elektrolit adalah elemen yang penting untuk tubuh. Cairan ini mengontrol berbagai fungsi fisiologis penting. Elektrolit bisa berupa kalsium, klorida, magnesium, fosfat, kalium atau sodium. Zat-zat ini terkandung darah, cairan tubuh, dan urine. Berbagai zat tersebut dapat diperoleh dari makanan, minuman, atau suplemen. Elektrolit harus dipertahankan dalam jumlah yang seimbang agar tubuh tetap berfungsi dengan baik. 

Baca Juga: 5 Peranan Penting Elektrolit Bagi Tubuh yang Wajib Diketahui

Ketika jumlahnya tidak seimbang, maka berbagai sistem tubuh yang vital dapat terpengaruh. Gangguan elektrolit terjadi ketika kadar elektrolit dalam tubuh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Ketidakseimbangan elektrolit yang parah menyebabkan masalah serius seperti koma, kejang, dan henti jantung.

Gejala Gangguan Elektrolit yang Perlu Diketahui

Gangguan elektrolit ringan mungkin tidak menyebabkan gejala apa pun. Gangguan elektrolit yang masih tergolong ringan juga masih bisa diatasi dengan banyak minum cairan. Gejala biasanya mulai muncul jika jumlahnya terpaut jauh. Gejala umum gangguan elektrolit meliputi:

  • Detak jantung tidak teratur;

  • Lelah dan lesu;

  • Kejang;

  • Mual dan muntah;

  • Diare atau sembelit;

  • Kram perut;

  • Kram otot atau mengalami kelemahan otot;

  • Kebingungan;

  • Sakit kepala;

  • Mati rasa dan kesemutan.

Baca Juga: 15 Penyakit yang Dapat Sebabkan Gangguan Elektrolit

Kalau kamu mengalami salah satu dari gejala ini dan curiga jika memiliki kelainan elektrolit, segera periksakan ke dokter. Gangguan elektrolit dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Sebelum mengunjungi rumah sakit, jangan lupa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Gangguan elektrolit seringnya disebabkan oleh hilangnya cairan tubuh karena muntah, diare, atau berkeringat. Kondisi ini dapat berkembang jika seseorang kehilangan cairan akibat mengalami luka bakar. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan gangguan elektrolit. Sebenarnya, tidak diketahui secara pasti apa penyebab dari gangguan elektrolit. Penyebabnya dapat bervariasi tergantung pada jenis gangguan elektrolit tertentu

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Gangguan Elektrolit

Tes darah dapat mengukur kadar elektrolit dalam tubuh. Dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik atau memesan tes tambahan untuk mengkonfirmasi dugaan gangguan elektrolit. Tes tambahan ini bervariasi tergantung pada kondisi yang dimaksud. Jika gangguan elektrolit disebabkan oleh jumlah natrium yang terlalu tinggi (hipernatremia), dokter bisa melakukan tes cubit untuk mendeteksi dehidrasi.

Dokter juga dapat menguji refleks, karena kadar elektrolit yang meningkat dan berkurang dapat memengaruhi refleks tubuh kita. Elektrokardiogram (EKG) juga dapat dilakukan untuk memeriksa detak jantung, irama, atau perubahan EKG yang disebabkan oleh masalah elektrolit.

Baca Juga: Bahaya Kadar Elektrolit di Tubuh Tidak Seimbang

Nah, untuk mencegah terjadinya gangguan elektrolit, pastikan agar tubuh tetap terhidrasi saat mengalami muntah, diare, atau banyak berkeringat. Jika gangguan elektrolit disebabkan oleh obat-obatan atau kondisi-kondisi yang mendasarinya, dokter menyesuaikan obat dan mengobati penyebabnya. Ini akan membantu mencegah ketidakseimbangan elektrolit di masa mendatang.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. All About Electrolyte Disorders.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Everything you need to know about electrolytes.