03 December 2018

Haruskah Gigi Bungsu Dicabut?

Haruskah Gigi Bungsu Dicabut?

Halodoc, Jakarta - Gigi bungsu yang tumbuh biasanya diartikan sebagai tanda seseorang sudah dewasa. Hal ini dikarenakan gigi bungsu baru tumbuh saat seseorang menginjak usia 17 hingga 25 tahun. Sayangnya, saat gigi ini tumbuh, gigi-gigi lain yang berjumlah 28 sudah tumbuh semua sehingga sering sekali tidak ada ruang lagi yang cukup untuk tempat gigi bungsu.

Hal ini mengakibatkan rasa nyeri pada bagian mulut bagian belakang dan semakin lama akan semakin sakit. Apalagi jika posisi tumbuh gigi tersebut tidak sempurna seperti miring dan menabrak gigi di sebelahnya. Jika hal ini terjadi maka biasanya akan muncul tanda seperti kemerahan dan bengkak pada area sekitar gigi yang hendak tumbuh.

Masalah akan muncul saat gigi bungsu mengalami impaksi atau kondisi saat gigi tidak dapat keluar sama sekali ke rongga mulut atau gigi tidak dapat keluar secara utuh di rongga mulut. Hal ini terjadi karena posisi dan terdapat tekanan dari gigi tetangga yang tidak menguntungkan bagi proses keluarnya gigi bungsu, kepadatan tulang yang mengelilinginya, inflamasi yang kronis, tidak adanya jalan atau ruang bagi gigi bungsu untuk keluar, dan posisi gigi yang tidak memungkinkan untuk si gigi bungsu keluar. Semakin lama dibiarkan, maka gigi bungsu semakin berpotensi untuk menyebabkan masalah dalam rongga mulut.

Selain menyebabkan rasa nyeri, gigi bungsu yang impaksi menimbulkan infeksi karena area gigi bungsu tersebut adalah area yang sulit dijangkau untuk dibersihkan. Jika dibiarkan maka bakteri menumpuk di daerah tersebut sehingga dapat menyebabkan gigi berlubang, penyakit gusi, dan masalah lainnya. Selain itu, infeksi yang dibiarkan ini dapat membuat bakteri yang berada di sana mudah menyebar ke peredaran darah dan menimbulkan penyakit di bagian tubuh yang lain.

Lantas, Haruskah Gigi Bungsu Dicabut?

Jika kondisi gigi bungsu yang mengalami sudah cukup parah seperti menimbulkan nyeri, merusak gigi sebelahnya, atau untuk menghilangkan sumber infeksi maka wajib dilakukan pencabutan gigi. Namun tetap disarankan untuk menghubungi dokter gigi untuk memastikan kondisinya.

Jika dokter menyarankan untuk melakukan pencabutan gigi, maka kamu harus mencari tahu beberapa informasi terlebih dahulu sebelum melakukan pencabutan gigi. Sebab pencabutan gigi bungsu dilakukan dengan cara operasi. Beberapa hal yang harus kamu tahu antara lain:

  • Banyak gigi bungsu yang harus dicabut.

  • Tipe anestesi yang akan dilakukan selama operasi.

  • Seberapa rumit prosedur pencabutan yang akan dilakukan.

  • Berapa lama proses pencabutan.

  • Risiko yang mungkin terjadi.

  • Perawatan gigi pasca operasi.

  • Lama proses penyembuhan pasca operasi.

Hal yang Wajib Dilakukan Sesudah Pencabutan Gigi

Perawatan setelah melakukan pencabutan gigi biasanya hanya rawat jalan saja. Setelah operasi dilakukan maka kamu bisa langsung segera pulang ke rumah. Namun ada juga yang perlu rawat inap selama satu malam jika proses pencabutannya cukup rumit. Setelah proses pencabutan pun akan tetap terjadi beberapa hal, di antaranya:

  • Pendarahan mungkin masih dapat terjadi, oleh karena itu hindari meludah berlebihan. Jangan lupa untuk mengganti kasa seperti yang sudah diarahkan oleh dokter gigi.

  • Apabila rasa sakit masih terjadi, gunakan es batu untuk menguranginya rasa sakitnya.

  • Banyak minum air putih dan hindari penggunaan sedotan karena dapat menyebabkan gumpalan darah kembali keluar. Pastikan hanya minum air putih saja.

  • Bersihkan mulut dengan berkumur menggunakan obat kumur, hindari menggosok gigi pada 24 jam pertama.

  • Pilihlah makanan yang lembut seperti yoghurt dan bubur selama 24 jam.  Hindari makanan yang keras untuk dikunyah, panas, dan pedas. Makanan tersebut dapat membuat iritasi.

Jika kamu ingin lebih jauh mengenal impaksi gigi bungsu dan bagaimana penanganannya atau pun punya keluhan yang lain mengenai gigi, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: