• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Gigi Bungsu

Gigi Bungsu

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
gigi bungsu

Pengertian Gigi Bungsu

Gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga atau gigi geraham terakhir yang tumbuh di penghujung usia belasan tahun atau di awal usia dua puluh tahunan. Kondisi ini biasanya menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Rasa nyeri muncul apabila tidak ada ruang tersisa pada gusi yang bisa ditempati gigi bungsu. Pada usia yang sudah terbilang dewasa, ke-28 gigi manusia telah berderet rapi memenuhi gusi. Gigi bungsu akan terhimpit, muncul sebagian saja, atau tumbuh di bagian sudut gusi.

Gejala Gigi Bungsu

Tumbuhnya gigi bungsu bisa diketahui melalui rontgen gigi. Dokter dapat melakukan sinar-X panoramik untuk menangkap seluruh gigi dan rahang dalam satu gambar guna mengetahui posisi gigi bungsu. Selain melalui rontgen, tumbuhnya gigi bungsu juga bisa dikenali melalui gejalanya. Beberapa gejala yang sering berkaitan dengan tumbuhnya gigi bungsu, yaitu:

  • Pembengkakan gusi, biasanya di belakang gigi geraham kedua. 
  • Sakit rahang.
  • Gusi berdarah atau lunak.
  • Kesulitan membuka mulut lebar-lebar.
  • Rasa tidak enak pada mulut.
  • Bau mulut.

Nyeri bisa berkisar ringan hingga sesekali terasa tajam menusuk. Kamu mungkin juga akan merasa tidak nyaman saat mengunyah. Jika muncul gejala demikian, biasanya hal tersebut menjadi pertanda impaksi gigi bungsu, yaitu gigi bungsu tersangkut di bawah gusi atau tidak memiliki cukup ruang untuk menembus sepenuhnya.

Penyebab Gigi Bungsu

Gigi bungsu atau geraham ketiga biasanya tumbuh di sekitar usia 17–25 tahun. Nyeri gigi bungsu seringkali disebabkan karena rahang terlalu sempit sehingga tidak ada cukup ruang untuk gigi bertumbuh. 

Faktor Risiko Gigi Bungsu

Beberapa faktor risiko nyeri gigi bungsu, yaitu:

  • Berusia 17–25 tahun
  • Memiliki struktur rahang yang kecil atau sempit. Rahang yang kecil dan sempit menyebabkan gigi bungsu tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh dengan baik.

Diagnosis Gigi Bungsu

Dokter gigi atau ahli bedah mulut dapat mengevaluasi gigi dan mulut untuk menentukan apakah masih ada ruang untuk gigi bungsu tumbuh dan apakah gigi bungsu mengalami impaksi atau tidak. Prosedur yang bisa dilakukan meliputi:

  • Menanyakan seputar gejala dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
  • Pemeriksaan kondisi gigi dan gusi.
  • Rontgen gigi yang dapat mengungkapkan adanya gigi impaksi, serta tanda-tanda kerusakan pada gigi atau tulang.

Komplikasi Gigi Bungsu

Apabila masih ada cukup ruang untuk gigi bungsu tumbuh, kemungkinan besar tumbuhnya gigi bungsu tidak akan menyebabkan nyeri atau masalah lainnya. Namun, jika ruang cukup sempit dan terjadi impaksi gigi, ada sejumlah komplikasi yang bisa terjadi bila gigi bungsu tidak segera ditangani. Risiko komplikasinya yaitu:

  • Kerusakan pada gigi lainnya. Jika gigi bungsu menekan gigi geraham kedua, hal itu dapat merusak gigi geraham kedua atau meningkatkan risiko infeksi di daerah tersebut. Tekanan ini juga dapat menyebabkan masalah dengan gigi yang berjejal atau memerlukan perawatan ortodontik untuk meluruskan gigi lainnya.
  • Kista. Gigi bungsu berkembang dalam kantung di dalam tulang rahang. Kantung tersebut dapat terisi dengan cairan, membentuk kista yang dapat merusak tulang rahang, gigi, dan saraf. Jarang, tumor – biasanya non-kanker (jinak) – berkembang. Komplikasi ini mungkin memerlukan pengangkatan jaringan dan tulang.
  • Pembusukan gigi. Gigi bungsu yang impaksi sebagian berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan gigi (karies) dibandingkan gigi lainnya. Ini mungkin terjadi karena gigi bungsu lebih sulit dibersihkan dan karena makanan dan bakteri mudah terperangkap di antara gusi dan gigi yang erupsi sebagian.
  • Penyakit gusi. Kesulitan membersihkan gigi bungsu yang impaksi dan erupsi sebagian meningkatkan risiko inflamasi gusi disebut perikoronitis di daerah tersebut.

Pengobatan Gigi Bungsu

Gigi bungsu tidak selalu harus dicabut, terlebih jika rahang memiliki ruang yang cukup untuk gigi tumbuh dengan baik. Pengobatan gigi bungsu diperlukan apabila tidak ada ruang lagi untuk gigi tumbuh dan jika terjadi impaksi gigi. Berikut beberapa pilihan pengobatan untuk gigi bungsu yang menimbulkan masalah:

1. Mengelola gigi bungsu tanpa gejala

Jika gigi bungsu mengalami impaksi, tetapi tidak menimbulkan gejala atau masalah gigi lainnya, artinya kondisi ini termasuk dalam kategori asimtomatik. Masih banyak perdebatan mengenai penanganan impaksi gigi yang asimptomatik ini. Namun, sebagian besar ahli tetap menyarankan pencabutan gigi bungsu  untuk mencegah potensi masalah di masa depan. 

2. Operasi pengangkatan

Impaksi gigi bungsu yang menyebabkan rasa sakit atau masalah gigi lainnya perlu diangkat atau dicabut melalui prosedur pembedahan. Tujuan pencabutan gigi bungsu biasanya untuk mencegah infeksi, penyakit gusi, kerusakan gigi, dan terbentuknya kista. Prosesnya meliputi:

  • Sedasi atau anestesi. Dokter biasanya akan memberikan anestesi lokal untuk membuat mulut mati rasa; anestesi sedasi yang menurunkan kesadaran atau bahkan memberikan anestesi umum yang dapat menghilangkan kesadaran.
  • Pencabutan gigi. Selama ekstraksi, dokter gigi atau ahli bedah mulut perlu membuat sayatan di gusi dan menghilangkan tulang yang menghalangi akses ke akar gigi yang impaksi. Setelah mencabut gigi, dokter gigi atau ahli bedah mulut biasanya menutup luka dengan jahitan dan membungkus ruang kosong (soket) dengan kain kasa.

Pencabutan gigi bungsu dapat menyebabkan rasa sakit dan pendarahan, serta pembengkakan pada lokasi atau rahang. Kondisi ini bisa membuat kamu kesulitan saat membuka mulut lebar-lebar karena pembengkakan pada otot rahang. Namun kamu tidak perlu khawatir, karena efek samping pembedahan biasanya hanya bertahan sementara. Dokter akan memberikan instruksi untuk merawat luka dan untuk mengelola rasa sakit dan bengkak, seperti minum obat pereda nyeri dan menggunakan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan.

Pencegahan Gigi Bungsu

Lakukan pemeriksaan gigi rutin setidaknya 6 bulan sekali untuk mengetahui ada atau tidaknya gigi bungsu yang tumbuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila mengalami gejala di atas, periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah pertolongan pertama yang tepat. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Impacted wisdom teeth.
Better Health Channel. Diakses pada 2022. Wisdom teeth.
Healthline. Diakses pada 2022. How to Know If Your Wisdom Teeth Are Coming in.
Diperbarui pada 26 April 2022.