09 July 2018

Hati-Hati, 5 Gerakan Ini Bisa Sebabkan Cedera Saat Olahraga

gerakan yang sebabkan cedera saat olahraga, penyebab cedera, cedera saat olahraga

 

Halodoc, Jakarta – Olahraga memang bagus untuk menunjang kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuh. Meski begitu, tidak semua gerakan dalam olahraga bisa mendukung kamu untuk mendapatkan tubuh yang bugar, terlebih jika kamu salah dalam melakukannya. Oleh karena itulah kamu perlu mengetahui gerakan yang sebabkan cedera saat olahraga agar kamu terhindar dari risiko tersebut saat melakukan latihan. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

Gerakan Lat Pull-Downs

Gerakan lat pull-downs bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot bahu dan tangan. Gerakan ini dilakukan dengan memegang pegangan alat latihan di bagian belakang kepala, lalu menarik pegangan hingga turun ke bawah. Agar tarikan lebih maksimal, bagian paha akan diganjal oleh bantal.

Namun, ternyata salah melakukan gerakan ini bisa menyebabkan risiko cedera pada sendi bahu, bahkan bisa membuat sendi bahu mengalami robek. Pakar ortopedi dari Florida Orthopedic Institute, Jessica Malpeli menuturkan bahwa tanda jika seseorang mengalami cedera bahu saat melakukan gerakan ini sangat mudah, yaitu ketika melakukan gerakan dan bahu menjadi sakit dan terasa tidak nyaman. Jessica pun menyarankan untuk melakukan gerakan ini dengan posisi tangan di depan kepala.

Bicycle Crunch

Gerakan ini menuntut keseimbangan yang bertumpu pada punggung bagian atas dan bawah. Bicycle crunch hampir mirip dengan sit-up, bedanya saat melakukan gerakan ini, lutut akan diangkat bersamaan dengan kepala hingga posisi hidung nyaris mencium ujung lutut. Namun, ternyata terlalu cepat melakukan gerakan ini bisa menyebabkan cedera tulang belakang, terlebih pada bagian leher.

Baca juga: 5 Cedera yang Sering Dialami Para Runner

Tak hanya itu, bicycle crunch juga berpotensi menimbulkan kekakuan pada otot punggung di bagian bawah yang berujung pada terjadinya hernia pada tulang belakang. Ini disebabkan karena saat dilakukan dengan kecepatan yang berlebih, tulang belakang bagian atas akan mengalami kelebihan tekanan, dan kondisi ini akan berdampak pada tulang belakang bagian lumbar.

The Romanian Deadlift

Lebih dikenal dengan gerakan angkat beban, the romanian deadlift ternyata sangat berisiko menyebabkan cedera pada punggung, meski gerakan ini sebenarnya sangat baik untuk pinggul dan punggung apabila dilakukan dengan cara yang benar. Tentunya, posisi kaki dan jarak antara kedua kaki harus tepat, sehingga ketika beban diangkat, otot paha hingga tulang bagian belakang dan otot pantat tidak bekerja terlalu keras dalam menahan beban.

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan gerakan ini dengan pendampingan pelatih dan beban yang tidak terlalu berat sebagai tahap awal. Ini dilakukan untuk menghindari otot jadi terkejut atau kejang saat mengangkat beban, terlebih jika kamu masih pemula dan baru pertama kali melakukannya.

Pull-up

Gerakan yang bisa menjadi penyebab cedera saat olahraga berikutnya adalah pull-up atau mengangkat badan dengan bertumpu pada kekuatan otot tangan. Gerakan ini amat rentan menyebabkan cedera bahu jika kamu melakukannya tanpa berhati-hati. Pull-up tidak hanya sebatas menarik tubuh ke atas, diperlukan koordinasi otot tubuh bagian bawah untuk mendukung tubuh agar terangkat ke atas.

Cara melakukan gerakan ini dengan aman adalah memulai dari tahap bergelantungan dengan posisi kedua tangan lurus ke atas. Perlahan-lahan, tarik tubuh ke atas, lalu turunkan lagi. Agar tidak terjadi cedera, jangan langsung menarik tubuh secara maksimal, tariklah dengan interval kenaikan sebesar lima senti setiap tahapannya.

Baca juga: Inilah 4 Cedera yang Jadi Langganan Pemain Sepak Bola

The Overhead Squat

The overhead squat adalah gerakan lanjutan dari the romanian deadlift. Gerakan mengangkat beban di atas kepala dan mempertahankannya dengan bertumpu pada kekuatan otot paha hingga telapak kaki ini juga sangat rentan akan cedera, terutama pada bahu, rahim, leher, dan lumbal. Meski begitu, jika dilakukan dengan teknik yang tepat, gerakan ini bisa meningkatkan kekuatan otot lutut dan pinggul.

Supaya terhindar dari gerakan yang sebabkan cedera saat olahraga ini, maka kamu perlu melakukannya dengan benar. Caranya, pastikan punggung kamu tetap berada dalam posisi lurus pada saat kamu akan menaikkan atau menurunkan beban. Saat kamu merasa punggung melengkung ketika mengangkat dan menurunkan beban, hentikan latihan dengan segera.

 

Itu tadi lima gerakan yang bisa menjadi penyebab cedera saat olahraga yang perlu kamu waspadai. Lakukan pemanasan sebelum latihan, agar otot dan sendi lebih relaks dan siap untuk menjalankan aktivitas berat. Jangan sepelekan cedera, segera atasi dengan mengoleskan obat antinyeri sendi. Kamu bisa mendapatkan obat tersebut dengan memesan melalui aplikasi Halodoc. Download aplikasi Halodoc terlebih dahulu, pilih layanan Apotek Antar, dan pilih obat yang akan kamu beli. Mudah kan?