13 August 2018

Hati-hati Pakai Pelembap Setelah Mandi

hati-hati pakai pelembap setelah mandi

Halodoc, Jakarta – Mengoleskan pelembap di seluruh tubuh setelah mandi adalah kebiasaan yang sering kita terapkan. Rutinitas ini diyakini dapat menjaga kelembapan kulit. Sayangnya, pengaplikasian pelembap tidak selamanya baik. Justru kamu harus menghindari pakai pelembap setelah mandi.

Sebenarnya bukan salah di pengaplikasian pelembapnya, tetapi jenis pelembapnya. Pernyataan ini berdasarkan pertimbangan kesehatan dari American Academy of Dermatology (ADD). Jenis kulit juga menjadi pertimbangan kandungan pelembap seperti apa yang kamu butuhkan untuk diaplikasikan setelah mandi.

Selain itu, hindari memakai pelembap setelah mandi bila jeda antara pengaplikasian pelembap dan waktu selesai mandi berjeda terlalu panjang. Kamu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal kalau kamu mengaplikasikan pelembap dengan jeda yang panjang dari waktu selesai mandi.

Maka waktu yang paling baik untuk mengaplikasikan pelembap adalah benar-benar setelah mandi. Karena di momen itu air masih tertinggal atau pun tersimpan di dalam kulit. Penggunaan pelembap dapat mengunci sisa air, sehingga dapat lebih mempertahankan kelembapan kulit. Baca juga: Hobi Baca? Hindari 5 Kebiasaan Ini Supaya Mata Tetap Sehat

Jenis pelembap yang baik digunakan setelah mandi adalah pelembap yang tidak mengandung asam salisilat, alkohol, dan benzoil peroksida yang tidak baik untuk kesehatan kulit. Aroma favorit memang menyenangkan bila dibaluri di sekujur kulit, tapi akan lebih baik lagi bila kamu tidak mengenyampingkan manfaatnya.

Tips Memilih Pelembap

Jenis pelembap yang tepat adalah salah satu cara untuk menjaga kelembapan kulit secara maksimal. Salah-salah jenis pelembap, bisa-bisa kulitmu jadi bermasalah. Kalau kamu memiliki kulit kering, ada baiknya menggunakan produk pelembap bertekstur krim atau balm. Hindari juga bahan yang mengandung pewangi buatan untuk menghindari risiko iritasi.

Jika kamu memiliki kulit berminyak, pilihlah pelembap yang bertekstur lebih cair dari krim atau gel. Hal tersebut dimaksudkan supaya pelembap dapat menyerap lebih cepat tanpa meninggalkan rasa lengket. Kamu juga bisa mencoba produk water based atau bebas minyak. Baca juga: Ini Alasan Pelembap Tubuh dan Tangan Harus Beda

Mengaplikasikan pelembap juga tidak sembarangan, jangan hanya sekadar mengusapkannya saja tetapi juga lakukan pemijatan supaya menyerap sempurna. Gerakan melingkar ataupun memutar dapat membuat kulit lebih menyerap pelembap lebih maksimal.

Menjaga Kelembapan Kulit Setelah Mandi

Selain mengaplikasikan pelembap, faktor lain yang harus diperhatikan adalah lingkungan kamu beraktivitas. Terlalu sering menghabiskan waktu di ruangan bersuhu dingin akan membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Namun, terlalu banyak berkegiatan di luar bersama terik matahari dan polusi juga membuat kulit kering.

Bila kamu berhadapan dengan kondisi cuaca ekstrem seperti ini, ada baiknya kamu mengaplikasikan pelembap secara berulang dan mengenakan pakaian panjang untuk melindungi kulit dari terpaan cuaca ekstrem.

Menjaga kesehatan kulit dari dalam juga penting dilakukan, salah satunya adalah menjaga konsumsi air putih tetap seimbang dan secukupnya. Makan banyak sayur dan buah juga bisa jadi kebiasaan lain lagi untuk menjaga kesehatan kulit. Menghindari stres juga perlu dilakukan supaya kulit tidak ikutan stres, terlihat kusam, dan tidak bercahaya.

Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai manfaat menggunakan pelembap, cara menggunakan pelembab, serta apakah memang sebaiknya perlu menghindari penggunaan pelembap setelah mandi, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Kamu juga bisa mendapatkan informasi terbaik mengenai kesehatan, diet, nutrisi, atau jenis penyakit dan  pencegahannya di sini. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.