• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Risiko Gangguan Tulang Belakang di Tempat Kerja

Hati-Hati, Risiko Gangguan Tulang Belakang di Tempat Kerja

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hati-Hati, Risiko Gangguan Tulang Belakang di Tempat Kerja

Halodoc, Jakarta - Banyak pekerjaan menempatkan pekerja pada risiko tinggi untuk cedera atau gangguan tulang belakang di tempat kerja. Melalui laporan yang diterbitkan oleh Bureau of Labor Statistics pada 2003, terdapat 4,4 juta kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang tidak fatal di industri swasta. 

Memang, tidak semua 4,4 juta kasus adalah cedera atau gangguan yang terkait tulang belakang. Namun, dalam laporan sebelumnya, sekitar 880.000 kasus adalah cedera terkait nyeri punggung. Lantas, sebesar apa risiko dan pekerjaan apa saja yang berisiko menyebabkan gangguan tulang belakang?

Baca juga: Penyebab 3 Kelainan Tulang Belakang

Risiko Gangguan Tulang Belakang di Tempat Kerja 

Risiko gangguan tulang belakang di tempat kerja dapat meningkat pada beberapa jenis pekerjaan. Terutama jenis pekerjaan fisik yang berat, banyak gerakan membungkuk dan memutar, mengangkat benda berat, postur tubuh yang kurang tepat saat bekerja, getaran seluruh tubuh, dan postur kerja statis (berdiri atau duduk lama).

Lebih jelasnya, berikut ini jenis pekerjaan yang berisiko tinggi menyebabkan gangguan tulang belakang di tempat kerja:

1.Pekerja Konstruksi 

Orang yang bekerja di lokasi konstruksi menghabiskan banyak waktu berulang kali untuk mengangkat, membungkuk, membawa, dan menarik. Gerakan berulang dapat berisiko menyebabkan cedera dan sakit punggung. 

Belum lagi pekerja konstruksi yang sering menaiki tangga atau bekerja di perancah, risiko jatuh dan mengalami cedera tulang belakang lebih tinggi lagi. Cedera tulang belakang yang serius akibat jatuh dapat menyebabkan kecacatan dan terkadang mengancam jiwa.

2.Pekerja Rumah Perawatan dan Perawat 

Risiko gangguan tulang belakang di tempat kerja juga mengintai pekerja rumah perawatan dan perawat. Pekerja panti jompo berada pada risiko tinggi untuk sakit punggung dan cedera tulang belakang. 

Bureau of Labor Statistics melaporkan hampir 80 persen dari semua cedera punggung dan bahu diakibatkan oleh pasien yang bergerak. Memindahkan pasien antara tempat tidur, bak mandi, dan toilet membutuhkan gerakan mengangkat, menahan, menarik mendorong, atau membalikkan.

Baca juga: Sakit Tulang Belakang? Waspada Gejala Stenosis Spinal

3.Pekerja Gudang 

Bekerja di gudang sering kali memerlukan gerakan mengangkat, membungkuk, memutar, dan posisi tubuh yang canggung. Beberapa pekerjaan gudang bahkan memerlukan pengoperasian truk atau kendaraan industri yang menyebabkan getaran seluruh tubuh. Paparan getaran yang berkepanjangan sering menyebabkan sakit punggung.

4.Dokter Gigi dan Ahli Bedah 

Kamu mungkin tidak menyangka, tetapi kedua profesi ini membutuhkan posisi berdiri yang lama, membungkuk, membungkuk, dan posisi tubuh yang canggung. Pekerjaan ini menjadi intens secara mental dan berisiko menyebabkan nyeri leher dan punggung.

5.Penata Taman dan Tukang Kebun 

American Chiropractic Association memasukkan penata taman dalam daftar 10 pekerjaan teratas yang menyebabkan sakit punggung dan gangguan tulang belakang di tempat kerja. Pemangkasan pohon dan penanaman melibatkan gerakan mengangkat, menggapai, dan membungkuk. Gerakan berulang berisiko menyebabkan cedera tulang belakang.

Selain itu, penggunaan alat-alat tangan yang berulang juga dapat menyebabkan gangguan yang menyakitkan seperti carpal tunnel syndrome dan thoracic outlet syndrome. Sindrom outlet toraks adalah kompresi saraf dan pembuluh darah antara leher dan bahu.

Baca juga: Jarang Disadari, Waspadai 4 Penyakit Tulang Ini

6.Pegawai Toko 

Pegawai toko dan ritel sering kali harus berdiri di satu tempat untuk waktu yang lama. Mereka juga dapat bertugas untuk mengangkat dan mengemas barang, yang dapat menyebabkan sakit leher dan punggung. 

Itulah pekerjaan yang berisiko tinggi menyebabkan gangguan tulang belakang di tempat kerja. Selain pekerjaan-pekerjaan tersebut, sebenarnya masih banyak bidang pekerjaan lain yang berisiko dan tidak bisa disebutkan satu-persatu.

Misalnya saja sopir bus dan taksi, pilot, tukang roti, tukang kayu, petugas medis darurat, petani, pemadam kebakaran, polisi, petugas kebersihan, dan pegawai kantor yang harus duduk seharian. Intinya, setiap pekerjaan yang mengharuskan untuk melakukan gerakan berulang, atau duduk dan berdiri terlalu lama, berisiko tinggi akan cedera tulang belakang. 

Lantas, bagaimana solusinya yang tepat? Jika kamu mungkin tidak bisa meninggalkan pekerjaan kamu, lakukan peregangan setiap beberapa jam sekali di tempat kerja, minum air putih yang banyak, dan istirahat yang cukup, sebagai langkah pencegahan.

Bila merasa ada keluhan seperti nyeri punggung, pinggang, atau leher, jangan memaksakan diri. Segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan. Kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter dan membeli obat dengan mudah dan cepat.

Referensi:
Spine Universe. Diakses pada 2021. High-risk Jobs: Is Your Job Putting Your Spine at Risk?
Health and Safety Executive. Diakses pada 2021. Back Pain.