Hematoma alias Lebam, Kompres Air Hangat atau Dingin?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hematoma alias Lebam, Kompres Air Hangat atau Dingin?

Halodoc, Jakarta – Ketika mengalami benturan dengan benda keras, hematoma atau luka lebam biasanya dapat muncul. Meski hanya tampak perubahan warna pada kulit, lebam terjadi karena pecahnya pembuluh darah kapiler yang dapat menyebabkan rasa nyeri. Ketika mengalami lebam, sebaiknya kompres air hangat atau dingin, ya?

Sebenarnya, bisa dua-duanya. Hanya saja, waktu pengompresannya berbeda. Pada dua hari awal lebam, sebaiknya kompres area lebam dengan menggunakan air dingin atau es. Sebab, suhu dingin dapat meredakan pembengkakan dan peradangan yang terjadi. Tak hanya itu, kompres air dingin juga dapat membantu meminimalisasi jumlah darah yang keluar dari pembuluh darah kecil ke jaringan di sekitarnya.

Baca juga: Mirip Memar Kemerahan, Ketahui Fakta Hematoma

Namun, hindari menempelkan langsung es ke kulit. Gunakanlah handuk atau kain untuk membalut es, lalu kompres pada area lebam selama 20 hingga 30 menit. Lakukan hal ini secara berkala selama dua hari. Barulah setelah itu, ganti kompres dingin dengan kompres air hangat.

Sebab, kompres air hangat dapat memperlancar aliran darah, serta mempercepat perubahan warna kulit agar kembali seperti semula. Sama seperti kompres air dingin, gunakanlah handuk atau kain ketika melakukan kompres air hangat. Celupkan handuk atau kain ke air hangat, lalu kompres pada area lebam selama 10 menit. Lakukan secara berkala, sebanyak dua atau tiga kali secara rutin hingga lebam benar-benar sembuh.

Baca juga: Cedera Benturan Bisa Sebabkan Hematoma

Umumnya, hematoma atau lebam dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika kamu merasa tidak nyaman dengan lebam yang dialami, kamu bisa mempercepat proses pemulihan lebam dengan mengoleskan salep atau gel yang mengandung heparin sodium.

Diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc terlebih dahulu, untuk mendapatkan resep salep atau gel yang cocok dengan lebam yang dialami. Setelah mendapatkan resep, kamu juga bisa langsung beli salep atau gelnya di aplikasi. Dalam waktu satu jam, obatmu akan dikirim ke alamatmu.

Namun, jika kondisi hematoma atau lebam yang dialami tak kunjung hilang dalam beberapa minggu, sebaiknya segera periksakan ke dokter, untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: Hati-Hati Risiko Hematoma yang Berbahaya untuk Kesehatan

Kenali Perkembangan Hematoma atau Lebam dari Perubahan Warnanya

Cepat atau lambatnya penyembuhan hematoma atau lebam tergantung pada seberapa parah benturan yang terjadi, dan letak luka. Berikut ini tahap perubahan warna lebam yang bisa menandai proses penyembuhannya:

  • Merah. Warna ini didapat sesaat setelah terbentur. Selain merah, kamu juga akan menyadari bagian tubuh yang terbentur menjadi sedikit bengkak dan terasa nyeri ketika disentuh.
  • Kebiruan hingga ungu gelap. Biasanya, satu atau dua hari setelah benturan, warna lebam akan menjadi kebiruan atau ungu gelap. Perubahan warna ini disebabkan oleh minimnya asupan oksigen dan juga pembengkakan di area sekitar lebam. Kondisi ini membuat hemoglobin yang berwarna merah akan berubah menjadi biru.
  • Hijau pucat. Memasuki hari keenam, warna lebam akan berubah menjadi kehijauan. Hal ini menjadi tanda bahwa hemoglobin yang terdapat dalam darah mulai terurai dan proses penyembuhan sedang berlangsung.
  • Kuning kecoklatan. Setelah seminggu, luka lebam akan berubah warna menjadi lebih terang, yaitu kuning pucat atau cokelat muda. Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses penyembuhan lebam. Setelah tahap ini, lebam tidak akan berubah warna lagi, melainkan menghilang secara perlahan dan kembali ke warna asli kulit.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Bruises.
Healthline. Diakses pada 2019. The Colorful Stages of Bruises: What’s Going on in There?