14 November 2018

Mirip Memar Kemerahan, Ketahui Fakta Hematoma

Mirip Memar Kemerahan, Ketahui Fakta Hematoma

Halodoc, Jakarta – Hematoma adalah penyakit yang ditandai munculnya ruam kemerahan pada kulit. Kondisi ini bisa terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah arteri, vena dan kapiler, sehingga darah keluar menuju jaringan yang bukan tempatnya. Jika dibiarkan, kebocoran darah ini bisa menyebabkan pengidap hematoma kehilangan darah dalam jumlah banyak dan syok.

Tanda dan Gejala Hematoma

Hematoma bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti rongga kepala, di bawah kuku jari atau dalam cuping telinga. Gejala yang timbul biasanya berupa pembengkakan pada area hematoma, sehingga menyebabkan perubahan warna pada area hematoma (menjadi merah keunguan), terasa agak hangat dan nyeri.

Hematoma terdiri dari beberapa jenis, tergantung pada lokasi terjadinya. Berikut ini beberapa jenis hematoma yang perlu diwaspadai:

  • Hematoma intrakranial yang muncul pada rongga kepala. Penyebabnya adalah pembuluh darah yang rusak, misalnya pada beberapa lapisan pelindung otak (hematoma epidural dan subdural) dan dalam jaringan otak (hematoma intraserebral). Hematoma jenis ini harus segera diatasi karena bisa menyebabkan kerusakan otak secara permanen.

  • Hematoma pada kulit kepala, terjadi di luar tengkorak di bawah kulit kepala dan terlihat seperti benjol.

  • Hematoma pada telinga, terjadi saat kumpulan darah muncul di bawah kulit telinga.

  • Hematoma pada sekat hidung, terjadi akibat cedera hidung. Jika tidak segera diatasi, hematoma jenis ini bisa menyebabkan kerusakan pada tulang rawan, hingga robeknya sekat pemisah lubang hidung.

  • Hematoma intramuskular, terjadi pada jaringan otot dan bisa menyebabkan sindrom kompartemen.

  • Hematoma subungual, terjadi akibat cedera tangan dan kaki.

  • Hematoma subkutan, terjadi akibat cedera pada pembuluh darah di bawah kulit.

  • Hematoma intra abdominal, terjadi dalam rongga perut.

Penyebab Hematoma

Penyebab utama hematoma adalah cedera, baik yang disebabkan oleh kecelakaan, terjatuh, terbentur, terkilir, patah tulang, luka tembak atau bersin yang terlampau keras. Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami hematoma adalah:

  • Aneurisma, yaitu tonjolan atau pelebaran abnormal pada pembuluh darah.

  • Penggunaan obat-obatan, seperti obat antikoagulan yang bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan perluasan hematoma.

  • Penyakit tertentu, seperti infeksi virus dan anemia aplastik. Kondisi medis tersebut bisa menyebabkan turunnya jumlah trombosit atau hilangnya fungsi trombosit.

Diagnosis dan Pengobatan Hematoma

Diagnosis hematoma dilakukan dengan pemeriksaan fisik, terutama pada area hematoma. Pemeriksaan fisik, misalnya dengan  CT scan dilakukan untuk melihat hematoma pada otak atau dalam rongga perut. Pemeriksaan penunjang (seperti foto rontgen) diperlukan untuk mengetahui penyebab, faktor risiko, dan komplikasi yang terjadi. Tes darah mungkin dilakukan untuk mengetahui kadar trombosit serta waktu pembekuan darah.

Pengobatan hematoma dilakukan berdasarkan tingkat keparahan, lokasi, dan kondisi anggota tubuh yang terganggu, misalnya:

  • Hematoma pada kulit dan jaringan lunak diobati dengan mengompres es batu, membalut atau menekan area hematoma secara perlahan untuk menghentikan perdarahan. Cara lainnya adalah mengangkat bagian tubuh yang terkena hematoma lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah ke area perdarahan.

  • Konsumsi obat pereda nyeri. Hal ini dilakukan sesuai dengan anjuran dokter.

  • Tindakan operasi, terutama pada kasus hematoma intrakranial.

Itulah fakta tentang hematoma yang perlu diketahui. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar hematoma, tanyakan saja pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: