• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hernia pada Bayi, Kapan Harus Periksa ke Dokter?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hernia pada Bayi, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Hernia pada Bayi, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 Agustus 2021
Hernia pada Bayi, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

“Ibu tentu khawatir ketika menemukan benjolan hernia pada bayi dan bingung harus apa. Sebaiknya, jangan mengurut area benjolan dan segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksa. Dengan begitu, diagnosis pasti dan langkah pengobatan bisa dilakukan sesegera mungkin.”

Halodoc, Jakarta – Menemukan benjolan di sekitar pusar atau alat kelamin bayi? Bisa jadi itu tanda hernia pada bayi. Ya, selain pada orang dewasa, hernia juga dapat terjadi pada bayi, dengan gejala yang bisa berbeda-beda, tergantung jenis yang dialami.

Hernia pada bayi terjadi ketika otot-otot yang menopang organ tubuh mengalami kelainan atau kelemahan. Akibatnya, otot tidak mampu menahan organ pada posisi yang seharusnya, dan muncul tonjolan. Penting untuk mendeteksi hernia sejak dini dan tahu kapan harus ke dokter, sebelum terjadi komplikasi.

Baca juga: Ketahui Apa Saja Penyebab Terjadinya Hernia pada Bayi

Memahami Hernia pada Bayi

Menyoal kapan harus pergi ke dokter ketika bayi mengalami hernia, tentu lebih cepat lebih baik. Saat ibu menjumpai tonjolan atau benjolan aneh di sekitar perut atau alat kelamin bayi, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Hindari mengurut atau menekan benjolan, karena akan memperburuk kondisi. 

Jenis hernia pada bayi yang paling umum terjadi ada dua, yaitu hernia umbilikalis dan inguinalis. Untuk memahaminya, berikut dijelaskan satu persatu:

  1. Hernia Umbilikalis

Hernia jenis ini ditandai dengan benjolan lunak di pusar atau sekitarnya. Penyebab umumnya adalah lubang tali pusar yang tidak tertutup sempurna setelah bayi lahir. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah atau prematur.

Benjolan hernia umbilikalis biasanya dapat membesar ketika bayi tertawa, menangis, atau batuk, lalu mengempis kembali saat sedang diam atau berbaring. Benjolan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, dan bisa hilang dengan sendirinya setelah berusia 1-2 tahun.

Namun, jika benjolan hernia umbilikalis tetap muncul setelah anak berusia 4 tahun, menimbulkan gejala, atau membesar dan berubah warna, sebaiknya segera bawa anak ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Hernia Inguinalis

Hernia jenis ini dapat disebabkan oleh cacat atau kelainan dinding perut. Hal ini membuat sebagian usus masuk ke rongga perut bawah, hingga mencuat ke selangkangan. 

Meski dapat terjadi pada bayi dengan jenis kelamin apapun, hernia inguinalis lebih sering terjadi pada bayi laki-laki, terutama yang lahir prematur. Bila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kondisi ini, bayi berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya juga.

Benjolan hernia inguinalis biasanya muncul di sekitar alat kelamin, seperti di selangkangan atau dekat buah zakar bayi. Ibu bisa mendeteksinya ketika bayi sedang menangis atau aktif bergerak, karena benjolan lebih terlihat saat ini, dan dapat mengempis saat berbaring.  

Pada bayi perempuan, benjolan hernia inguinalis biasanya muncul di selangkangan atau bibir kemaluan (labia). Selain munculnya benjolan, hernia inguinalis juga dapat membuat bayi rewel dan menurun nafsu makannya.

Baca juga: Hernia pada Bayi, Apakah Perlu Menjalani Prosedur Operasi?

Bagaimana Penanganannya?

Seperti dijelaskan sebelumnya, hernia umbilikalis pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya setelah Si Kecil berusia 1-2 tahun. Namun, pada beberapa kasus, hernia jenis ini bisa juga butuh pengobatan berupa operasi. Terutama jika benjolan terasa sakit, bertekstur keras, atau tidak kunjung mengecil. 

Sementara itu, pada kasus hernia inguinalis, pengobatan yang dapat dilakukan hanyalah operasi. Prosedur operasi dilakukan untuk mencegah tonjolan bertambah besar atau mengeras. Bila kondisi ini dibiarkan, risiko komplikasi seperti rusaknya jaringan tubuh permanen bisa terjadi.

Hindari memberi pertolongan pertama seperti mengurut benjolan yang muncul, karena dapat memperburuk kondisi. Agar tahu kondisi hernia pada bayi dengan jelas, sebaiknya gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit ketika menemukan benjolan pada perut atau area kelamin bayi, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Referensi:
Lucille Packard Children’s Hospital. Diakses pada 2021. Inguinal and Umbilical Hernias in Children.
Baby Center. Diakses pada 2021. Hernias.
Healthy Children. Diakses pada 2021. Inguinal Hernia in Infants & Children.
Kids Health. Diakses pada 2021. For Parents. Hernias
WebMD. Diakses pada 2021. Inguinal Hernia.
WebMD. Diakses pada 2021. Umbilical Hernia in Children.