• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Herpes Bisa Terjadi pada Bayi, Apa Sebabnya?

Herpes Bisa Terjadi pada Bayi, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tak hanya pada orang dewasa, herpes juga bisa terjadi pada bayi, lho. Penyebabnya adalah infeksi virus herpes simpleks. Namun, jenis yang paling sering menyebabkan herpes pada bayi adalah virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1), meski terkadang virus herpes simpleks tipe 2 juga bisa menyerang bayi.

Penularan virus HSV dapat terjadi melalui kontak kulit, air liur, atau saat bayi menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus herpes. Virus ini juga dapat dengan mudah menular ketika bersentuhan dengan lepuh pengidap herpes, misalnya pada kulit atau bibirnya. Jadi, sebaiknya jangan biarkan Si Kecil dicium oleh sembarang orang, ya!

Baca juga: Kenali Jenis Herpes yang Bisa Menyerang Mulut dan Bibir

Bagaimana Gejala Herpes pada Bayi?

Gejala herpes pada bayi ditandai dengan luka melepuh yang muncul di sekitar mulut, hidung, pipi, dan dagu. Dalam beberapa hari, luka akan pecah dan membentuk kerak, yang biasanya sembuh dalam 1–2 minggu. Selain itu, herpes pada bayi juga bisa menyebabkan beberapa gejala berikut:

  • Demam.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Rewel dan sering menangis.
  • Tidak mau makan atau minum.
  • Gusi bengkak.
  • Air liur menetes.
  • Kulit dan matanya tampak kuning.
  • Lemas dan kurang responsif ketika dipanggil atau diajak bermain.
  • Muncul ruam dan luka melepuh di kulit.

Biasanya, luka lepuh akibat herpes bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu. Namun, ketika bayi mengalami luka melepuh akibat herpes, ia akan merasa kesakitan dan rewel serta kurang mau makan dan minum. Hal ini akan membuatnya rentan mengalami dehidrasi.

Jika tidak segera diobati, herpes pada bayi juga bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan, otak, atau sistem saraf. Oleh karena itu, segera periksakan Si Kecil ke dokter jika ia menunjukkan gejala-gejala herpes. Agar lebih mudah dan cepat, download saja aplikasi Halodoc dan gunakan untuk buat janji dengan dokter anak di rumah sakit.

Baca juga: 4 Bahaya Herpes Simpleks yang Masih Jarang Orang Tahu

Jangan Sepelekan Herpes pada Bayi

Jika tidak diberi penanganan yang tepat dan sedini mungkin, virus herpes dapat dengan mudah menyebar ke organ tubuh lain, seperti mata, paru, ginjal, hati, dan otak bayi. Jika infeksi herpes sudah menyerang berbagai organ, bayi dapat mengalami gangguan kesehatan yang sangat serius, seperti kejang, penurunan kesadaran, sesak napas, kebutaan, hingga radang otak.

Infeksi virus herpes juga berisiko tinggi mengancam nyawa bayi. Oleh karena itu, herpes pada bayi perlu mendapatkan penanganan dari dokter segera. Penanganan yang dilakukan oleh dokter biasanya bertujuan untuk meringankan gejala dan membantu proses pemulihan herpes pada bayi, serta mencegah komplikasi yang berbahaya.

Penanganan dan Pencegahan Herpes pada Bayi

Dalam menangani herpes pada bayi, dokter biasanya akan memberikan obat antivirus, seperti acyclovir, melalui infus. Bayi juga akan diberi asupan cairan melalui infus untuk mengatasi atau mencegah dehidrasi. Selain itu, dokter juga mungkin akan memberi bantuan pernapasan dan oksigen jika bayi mengalami sulit bernapas.

Baca juga: Waspada, Virus Herpes Mampu Sebabkan Sarkoma Kaposi

Sementara itu, pada ibu hamil yang mengidap herpes genital, dokter mungkin akan menyarankan metode persalinan caesar untuk mencegah penularan virus herpes pada bayinya melalui jalan lahir. Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi virus herpes juga mungkin akan diberikan pengobatan dengan obat antivirus.

Lalu, bagaimana jika ibu atau anggota keluarga lain ada yang terinfeksi herpes? Berikut beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Hindari mencium bayi.
  • Cuci tangan hingga bersih setiap ingin menyentuh bayi.
  • Selalu bersihkan payudara terlebih dahulu sebelum menyusui bayi.
  • Tutup luka yang melepuh di kulit atau bibir dengan kasa steril.

Segera periksakan Si Kecil ke dokter anak jika ia menunjukkan gejala-gejala herpes. Dengan penanganan sedini mungkin dari dokter, risiko bayi untuk mengalami komplikasi berbahaya akibat herpes bisa diminimalisir

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Herpes Simplex Virus.
University of Rochester Medical Center. Diakses pada 2020. Herpes Simplex Virus (Cold Sores) in Children.
Boston Children’s Hospital. Diakses pada 2020. Neonatal Herpes Simplex Symptoms & Causes.