30 May 2018

Hindari Mengatakan ini Saat Anak Laki-laki Menangis

Hindari Mengatakan ini Saat Anak Laki-laki Menangis

Halodoc, Jakarta – Menangis adalah hal yang wajar dilakukan oleh anak-anak. Entah karena menginginkan sesuatu, merasa bosan, bahkan saat sedang sakit, anak biasanya akan menangis. Nyatanya cara tersebut cukup ampuh sehingga menjadi cara komunikasi “favorit” anak.

Sayangnya, menangis identik dengan hal-hal yang negatif dan dianggap menunjukkan kelemahan seorang anak. Ditambah lagi adanya anggapan bahwa anak laki-laki tidak boleh lemah, artinya ia tidak boleh menangis. Sehingga ketika anak menangis, tak jarang orangtua malah memarahinya. Padahal respon orang tua yang kurang tepat saat anak menangis bisa memberi efek yang kurang baik, lho!

(Baca juga: Jangan Ditahan, Menangis Ternyata Ada Manfaatnya)

Saat anak laki-laki menangis, orang tua mungkin akan secara tidak sadar mengatakan “jangan menangis, cengeng banget sih kayak perempuan,”. Nah, hal itu sama sekali tidak tepat dan tidak boleh dikatakan. Karena secara tidak langsung, respon tersebut akan membunuh karakter anak, baik pada anak laki-laki maupun perempuan.

Ucapan seperti itu pun akan sangat menyakiti hati Si Kecil. Selain itu, menangis sama sekali bukan tanda kelemahan dan hanya dimiliki perempuan. Menangis adalah sebuah bentuk ekspresi terhadap perasaan yang sedang dialami. Dan dalam masa perkembangan anak, menunjukkan ekspresi adalah satu hal yang harus dilakukan.

Melarang anak menangis hanya karena jenis kelamin malah bisa membuatnya rentan terhadap depresi. Malah dalam jangka panjang, anak laki-laki yang sering “dipaksa” untuk tidak menangis dan menekan perasaan cenderung tumbuh menjadi sosok yang mengalami masalah dengan anger management alias kesulitan mengontrol amarah.

Selain itu, melarang Si Kecil menangis bisa membuatnya melakukan hal yang sama pula di kemudian hari. Alih-alih menjadi kuat, anak yang sering dilarang menangis malah bisa berubah menjadi orang yang tidak memiliki empati. Hal ini tentu sama sekali bukan hal yang baik, hal ini mungkin akan terbawa sampai ia berumah tangga.

(Baca juga: Anak Cengeng ada Penyebabnya, Jangan Dimarahi)

Agar Menangis tidak Menjadi Kebiasaan

Tak hanya tanda kelemahan, ada banyak alasan yang kerap dijadikan pembenaran terhadap orang tua yang melarang anak laki-laki menangis. Salah satunya adalah untuk menghindari anak menjadi terlalu cengeng dan kebiasaan melakukan hal tersebut.

Pandangan seperti itu sebenarnya tidak salah, tapi bukan berarti Si Kecil sama sekali tidak boleh menangis. Menangis adalah hal yang normal dan boleh dilakukan oleh siapa saja. Daripada melarang dan memarahi anak yang menangis, lebih baik ajarkan ia mengenali dan mengontrol emosinya.

Biarkan ia untuk sesekali meluapkan emosi dengan cara menangis, jika memang hal itu layak ditangisi. Namun jika anak menangis karena hal sepele, kamu bisa mencoba untuk menyampaikan “jangan menangis, bilang saja kamu maunya apa,” atau bisa juga dengan mengatakan bahwa anak boleh menangis karena beberapa hal saja, misalnya saat sakit, kesal, atau dipukul seseorang.

(Baca juga: Ibu, Hindari Meninggalkan Bayi yang Menangis di Malam Hari)

Cara tersebut bisa membantu agar Si Kecil tak menangis karena hal-hal yang tidak perlu. Jangan malah mengajari anak untuk menekan emosi dan mengabaikan perasaannya. Hal itu bisa berdampak buruk pada perkembangan emosional anak dalam jangka panjang. Ingat, orang tua harus membiarkan anak mengekspresikan dirinya sendiri dan jangan pernah menghakimi.

Orangtua juga jangan sampai abai terhadap tangisan anak. Bisa jadi ia menangis karena merasa ada masalah dengan kesehatan tubuhnya. Kalau anak sakit, segera hubungi dokter di Halodoc lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat agar anak lebih cepat sembuh. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!