Alami Hiperemesis Gravidarum, Benarkah Berpotensi Keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Alami Hiperemesis Gravidarum, Benarkah Berpotensi Keguguran?

Halodoc, Jakarta – Hiperemesis gravidarum adalah morning sickness yang tergolong ekstrem. Kondisi ini membuat ibu hamil mengalami mual dan muntah berkepanjangan, sakit kepala, jantung berdebar, sulit menelan makanan atau minuman, mengeluarkan air liur berlebihan, serta sensitif terhadap aroma. Lantas, benarkah jika ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum berpotensi mengalami keguguran? Ketahui faktanya di sini.

Baca Juga: Hiperemesis Gravidarum Bukan Morning Sickness, Ini Perbedaannya

Benar, Hiperemesis Gravidarum Berpotensi Sebabkan Keguguran

Hiperemesis gravidarum umumnya hilang pada trimester kedua kehamilan. Namun pada kasus yang parah dan tidak mendapat penanganan segera, hiperemesis gravidarum membuat ibu hamil rentan mengalami preeklamsia hingga keguguran. Kondisi ini dapat memicu sumbatan darah dan meningkatkan kadar racun dalam tubuh yang mengancam nyawa janin di dalam kandungan.

Komplikasi lain yang timbul akibat hiperemesis gravidarum, yaitu penurunan berat badan, dehidrasi, konstipasi, peningkatan kadar asam keton dalam darah dan urine (ketosis), hipotensi, deep vein thrombosis (DVT), serta berat badan bayi rendah. Selain berdampak pada fisik, hiperemesis gravidarum bisa menurunnya kualitas hidup pengidap dan menyebabkan masalah psikologis (seperti stres, bingung, cemas, hingga putus asa).

Baca Juga: 5 Faktor Risiko Ibu Hamil Mengalami Hiperemesis Gravidarum

Cara Mengatasi Gejala Hiperemesis Gravidarum

Ibu hamil dianjurkan segera bicara pada dokter jika mengalami mual dan muntah berkepanjangan. Biasanya, hiperemesis gravidarum didiagnosis melalui pemeriksaan darah, urine, elektrolit, hingga USG.

Setelah diagnosis ditetapkan, ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum diberikan obat-obatan steroid, vitamin B6 dan B12, serta obat antimual. Pada kasus yang parah, obat anti mual disuntikkan langsung oleh dokter ke dalam otot atau pembuluh vena pengidap. Pemasangan infus juga dilakukan untuk menjaga asupan cairan yang dibutuhkan pengidap agar terhindar dari dehidrasi.

Pengidap dianjurkan melakukan hal berikut guna mengurangi gejala yang muncul:

  • Jauhi aroma menyengat, suara bising, dan paparan cahaya berlebih.

  • Perbanyak istirahat dan kurangi gerak.

  • Gunakan pakaian longgar.

  • Minum air jahe ketika merasa mual.

  • Konsumsi makanan kering (seperti biskuit) secara berkala.

  • Konsumsi makanan sumber karbohidrat tinggi dan rendah lemak.

Pencegahan Hiperemesis Gravidarum

Seorang ibu hamil berisiko tinggi mengalami hiperemesis gravidarum jika pernah mengalami kondisi serupa di kehamilan sebelumnya, ada riwayat keluarga dengan kondisi serupa, mengandung anak perempuan atau kehamilan kembar, serta mengidap hamil anggur.

Jika ibu termasuk orang yang berisiko tinggi, disarankan untuk berbicara pada dokter saat merencanakan kehamilan dan hindari faktor pemicunya. Tujuannya untuk mengurangi risiko hiperemesis gravidarum yang berpotensi mengganggu kehamilan.

Baca Juga: 9 Komplikasi Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil

Itulah fakta tentang hiperemesis gravidarum yang perlu diwaspadai. Kalau ibu punya pertanyaan lain seputar hiperemesis gravidarum, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Ibu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!