5 Faktor Risiko Ibu Hamil Mengalami Hiperemesis Gravidarum

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Faktor Risiko Ibu Hamil Mengalami Hiperemesis Gravidarum

Halodoc, Jakarta – Mual atau morning sickness saat masa awal kehamilan adalah hal yang lumrah bagi ibu hamil. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya meski membuat kondisi ibu hamil tidak nyaman. Normalnya, mual di awal kehamilan akan hilang dalam 12 minggu. Namun, jika morning sickness yang dialami ibu hamil intensitasnya sangat parah, kondisinya disebut dengan hiperemesis gravidarum (HG). Morning sickness dan HG memiliki komplikasi dan efek samping yang berbeda untuk setiap wanita hamil.

Baca Juga: Tidak Alami "Morning Sick" saat Hamil, Normalkah?

Perbedaan Morning Sickness dengan Hiperemesis Gravidarum

Morning sickness dan HG memiliki hubungan dengan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang diciptakan selama kehamilan oleh plasenta. Hormon ini akan sangat cepat diproduksi oleh tubuh pada awal kehamilan. Level mual dan muntah yang dialami ibu hamil akibat hormon HCG ini dapat terus meningkat sepanjang kehamilan. Penting untuk membedakan antara morning sickness dengan hiperemesis gravidarum untuk mengobati gejala dengan tepat.

1. Morning Sickness

Morning sickness biasanya mencakup mual yang terkadang disertai muntah. Kedua gejala ini biasanya hilang setelah 12–14 minggu. Muntah yang dialami ibu hamil masih dalam batas wajar, karena tidak menyebabkan dehidrasi parah. Mual di pagi hari biasanya dimulai pada bulan pertama kehamilan. Kemudian, mual akan hilang pada bulan ketiga atau keempat. Wanita hamil dengan mual di pagi hari bisa mengalami kelelahan dan sedikit kehilangan nafsu makan, sehingga kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa.

2. Hiperemesis Gravidarum

Sedangkan, hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual yang tidak kunjung hilang dan muntah parah, hingga menyebabkan dehidrasi. Maka dari itu, kondisi HG tidak memungkinkan pengidapnya untuk menyimpan makanan atau cairan apapun. Gejala HG dimulai dalam enam minggu pertama kehamilan. HG bisa sangat melemahkan dan menyebabkan kelelahan yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Untuk tahu lebih jelasnya, berikut gejala yang ditimbulkan dari hiperemesis gravidarum.

Baca Juga: Makanan yang Ampuh Usir Morning Sickness

Gejala Hiperemesis Gravidarum

Beberapa gejala HG yang sering muncul, yaitu:

  • Merasakan mual yang berkelanjutan.

  • Kehilangan selera makan.

  • Muntah lebih dari tiga atau empat kali sehari.

  • Mengalami dehidrasi.

  • Merasa pusing.

  • Kehilangan berat badan lebih dari 4,5 kilogram atau lima persen dari berat tubuh akibat mual dan muntah.

Faktor Risiko Hiperemesis Gravidarum

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena HG, yaitu:

  • Memiliki riwayat HG dalam keluarga.

  • Mengandung anak kembar.

  • Kelebihan berat badan.

  • Pertama kali hamil.

  • Mengidap penyakit trofoblas yang timbul ketika ada pertumbuhan sel abnormal di dalam rahim.

Penanganan Hiperemesis Gravidarum

Perawatan untuk HG tergantung pada keparahan gejala yang dialami ibu. Dokter mungkin merekomendasikan metode pencegahan mual alami, seperti mengonsumsi vitamin B6 atau jahe. Cobalah mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Jangan lupa untuk minum banyak cairan agar tetap terhidrasi. Kasus HG yang parah mungkin memerlukan rawat inap. Wanita hamil yang tidak mampu menahan cairan atau makanan karena mual atau muntah yang konstan perlu mendapatkan asupan melalui infus.

Pengobatan diperlukan ketika muntah mengancam kondisi ibu dan bayi. Obat anti mual yang paling umum digunakan adalah promethazine dan meclizine. Obat ini dapat diberikan melalui infus atau sebagai supositoria. Namun, mengonsumsi atau mendapatkan obat saat hamil dapat menyebabkan masalah kesehatan bayi. Tapi dalam kasus HG yang parah, dehidrasi ibu lebih berbahaya, sehingga harus ditangani.

Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Morning Sickness Ini Bisa Dicoba

Sebaiknya, bicarakan dengan dokter tentang risiko terkait dengan metode perawatan apapun selama kehamilan. Ibu enggak perlu repot, sekarang ibu bisa langsung bicara dengan dokter Halodoc melalui fitur  Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!