Hubungan Lebih Bahagia dengan Cukup Tidur?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
tidur, waktu tidur, pola tidur, hubungan pasangan bahagia

Halodoc, Jakarta - Tidur merupakan aktivitas tubuh yang sama pentingnya dengan makan dan berolahraga. Menurut berbagai penelitian, pola tidur yang baik dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Bahkan para peneliti dari Florida State University, seperti dikutip dari Bustle, menyebutkan bahwa waktu tidur yang cukup dapat membuat hubungan pasangan lebih bahagia.

Dalam penelitian tersebut, 68 pasangan yang baru menikah diminta untuk mengisi kuesioner tentang kebiasaan tidur, aspek dalam hubungan, dan kepuasan hubungan secara keseluruhan. Hasilnya, mereka dengan waktu tidur yang cukup memiliki kepuasan hubungan yang lebih tinggi daripada mereka yang kurang tidur.

Penelitian ini juga mengatakan bahwa pria yang memiliki jam tidur yang cukup cenderung lebih bahagia dan tidak merasakan hal-hal negatif dalam hubungannya. Lain halnya dengan mereka yang kurang tidur lebih mudah mengeluh, lebih egois, dan lambat dalam proses berpikir.

Setali tiga uang, penelitian lain yang dilakukan oleh Prof. Wendy Troxel, seperti dikutip dari laman webMD, menyatakan bahwa wanita yang memiliki waktu tidur kurang, lebih cenderung merasakan interaksi negatif terhadap pasangan. Dalam penelitian ini, sebanyak 35 pasangan diuji menggunakan actigraphy, alat untuk merekam aktivitas tubuh, selama 10 malam.

Kemudian, mereka diminta untuk mencatat interaksi dengan pasangan setiap pagi harinya. Hasilnya, wanita yang memiliki waktu tidur yang kurang cenderung lebih mudah merasakan berbagai perasaan negatif terhadap pasangan. Begitu pula sebaliknya.

Berdasarkan dua penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa tidur dapat membantu orang untuk melakukan self-regulatory (regulasi diri), yang membuat seseorang mampu berpikir jernih dalam segala situasi, termasuk dalam menghadapi pasangan. Mereka yang memiliki pola tidur yang baik akan cenderung dapat menghargai dan memahami pasangan, berpikiran positif, dan bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Kendati demikian, para ahli dalam penelitian-penelitian tersebut juga tidak dapat memastikan bahwa pasangan yang memiliki waktu tidur yang kurang, tidak bahagia. Sebab pada beberapa kasus, pasangan yang memiliki jam tidur sedikit juga terbilang bahagia, selama pada malam hari digunakan untuk saling mendekatkan diri dan menjaga keintiman, seperti misalnya bercengkerama sebelum tidur.

Berapa Jam Waktu Tidur yang Ideal?

Bicara tentang waktu tidur yang cukup, mungkin kamu bertanya-tanya, sebenarnya berapa jam sih waktu tidur yang ideal? Jawabannya adalah, tergantung pada usia dan kebutuhan tidur masing-masing orang. Sebab, setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda.

Dikutip dari Independent, National Sleep Foundation (NSF) dan panel yang terdiri dari 18 ilmuwan medis, meneliti berapa jumlah waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk tidur, sesuai dengan usia. Hasilnya, untuk orang dewasa, dikategorikan menjadi 2, yaitu orang dewasa muda pada rentang usia 18-25 tahun dan orang dewasa pada rentang usia 26-64 tahun.

Baik orang dewasa muda maupun orang dewasa, waktu tidur ideal yang diperlukan adalah 7 hingga 9 jam per hari. Namun, jumlah jam tersebut hanyalah rekomendasi. Pada praktiknya, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi waktu tidur yang dibutuhkan seseorang, seperti gaya hidup dan kesehatan.

Untuk mendapatkan informasi lebih jelas tentang tidur, kamu bisa bertanya langsung pada dokter dengan memanfaatkan fitur Chat, Voice/Video Call pada aplikasi Halodoc. Jangan lupa juga untuk download aplikasi Halodoc untuk mendapatkan kemudahan memesan obat kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: