• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidur Cukup Bisa Bikin Bahagia, Ini Faktanya

Tidur Cukup Bisa Bikin Bahagia, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kalau kamu menganggap tidur cukup hanya memberikan dampak pada bangun segar di pagi hari, ternyata tidak. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Psychological Association, disebutkan kalau tidur cukup dapat membuat seseorang lebih bahagia, sehat, dan merasa aman.

Menguatkan data dari American Psychological Association, hasil penelitian dari Florida State University menyebutkan kalau tidur sama pentingnya dengan aktivitas makan dan olahraga. Tidur yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan, fisik, dan mental. Simak pembahasannya di bawah ini!

Menguatkan Hubungan Antar Pasangan

Hasil penelitian dari Florida State University juga menunjukkan kalau kebiasaan tidur dapat menguatkan hubungan antar pasangan.  Dalam penelitian tersebut, dilakukan penelitian terhadap 68 pasangan yang baru menikah dam diminta untuk mengisi kuesioner tentang kebiasaan tidur, aspek dalam hubungan, dan kepuasan hubungan secara keseluruhan.

Baca juga: Ini Efek Ganja pada Kesehatan Tubuh

Hasilnya, mereka dengan waktu tidur yang cukup memiliki kepuasan hubungan yang lebih tinggi daripada mereka yang kurang tidur. Penelitian yang sama juga mengungkapkan kalau laki-laki yang memiliki jam tidur yang cukup, cenderung lebih bahagia dan tidak merasakan hal-hal negatif dalam hubungannya. Lain halnya dengan mereka yang kurang tidur lebih mudah mengeluh, lebih egois, dan lambat dalam proses berpikir.

Dampak tidur yang cukup tidak hanya terjadi pada laki-laki, tetapi juga perempuan. Dikatakan kalau perempuan yang memiliki durasi tidur yang kurang, lebih cenderung merasakan interaksi negatif terhadap pasangan.

Berdasarkan dua penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa tidur dapat membantu orang untuk lebih berpikir jernih dalam segala situasi, termasuk dalam menghadapi pasangan. Mereka yang memiliki pola tidur yang baik cenderung dapat menghargai dan memahami pasangan, berpikiran positif, dan bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Baca juga: Tetap Waspada, Lakukan Langkah Pencegahan Virus Corona

Kendati demikian, para ahli dalam penelitian-penelitian tersebut juga tidak dapat memastikan bahwa pasangan yang memiliki waktu tidur yang kurang, tidak bahagia. Sebab pada beberapa kasus, pasangan yang memiliki jam tidur sedikit juga terbilang bahagia, selama pada malam hari digunakan untuk saling mendekatkan diri dan menjaga keintiman.

Perlu diketahui keintiman yang dimaksud tidak hanya seks tetapi juga mengobrol, saling mencurahkan perasaan, dan sesederhana berpelukan. Jika kamu merasa kurang intim dengan pasangan dan butuh rekomendasi profesional kesehatan untuk mengatasi problemmu, tanyakan langsung saja di Halodoc.

Dokter serta psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Durasi Tidur Ideal

Pernahkah kamu selama seminggu tidur dalam kurun waktu kurang dari empat jam? Sebaiknya kamu tidak lagi melakukan ini. Soalnya tidur malam selama empat jam dapat membuat defisit otak yang parah dan berpengaruh terhadap kemampuan fokus, perhatian, ingatan dan fungsi kognitif lainnya.

Nah, tidur siang sendiri sebenarnya dapat membantu menebus hutang tidur malammu. Namun, tidak bisa menganggantikan jam istirahat malam yang seharusnya dilakukan. Ada manfaat kesehatan jangka panjang jika kamu mempertahankan pola tidur yang konsisten.

Bicara tentang waktu tidur yang cukup mungkin kamu bertanya-tanya, sebenarnya berapa jam waktu tidur yang ideal? Jawabannya adalah, tergantung pada usia dan kebutuhan tidur masing-masing orang. Sebab, setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda.

Menurut hasil penelitian dari National Sleep Foundation (NSF) baik orang dewasa muda (18-25 tahun) maupun orang dewasa (26-64 tahun), waktu tidur ideal yang diperlukan adalah 7 hingga 9 jam per hari. Namun, jumlah jam tersebut hanyalah rekomendasi. Pada praktiknya, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi waktu tidur yang dibutuhkan seseorang, seperti gaya hidup dan kesehatan.

Referensi:
American Psychological Association. Diakses pada 2020. More Sleep Would Make Us Happier, Healthier and Safer.
Huffpost.com. Diakses pada 2020. All The Ways Sleep Affects Your Happiness, In One Chart.
Psychology Today. Diakses pada 2020. A Fundamental Secret to Happiness? Get Enough Sleep..