• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan yang Benar

Ibu, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan yang Benar

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ibu, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan yang Benar

“Tes USG biasanya dilakukan pada awal kehamilan. Namun, banyak yang masih belum paham cara membaca hasil USG. Padahal dengan mengetahuinya, kamu bisa lebih paham banyak hal mengenai kondisi bayi di dalam kandungan dan mendeteksi jika ada kelainan. “

Halodoc, Jakarta – Saat hamil, ibu dan pasangan pasti sesekali memeriksa kandungan dengan tes ultrasonografi atau USG. Momen ini juga menjadi yang sangat ditunggu-tunggu oleh ibu dan pasangan karena mungkin ini kali pertama melihat sosok bayi kesayangan yang sedang tumbuh di dalam rahim. Namun sebenarnya, apakah kamu paham bagaimana cara membaca hasil USG tersebut? 

Untuk kamu yang masih bingung bagaimana cara baca hasil USG yang benar, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam membaca hasil USG yang tepat. Berikut ini beberapa cara membaca hasil USG! 

Baca juga: Kapan Ibu Hamil Sebaiknya Melakukan USG? 

Cara Membaca Hasil USG

Ada beberapa hal yang perlu kamu pahami sebagai cara membaca hasil USG tersebut:

  1. Membaca Istilah dalam Tes USG

Faktanya ada beberapa istilah yang tertera dalam monitor saat ibu hamil melakukan tes USG. Agar tidak salah, kamu bisa memahami penjelasannya: 

  1. GA atau Gestational Age

Istilah GA yang tertera dalam foto USG adalah Gestational Age. Ini berarti GA menunjukkan perkiraan umur kehamilan yang diukur berdasarkan panjang tungkai kaki, tungkai lengan, diameter kepala, hingga perkembangan organ tubuh janin.

  1. CRL atau Crown Rump Length

CRL atau Crown Rump Length adalah keterangan yang menunjukkan ukuran jarak dari ujung kepala hingga ujung kaki janin. Umumnya CRL digunakan dokter untuk mengukur janin di usia kehamilan trimester awal.

  1. GS atau Gestational Sac

GS atau Gestational Sac adalah ukuran kantung kehamilan yang ditandai dengan bulatan hitam. GS umumnya muncul pada hasil foto USG trimester awal.

  1. BPD atau Biparietal Diameter

BPD atau Biparietal Diameter menunjukkan ukuran tulang pelipis kiri dan kanan. Ini juga umumnya digunakan untuk mengukur janin saat memasuki trimester dua atau tiga.

  1. AC atau Abdominal Circumferential

AC atau Abdominal Circumferential adalah perkiraan ukuran lingkar perut janin. Apabila AC dikombinasikan dengan BPD, maka hasilnya akan berupa perkiraan berat janin dalam kandungan.

  1. HC atau Head Circumferential

HC atau Head Circumferencial adalah keterangan terkait ukuran lingkaran kepala janin yang ada di dalam kandungan.

  1. FL atau Femur Length

Sementara untuk FL atau Femur Length adalah keterangan terkait ukuran panjang tulang paha janin saat di USG.

  1. FW atau Fetal Weight

FW atau Fetal Weight adalah keterangan mengenai berat janin dalam kandungan saat di USG.

  1. FHR atau Fetal Heart Rate

FHR atau Fetal Heart Rate menunjukkan frekuensi detak jantung janin.

  1. LMP atau Last Menstrual Period

LMP atau Last Menstrual Period adalah hitungan hari pertama haid terakhir. Umumnya ini digunakan sebagai acuan umur janin dalam kandungan.

  1. EDD atau Estimated Delivery Date

EDD atau Estimated Delivery Date adalah keterangan mengenai perkiraan persalinan berdasarkan tanggal menstruasi. Di Indonesia, istilah ini mungkin lebih akrab dengan istilah HPL (Hari Perkiraan Lahir) dibandingkan istilah EDD.

Baca juga: Perlukah Melakukan Pemeriksaan USG 4D

Memahami Arti Gradasi Warna

Cara membaca hasil USG selanjutnya adalah dengan memahami gradasi warna yang ada. Seperti yang kamu tahu, sebagian besar foto USG berwarna hitam putih, tetapi kamu tetap bisa melihat perbedaannya dalam gradasi warna hitam dan putih di foto tersebut. Perbedaan warna ini berasal dari perbedaan densitas bahan yang dilewati oleh gelombang suara.

  • Putih: Menandakan jaringan padat, seperti tulang, sebab permukaan luarnya akan memantulkan lebih banyak suara.
  • Gelap atau Hitam: Menandakan sesuatu yang sifatnya cairan, seperti rahim, yang akan terlihat gelap atau berwarna hitam.
  • Abu-Abu: Menandakan jaringan yang ada di dalam rahim.

Orientasi Hasil USG

Saat kamu sedang belajar bagaimana cara membaca hasil USG, jangan cuma memperhatikan warnanya saja untuk menemukan letak bayi. Kamu juga harus memperhatikan orientasi gambar pada hasil USG. Sebab dengan mengetahui orientasi gambar, kamu juga dapat mengetahui cara membaca hasil USG dengan lebih baik.

Hal ini juga penting untuk melihat posisi kepala bayi apakah sudah berada di bawah atau dalam posisi sungsang. Ini dilakukan agar kamu bisa melihat kepala bayi sedang menghadap ke kanan atau ke kiri, kamu pun dapat mencari tulang belakang bayi melalui hasil USG dari dokter.

Baca juga: Sebelum Tes USG, Siapkan 5 Hal Ini

Nah, jika dalam pemeriksaan medis dokter menganggap bahwa bayi masih butuh ditambahkan lagi asupan nutrisinya supaya lebih sehat, maka kamu bisa cek kebutuhan medis untuk ibu hamil di Halodoc. Kamu bisa pilih berbagai suplemen kehamilan yang cocok untukmu. Pesanan kamu pun bisa segera tiba di rumah kurang dari satu jam. Praktis bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
E.I. Medical Imaging. Diakses pada 2021. Ultrasound Basics: How to Read an Ultrasound Image.
Mother and Baby UK. Diakses pada 2021. Your Pregnancy Ultrasound Scan Photo Explained.
Very Well Family. Diakses pada 2021. Early Pregnancy Ultrasound Results.