Ibu Hamil Diare Saat Puasa, Harus Apa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ibu Hamil Diare Saat Puasa, Harus Apa?

Halodoc, Jakarta - Tidak hanya bentuk tubuh, perubahan hormon selama masa kehamilan dapat membuat wanita merasakan berbagai keluhan. Salah satu keluhan yang cukup sering adalah masalah pencernaan, seperti diare. Kondisi ini tentu dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, terlebih jika sedang menjalani puasa juga. Sebenarnya, apa sih penyebab diare saat hamil dan bagaimana harus bertindak jika kondisi ini terjadi saat puasa?

Secara umum, ada beberapa penyebab yang sering menimbulkan diare saat hamil, yaitu:

1. Perubahan Pola Makan

Banyak wanita yang mungkin mengalami perubahan pola makan drastis selama hamil. Seperti jadi lebih sering ingin ngemil misalnya. Perubahan mendadak dalam asupan makanan ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sekaligus berpotensi menimbulkan diare. Pun ketika puasa, yang mengharuskan diri untuk menggeser waktu makan menjadi saat sahur dan berbuka saja.

Baca juga: Ini Sebabnya Orang Diare saat Puasa

2. Perubahan Sensitivitas Terhadap Makanan

Di antara banyak perubahan yang dapat terjadi selama kehamilan, perubahan sensitivitas terhadap makanan adalah salah satunya. Makanan yang tidak pernah mengganggu sebelumnya, mungkin akan membuat perut menjadi tidak enak, mual, muntah, atau bahkan diare.

3. Vitamin

Banyak suplemen kehamilan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut hingga diare.

4. Perubahan Hormon

Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dapat menurunkan aktivitas sistem pencernaan sehingga menyebabkan sembelit, atau malah meningkatkan aktivitas sistem pencernaan sehingga menimbulkan diare.

Menjelang persalinan, ibu hamil mungkin akan semakin sering mengalami diare. Hal ini merupakan hal yang wajar dan sering terjadi, seiring dengan tubuh yang sedang mempersiapkan diri untuk persalinan. Namun, diare tidak berarti menandakan bahwa persalinan sudah dekat, jadi jangan jadikan frekuensi diare yang semakin sering sebagai penanda persalinan.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari saat Diare

Bagaimana Jika Ibu Hamil Diare Saat Puasa?

Sebagian besar kasus diare dalam kehamilan dapat sembuh sendiri sehingga tidak membutuhkan pengobatan khusus. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menghadapi diare selama kehamilan:

  • Berikan waktu. Sebagian besar kasus diare akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Hal yang paling penting adalah menjaga agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi dengan minum cairan yang cukup.
  • Pikirkan obat-obatan yang diminum. Jika mengonsumsi obat-obatan atau suplemen tertentu selama hamil, mungkin hal tersebutlah yang menyebabkan diare. Seiring dengan berjalannya waktu, tubuh akan menyesuaikan dan diare akan berhenti dengan sendirinya. Jika tidak, berkonsultasilah dengan dokter.
  • Hindari makanan yang dapat memicu diare. Beberapa bahan makanan dapat memperburuk diare. Jauhi makanan tinggi lemak, makanan yang digoreng, makanan pedas, susu dan produk susu, dan makanan tinggi serat.
  • Konsultasikan ke dokter. Jika diare tidak berhenti setelah dua atau tiga hari, ibu hamil perlu memeriksakan diri ke dokter. Hindari mengonsumsi obat anti-diare tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.
  • Cegah dehidrasi. Dalam kondisi normal, kebutuhan cairan seorang wanita hamil lebih banyak dibandingkan orang dewasa pada umumnya. Jika sedang hamil dan mengalami diare, ibu hamil harus sangat memperhatikan asupan cairan karena diare membuang banyak cairan dari tubuh. Dehidrasi dapat terjadi dengan cepat dan dapat berakibat fatal, terutama pada wanita hamil.

Lalu, bagaimana jika diare terjadi saat puasa? Tentu saja sebaiknya ibu hamil membatalkan puasa, demi menjaga kesehatan fisik dan janin. Terutama jika diare yang dialami frekuensinya cukup sering. Pemenuhan kebutuhan cairan tubuh perlu dilakukan sesegera mungkin, untuk mencegah dehidrasi.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari saat Diare

Itulah sedikit penjelasan tentang diare pada saat hamil. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!