Waspada, Ibu Hamil Pengidap Diabetes Dapat Alami Keguguran

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
penyebab keguguran, diabetes menyebabkan keguguran

Halodoc, Jakarta - Diabetes telah lama dikenal sebagai penyakit kronis yang membuat pengidapnya rentan mengalami komplikasi atau kondisi medis lainnya. Bahkan penyakit ini juga bisa menjadi penyebab keguguran, karena dapat memengaruhi organ reproduksi dan kesuburan. Namun benarkah diabetes menyebabkan keguguran?

Ya, diabetes yang tak terkontrol akan memiliki dampak berbeda pada setiap trimester kehamilan. Kadar gula darah yang tinggi di trimester pertama bisa menyebabkan cacat lahir, seperti cacat tabung saraf dan cacat jantung, hingga keguguran. Namun, keguguran pada ibu hamil pengidap diabetes bisa terjadi pada usia kehamilan sebelum usia 20 minggu.

Baca juga: Sumber Karbohidrat Mana yang Lebih Baik bagi Pengidap Diabetes?

Itulah sebabnya wanita dengan diabetes yang tengah merencanakan kehamilan perlu mengontrol kadar gula darah. Tak hanya itu, konseling pra-kehamilan juga sangat penting untuk wanita dengan diabetes. Selain mengecek kadar gula darah, HbA1C juga harus dipantau secara teratur. Sementara untuk obat antidiabetes, kemungkinan dokter akan menggantinya dengan obat yang lebih aman untuk kehamilan. 

Lebih jelasnya, kamu bisa diskusi langsung dengan dokter spesialis yang kamu inginkan di aplikasi Halodoc. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call. Namun jika ingin melakukan pemeriksaan langsung kamu juga bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Dampak Lainnya dari Diabetes saat Hamil

Selain risiko keguguran, ada banyak dampak buruk diabetes terhadap kondisi kehamilan. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dengan baik pada wanita hamil yang mengidap diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2 dapat menyebabkan masalah bagi si ibu dan juga si bayi, seperti:

  • Cacat Lahir

Dalam rahim, organ tubuh bayi terbentuk selama dua bulan pertama usia kehamilan. Biasanya sebelum seorang ibu mengetahui bahwa ia sedang hamil. Gula darah yang sedang tidak terkendali dapat memengaruhi organ-organ sang jabang bayi yang sedang terbentuk, dan akan menyebabkan cacat lahir yang serius pada bayi seperti cacat otak, tulang belakang, dan jantung.

Baca juga: 12 Faktor Ini Tingkatkan Risiko Diabetes Melitus

  • Bayi Lahir Besar

Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan kadar gula darah bayi meninggi. Bayi seolah ‘kekenyangan’ dan akan tumbuh hingga berukuran besar. Selain menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu selama trimester akhir kehamilan, bayi yang besar dapat menyebabkan masalah selama persalinan bagi ibu dan bayi. Misalnya, ibu mungkin perlu melakukan prosedur caesar untuk melahirkan bayi. Selain itu, bayi juga dapat lahir dengan kerusakan saraf akibat tekanan pada bahu selama persalinan.

  • Preeklamsia

Ketika seorang wanita hamil memiliki tekanan darah yang tinggi, terdapat protein dalam urinenya, dan sering bengkak di jari tangan dan kaki untuk waktu yang lama, ia mungkin mengalami preeklamsia. Ini merupakan masalah serius yang perlu diawasi dengan ketat dan ditangani segera oleh dokter. 

Preeklamsia dapat menyebabkan kerusakan pada ibu dan juga bayinya yang belum lahir, seperti kemungkinan bayi lahir lebih awal dan kejang atau stroke pada ibu selama persalinan. Wanita yang mengidap diabetes tipe 1 ataupun tipe 2 yang mengalami tekanan darah tinggi lebih sering daripada wanita yang tidak mengidap diabetes.

  • Prematur

Jika bayi lahir terlalu dini atau prematur, ia akan mengalami banyak risiko komplikasi, seperti masalah pernapasan, jantung, perdarahan ke otak, usus, dan hingga penglihatan. Ibu hamIl pengidap diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki kemungkinan tinggi untuk melahirkan terlalu dini, dibandingkan wanita yang tidak mengidap diabetes.

Baca juga: 3 Manfaat Okra untuk Pengidap Diabetes

  • Hipoglikemia

Pengidap diabetes yang menggunakan insulin atau obat diabetes lainnya memiliki potensi terkena hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah. Hipoglikemia bisa jadi masalah yang sangat serius, dan bahkan fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Kondisi ini dapat dihindari jika ibu hamil memantau kadar gula darahnya dengan ketat dan menanganinya sejak awal.

Tidak hanya itu, jika diabetes seorang ibu hamil tidak terkontrol dengan baik selama kehamilan, bayinya bisa dengan sangat cepat mengalami hipoglikemia setelah lahir. Oleh karena itu, gula darah bayi juga harus diawasi selama beberapa jam setelah melahirkan.

Referensi:
American Pregnancy (Diakses pada 2019). Diabetes During Pregnancy
WebMD (Diakses pada 2019). Gestational Diabetes
CDC (Diakses pada 2019). Diabetes During Pregnancy