Alasan Ibu Hamil Rentan Terkena Perikoronitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
alasan-ibu-hamil-rentan-terkena-perikoronitis-halodoc

Halodoc, Jakarta – Sudah bukan rahasia lagi bila ibu hamil sangat rentan terkena berbagai masalah kesehatan. Perubahan hormon yang terjadi cukup drastis di dalam tubuh, membuat ibu hamil kerap mengeluhkan sejumlah ketidaknyamanan, seperti pegal-pegal dan pembengkakan pada kaki. Namun, enggak hanya itu saja, lho. Ibu hamil ternyata juga rentan untuk terkena masalah kesehatan gigi seperti perikoronitis. Kok bisa ya? Simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Apa Itu Perikoronitis?

Perikoronitis adalah kondisi di mana jaringan gusi pada gigi geraham bungsu mengalami peradangan dan membengkak. Geraham bungsu merupakan geraham ketiga yang tumbuh paling terakhir dan terletak di bagian paling dalam mulut. Penyakit ini bisa menginfeksi geraham yang tumbuh tidak normal, tertanam, ataupun tumbuh miring. Bila tidak diobati, perikoronitis bisa merusak susunan gigi dan menyebabkan bau mulut.

Apa Penyebab Perikoronitis Bisa Terjadi?

Awalnya, perikoronitis terjadi akibat susunan gigi yang tidak sempurna. Hal bisa disebabkan karena jarak antar gigi terlalu rapat atau terlalu renggang. Kondisi ini akhirnya membuat sisa makanan mudah terselip di sela-sela gigi dan menjadi sulit untuk dibersihkan. Sisa makanan yang menempel di gigi akan membentuk tumpukan plak dan membuat bakteri dapat masuk dengan mudah ke jaringan gusi. Bakteri yang masuk ke dalam jaringan ini kemudian akan menginfeksi gusi dan mengakibatkan peradangan.

Baca juga: Kebersihan Gigi Ibu Bisa Pengaruhi Kesehatan Janin, Kok Bisa?

Mengapa Ibu Hamil Rentan Terkena Perikoronitis?

Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami perikoronitis, salah satunya adalah kehamilan. Ya, ibu hamil lebih mudah terkena perikoronitis sebagai dampak dari perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuhnya. Saat hamil, seorang wanita akan menghasilkan hormon estrogen dengan jumlah yang lebih tinggi dari biasanya sebagai mekanisme perlindungan untuk janin. Sayangnya, tingginya kadar hormon estrogen ini bisa membuat beberapa bagian tubuh ibu hamil menjadi lebih sensitif, termasuk diantaranya adalah organ mulut, yaitu gigi dan gusi.

Saat hormon estrogen diproduksi cukup aktif, maka rongga mulut ibu juga menjadi lebih sensitif. Bila sebelumnya ibu hamil sudah mengalami masalah kesehatan gigi, seperti karang gigi atau gigi berlubang, maka kondisi mulut yang bertambah sensitif ini akan membuat masalah kesehatan tersebut menjadi semakin parah saat hamil. 

Apalagi bila ibu hamil belum pernah melakukan scaling atau pembersihan karang gigi sebelumnya, maka risiko ibu terkena masalah gigi atau pembengkakan gusi semakin tinggi. Nah, karang gigi yang tidak dibersihkan ini juga lah yang menjadi penyebab ibu hamil mudah mengalami perikoronitis.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Scaling Gigi

Bagaimana Cara Mengatasi Perikoronitis Saat Hamil?

Sebenarnya para wanita dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan melakukan perbaikan pada masalah gigi berlubang dan juga membersihkan karang gigi setidaknya enam bulan sekali, apalagi bila sedang merencanakan kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan gigi seperti perikoronitis selama masa kehamilan akibat kondisi mulut yang berubah menjadi lebih sensitif. Namun, bagaimana bila ibu hamil terlanjur mengalami perikoronitis? Berikut ini perawatan gigi dan rongga mulut yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi penyakit gigi tersebut:

1. Bersihkan Plak dan Karang

Pembersihan plak dan karang gigi di dokter gigi masih bisa dilakukan selama kehamilan. Biasanya, dokter gigi akan memberikan obat kumur antibakteri yang tidak mengandung alkohol untuk ibu hamil.

2. Perhatikan Waktu Berkunjung ke Dokter Gigi

Meskipun masih boleh membersihkan plak dan karang gigi, tapi ibu hamil tetap perlu memerhatikan waktu kunjungan ke dokter gigi. Sebaiknya, jangan lakukan tindakan medis apapun pada gigi pada trimester pertama dan pertengahan akhir trimester ketiga, kecuali dalam keadaan darurat. Hal ini karena pembentukan dan perkembangan organ pada janin terjadi pada trimester pertama dan ia sangat rentan terhadap rangsangan dari luar. Sedangkan pada pertengahan akhir trimester ketiga, gangguan dari luar bisa menyebabkan bayi lahir prematur.

Waktu terbaik bagi ibu hamil untuk melakukan perawatan ke dokter gigi adalah pada trimester kedua.

3. Selektif Memilih Obat-Obatan

Ibu hamil juga perlu sangat berhati-hati terhadap penggunaan obat-obatan selama masa kehamilan. Hal ini karena obat bisa memengaruhi janin melalui plasenta. Diskusikanlah terlebih dahulu seluruh obat-obatan yang diberikan oleh dokter gigi ibu, kepada dokter kandungan sebelum ibu mengonsumsinya.

Baca juga: Ini Trik untuk Sembuhkan Sariawan Saat Hamil

Ibu juga bisa membicarakan masalah kesehatan gigi dan mulut saat hamil dengan menggunakan aplikasi Halodoc lho. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.