Ibu Hamil Terkena Toksoplasmosis, Ini Pengaruhnya pada Janin

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
toksoplasmosis pada ibu hamil

Halodoc, Jakarta - Ibu hamil perlu mengetahui apa saja bahaya dari toksoplasmosis, dan apa saja pengaruh kondisi ini pada janin. Fenomena toksoplasmosis pada ibu hamil memang mengerikan di mata wanita. Namun, banyak juga wanita yang masih tetap memelihara kucing, hewan yang diduga menjadi tempat bersarangnya parasit ini.

Toksoplasmosis sendiri merupakan infeksi yang terjadi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit protozoa Toxoplasma gondii (T. Gondii). Parasit ini sering ditemukan pada kotoran kucing, atau daging yang belum matang. Tidak hanya itu, parasit ini juga menyerang sebagian besar spesies makhluk hidup berdarah panas, seperti domba, babi, dan manusia. Oleh karena itu, kita perlu selalu mencuci tangan setelah kita menyentuh hewan atau benda lainnya, agar tidak terinfeksi.

Ibu hamil perlu mengetahui bahwa semakin tua usia kehamilan, semakin tinggi pula risiko terinfeksi parasit ini. Kondisi ini kadang kala tidak menunjukkan gejala apapun. Walaupun tidak bergejala, infeksi parasit ini dapat menyebabkan keguguran dan cacat pada bayi. Oleh karena itu, ibu hamil tetap perlu mengenali gejala dan dampak apa saja yang kemungkinan bisa timbul akibat dari infeksi parasit ini.

Gejala dan dampak yang dapat timbul dari toksoplasmosis pada ibu hamil, antara lain:

  • Abortus atau Keguguran

Abortus atau keguguran sering terjadi pada masa kehamilan trimester awal. Hal ini terjadi pada sekitar awal 12 minggu awal kehamilan atau 3 bulan awal kehamilan. Darah yang terdapat infeksi berupa T. Gondii, kemudian melalui aliran darah masuk menembus plasenta. Infeksi yang terjadi pada plasenta menyebabkan plasentitis. Plasentitis kemudian menyebabkan keadaan plasenta tidak sehat dan menjadi faktor risiko tidak dapat tumbuhnya plasenta dan janin, sehingga dapat mengalami keguguran.

  • Bayi yang Lahir Prematur

Kondisi ini dikarenakan keadaan yang mirip dengan mekanisme pada abortus atau keguguran. Biasanya keguguran terjadi pada usia kehamilan tua, sedangkan keguguran akibat dari toksoplasmosis terjadi pada usia kehamilan muda. Kondisi ini terjadi akibat infeksi parasit kedalam tubuh ibu hamil, kemudian dari ibu hamil akan menginfeksi melalui pembuluh darah plasenta. Akibatnya, plasenta akan mengalami radang plasentitis dan menyebabkan mudah terjadinya partus atau persalinan dini, walaupun usia kehamilan belum mencukupi.

  • Hidrosefalus pada Janin

Hidrosefalus merupakan keadaan ketika bayi mengalami peningkatan tekanan di dalam tengkorak dan kemudian menekan otak. Hal ini dapat diakibatkan oleh adanya infeksi pada saat masa kehamilan.

  • Meninggalnya Janin dalam Kandungan

Meninggalnya janin di dalam kandungan atau biasa disebut Intra Uterine Fetal Death (IUFD). Kondisi ini dapat juga terjadi diakibatkan infeksi toksoplasmosis. Infeksi yang menyerang plasenta membuat plasenta mengalami gangguan. Hal tersebut menyebabkan terganggunya aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen menuju janin. Selain itu, infeksi ini dapat berakibat plasenta mengalami pelepasan dari dinding rahim terlalu cepat. Kondisi ini, membuat janin terancam karena kekurangan oksigen dan darah. Nah, hal inilah yang menyebabkan bayi koma dan kemudian dapat meninggal di dalam kandungan.

Untuk itu, ibu hamil diwajibkan untuk memeriksakan kandungan sesuai dengan jadwal dari dokter kandungan. Jika ibu ada yang perlu ditanyakan mengenai toksoplasmosis atau masalah kesehatan lainnya, Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, ibu bisa berdiskusi dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call di mana pun dan kapan pun. Ibu juga bisa membeli obat yang sedang dibutuhkan, dan pesanan akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: