Ibu Harus Tahu, Inilah Gejala Cystitis pada Anak

Ibu Harus Tahu, Inilah Gejala Cystitis pada Anak

Halodoc, Jakarta – Cystitis adalah peradangan pada kandung kemih yang bisa membuat anak mengalami suhu tinggi dan menjadi tidak sehat. Cystitis umum terjadi pada anak-anak, bahkan pada bayi di bawah usia 12 bulan.

Saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Ginjal menyaring dan membuang limbah dan air dari darah untuk menghasilkan urine. Urine mengalir dari ginjal ke dua tabung sempit yang disebut ureter. Baru kemudian urine disimpan di kandung kemih.

Ketika anak menangis, air seni mengalir keluar dari tubuh melalui uretra, yaitu sebuah tabung di bagian bawah kandung kemih. Pembukaan uretra adalah di ujung Mr P pada anak laki-laki dan di depan Miss V pada anak perempuan.

Cystitis biasanya mulai di kandung kemih dan kadang-kadang memengaruhi ginjal. Peradangan ini biasanya berkembang ketika kuman (bakteri) dari kotoran yang ada di kulit, masuk ke uretra dan kandung kemih. Ini dapat terjadi pada bayi atau anak bukan karena masalah kebersihan yang buruk.

Baca juga: Awas, Inilah Penyebab dan Faktor yang Meningkatkan Risiko Cystitis

Ada beberapa kondisi yang membuat bayi dan anak-anak berisiko lebih tinggi terkena cystitis, yaitu sembelit, kelainan saluran kemih, dan kondisi neurologis di mana kandung kemih tidak kosong dengan benar.

Anak-anak dengan cystitis dapat mengalami gejala-gejala berikut:

  • Sakit saat buang air kecil

  • Punya keinginan buang air kecil terus menerus tapi volumenya sedikit, bahkan tidak keluar

  • Rasa sakit di bagian bawah perut

  • Rasa sakit di satu sisi punggung bawah

  • Aroma tak sedap di area kelamin

  • Air seni keruh seperti berawan

  • Keluar darah di malam hari

  • Muntah

  • Demam

  • Perasaan umumnya tidak sehat sering dengan kehilangan nafsu makan.

Ketahui Gejalanya

Bayi dan anak kecil tidak dapat memberitahu orangtua tentang ketidaknyamanan mereka saat buang air kecil. Karenanya, pahami gejalanya sebagai berikut:

  • Demam (tanpa sebab yang jelas, seperti ruam atau batuk)

  • Sifat lekas marah

  • Selera makan yang buruk

  • Muntah

  • Menjadi lesu (sangat lelah dan kurang energi)

  • Penambahan berat badan yang buruk

  • Penyakit kuning pada bayi baru lahir yang berlangsung selama lebih dari dua minggu.

Baca juga: Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih Sampai Tuntas

Kadang-kadang cystitis dapat menjadi lebih serius pada bayi atau anak kecil ketika infeksi menyebar ke ginjal atau menyebar ke aliran darah. Jika ini terjadi, orangtua harus segera mengunjungi dokter bila ada tanda ataupun gejala:

  • Demam tinggi

  • Sakit perut

  • Muntah terus-menerus

  • Gemetaran

  • Kantuk.

Menguji anak adalah satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah mereka mengalami cystitis. Dokter keluarga dapat mengatur tes urine untuk anak. Antibiotik adalah pengobatan utama untuk cystitis. Perawatan biasanya selama 3 sampai 7 hari. Ini tergantung pada beberapa faktor, termasuk seberapa tidak sehatnya anak dan apakah mereka memiliki masalah ginjal yang mendasarinya.

Baca juga: Ada Darah pada Urine? Hati-Hati Mengidap Cystitis

Mendorong anak untuk minum lebih banyak cairan dapat membantu. Orangtua dapat meredakan nyeri (parasetamol) jika anak merasa tidak nyaman. Orangtua harus mengikuti petunjuk dosis pada botol.  Bayi dan anak-anak berikut dengan cystitis biasanya perlu pergi ke rumah sakit untuk antibiotik intravena (diberikan langsung ke pembuluh darah).

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cystitis pada anak, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orangtua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.