20 January 2019

Infeksi Saluran Kemih Bisa Picu Kelahiran Prematur

Infeksi Saluran Kemih Bisa Picu Kelahiran Prematur

Halodoc, Jakarta – Infeksi saluran kemih (ISK) juga disebut infeksi kandung kemih adalah peradangan bakteri di saluran kemih. Ibu hamil berada pada risiko yang meningkat untuk infeksi saluran kemih mulai dari minggu ke-6 sampai minggu ke-24.

Infeksi saluran kemih lebih sering terjadi selama kehamilan karena perubahan pada saluran kemih. Posisi rahim berada di atas kandung kemih. Saat rahim tumbuh, peningkatan beratnya dapat menghalangi drainase urine dari kandung kemih yang menyebabkan infeksi.

Tidak bisa dipungkiri, kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh perempuan yang meningkatkan kemungkinan infeksi saluran kemih. Perubahan hormon dan fisik dapat meningkatkan perubahan-perubahan. Ini termasuk saluran uretra yang sudah pendek (sekitar 3–4 sentimeter pada wanita) dan kesulitan dengan kebersihan karena perut hamil yang buncit, sehingga meningkatkan infeksi bakteri yang paling umum selama kehamilan.

Baca juga: Bahaya Infeksi Saluran Kemih yang Diabaikan

Infeksi saluran kemih selama kehamilan dikaitkan dengan risiko pada janin dan ibu, termasuk pielonefritis, kelahiran prematur, berat lahir rendah, dan peningkatan mortalitas perinatal. Secara umum, pasien hamil dianggap sebagai inang infeksi saluran kemih immunocompromised,  karena perubahan fisiologis yang terkait dengan kehamilan.

Jika seseorang memiliki infeksi saluran kemih, maka besar mungkin mengalami satu atau lebih dari gejala berikut:

  • Nyeri atau terbakar (tidak nyaman) saat buang air kecil

  • Kebutuhan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya

  • Perasaan urgensi saat buang air kecil

  • Darah atau lendir dalam urine

  • Kram atau rasa sakit di perut bagian bawah

  • Nyeri saat berhubungan intim

  • Menggigil, demam, berkeringat, dan inkontinensia urine

  • Peningkatan intensitas bangun dari tidur untuk buang air kecil

  • Volume urine yang kurang

  • Air seni yang terlihat keruh dan berbau busuk

  • Sensasi nyeri, tekanan, ataupun nyeri di area kandung kemih

  • Ketika bakteri menyebar ke ginjal kemungkinan pengidapnya mengalami sakit punggung, menggigil, demam, mual, dan muntah.

Baca juga: Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Batu Kandung Kemih

Menyadari cukup tingginya risiko infeksi saluran kemih selama masa kehamilan membuat ibu harus melakukan tindakan pencegahan. Di antaranya adalah:

  • Minumlah setidaknya delapan gelas air sehari.

  • Membersihkan area genital dari depan ke belakang setiap selesai dari kamar mandi

  • Biasakan untuk berkemih sebelum dan sesudah berhubungan intim

  • Jika membutuhkan pelumas saat berhubungan intim, pilihlah yang berbahan dasar air

  • Jangan terlalu sering menyentuh ataupun membiarkan gesekan di area genital

  • Hindari deodoran feminin yang kuat atau sabun yang menyebabkan iritasi

  • Cuci area genital dengan air hangat sebelum berhubungan intim.

  • Kenakan celana dalam katun.

  • Proses mandi yang paling baik memang menggunakan shower, sehingga air yang digunakan lebih mengalir

  • Jangan memakai celana yang terlalu ketat.

Infeksi saluran kemih didiagnosis dengan melakukan tes urine dan mencari bakteri, sel darah merah, dan sel darah putih dalam urine. Dokter akan mengirim sampel urine ke laboratorium untuk diuji. Jika bakteri ditemukan dalam urine, maka sampel akan dikultur dan di uji kepekaan antibiotik untuk memeriksa antibiotik mana yang paling berhasil.

Baca juga: Hati-Hati, Makanan Ini Bisa Berbahaya untuk Kandung Kemih

Ada tiga kemungkinan hasil dari pemeriksaan, yaitu:

Bakteria asimptomatik

Jika kamu tidak memiliki gejala dan bakteri ditemukan dalam urine.

Sistitis atau ISK

Jika bakteri ditemukan dalam urine dan kamu memiliki gejala saluran kemih yang lebih rendah.

Pielonefritis

Jika kamu memiliki gejala-gejala yang diuraikan di atas serta merasa demam atau tidak sehat, ini mungkin mengindikasikan infeksi saluran kemih, seperti pielonefritis.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai infeksi saluran kemih pada ibu hamil serta risiko kelahiran prematur, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.