• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 4 Gejala Anemia pada Anak yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 4 Gejala Anemia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ibu, Ini 4 Gejala Anemia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 10 Desember 2021
Ibu, Ini 4 Gejala Anemia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

“Gejala anemia pada anak biasanya sulit dideteksi, terutama jika masih dalam tahap awal. Anemia pada anak umumnya baru akan menimbulkan gejala ketika sudah parah. Misalnya seperti sering terlihat lemas, terjadinya perubahan warna kulit, hingga sering mengeluh sesak napas.”

Halodoc, Jakarta – Anemia merupakan kondisi di mana tubuh kekurangan hemoglobin atau sel darah merah yang sehat. Kondisi tersebut merupakan salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai. Sebab anemia tidak hanya dapat menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. 

Anemia pada anak tentu tidak boleh disepelekan karena jika terlambat ditangani, anemia dapat menyebabkan risiko komplikasi serius pada Si Kecil. 

Maka dari itu, ibu perlu mengetahui apa saja gejala anemia pada anak yang perlu diwaspadai. Penasaran apa saja? Simak informasinya di sini!

Gejala Anemia pada Anak yang Perlu Ibu Waspadai

Anemia pada anak biasanya tidak menimbulkan gejala, terutama jika masih dalam tahap awal. Namun, ketika sudah semakin parah, anemia pada anak umumnya baru akan menimbulkan keluhan, seperti:

  1. Sering Terlihat Lemas atau Lelah
terlihat lemas

Anemia defisiensi zat besi merupakan salah satu anemia yang rentan menyerang anak-anak. Dilansir dari Healthline, sering terlihat lemas atau lelah merupakan indikasi bahwa tubuh kekurangan zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin. Tanpa hemoglobin yang cukup, maka akan semakin sedikit oksigen yang mencapai jaringan dan otot seseorang. Akibatnya seseorang akan kehilangan energi sehingga terlihat mudah lemas dan lelah. 

Di samping itu, tanpa hemoglobin yang cukup, jantung juga akan bekerja lebih keras untuk memindahkan lebih banyak darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Hal tersebut juga dapat membuat tubuh lebih mudah lelah.

  1. Terjadinya Perubahan Warna Kulit Anak  
perubahan warna kulit

Salah satu gejala paling umum dari anemia pada anak adalah kulit yang terlihat lebih pucat. Kondisi tersebut disebabkan oleh rendahnya kadar hemoglobin yang memberi warna merah pada darah. Itulah sebabnya mengapa pengidap anemia terlihat pucat. Namun, ibu perlu tahu kalau warna kulit yang pucat juga dipengaruhi oleh berbagai faktor. 

Misalnya seperti jumlah darah yang mengalir ke kulit, ketebalan kulit, dan jumlah melanin pada kulit. Maka dari itu, segeralah periksakan Si Kecil ketika dirinya terlihat pucat, guna benar-benar memastikan apakah kondisi ini disebabkan oleh anemia atau faktor lain.

Sementara itu, beberapa jenis anemia dapat menghancurkan sel darah merah pada tubuh, seperti anemia sel sabit. Nah, anak-anak yang mengalami kerusakan sel darah merah dapat mengalami kondisi jaundice, atau kulit dan mata yang menguning.

  1. Sering Mengeluh Pusing atau Sakit Kepala
sering mengeluh pusing dan sakit kepala

Pada dasarnya semua jenis anemia dapat memicu terjadinya pusing atau sakit kepala. Salah satu contohnya adalah anemia defisiensi zat besi yang rentan menyerang anak-anak. Gejala pusing atau sakit kepala tersebut diakibatkan oleh kurangnya pasokan oksigen pada otak. Alhasil, otak pun tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal, sehingga memicu pusing atau sakit kepala. 

Jika anak sering mengeluh pusing atau sakit kepala, segeralah periksakan dirinya ke dokter. Sebab gejala tersebut menandakan bahwa Si Kecil mengidap anemia yang parah.

  1. Sering Mengeluh Sesak Napas
sering sesak napas

Pada tubuh manusia yang normal, hemoglobin memungkinkan sel darah merah untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Namun, sistem pengiriman oksigen darah akan tergantung dari seberapa banyaknya hemoglobin pada tubuh. Alhasil, penyaluran oksigen tidak akan berjalan secara optimal pada pengidap anemia.

Pengidap anemia memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Akibatnya paru-paru pengidap anemia akan bekerja lebih keras guna menyalurkan pasokan oksigen yang dibutuhkan tubuh. Inilah alasan mengapa anemia dapat menimbulkan gejala kesulitan bernapas.

Nah, itulah penjelasan mengenai beberapa gejala anemia pada anak yang perlu ibu waspadai. Mulai dari si kecil sering terlihat lemas, hingga sering mengeluh sesak napas. 

Bila mendapati anak menunjukkan salah satu atau sejumlah gejala tersebut, penting untuk segera memeriksakannya ke dokter spesialis anak. Tujuannya agar anemia dapat dideteksi dan pengobatan dapat dilakukan sedari dini, sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi fatal.

Melalui aplikasi Halodoc, ibu dapat membuat janji dengan dokter spesialis anak di rumah sakit pilihan untuk memeriksakan kondisinya. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi: 

Healthy Children.org. Diakses pada 2021. Anemia in Children and Teens: Parent FAQs
Kids Health. Diakses pada 2021. Anemia
Healthline. Diakses pada 2021. Signs of Iron Deficiency 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Anemia
Texas Medical Institute. Diakses pada 2021. 10 Symptoms of Anemia You Shouldn’t Ignore
Cedars Sinai. Diakses pada 2021. Anemia Overview