• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 5 Cara Mendampingi Anak saat Mengalami Pubertas
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 5 Cara Mendampingi Anak saat Mengalami Pubertas

Ibu, Ini 5 Cara Mendampingi Anak saat Mengalami Pubertas

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 23 November 2022

“Pubertas menjadi masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Cirinya bisa terlihat dari fisik, emosi dan perilakunya. Salah satu cara mendampingi mereka adalah dengan mengobrol santai dan berperan sebagai teman.”

Ibu, Ini 5 Cara Mendampingi Anak saat Mengalami PubertasIbu, Ini 5 Cara Mendampingi Anak saat Mengalami Pubertas

Halodoc, Jakarta – Pubertas membawa banyak perubahan untuk anak dari segi fisik, emosional dan perilaku. Ini merupakan momen perubahan mereka dari masa kanak-kanak menuju dewasa.

Orang tua perlu mendampingi dan mengarahkan agar tidak terjadi kesalahan informasi. Langkah ini juga merupakan upaya untuk mendukung anak yang tengah mengalami perubahan signifikan di hidupnya.

Caranya dapat dilakukan dengan meluruskan informasi yang tidak dipahami oleh anak menggunakan obrolan santai. Orang tua juga bisa mengajaknya berolahraga secara rutin dan memberikannya makanan sehat bergizi seimbang.

Tips Mendampingi Anak yang Tengah Pubertas

1. Cari Tahu yang Diketahui oleh Anak

Misalnya bertanya seputar pubertas dan perubahan fisik yang dikatakan oleh guru dan teman-teman di sekolah. Cara ini juga dapat meluruskan informasi yang salah atau yang tidak benar-benar dipahami oleh anak. Tujuannya agar mereka tidak tersesat oleh kesalahan dalam penyampaiannya. 

2. Gunakan Obrolan Santai

Berperan sebagai teman anak dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Termasuk membicarakan soal seksual di masa pubertas. Misalnya, untuk anak lelaki: ‘Kalau kamu mimpi basah, jangan panik. Itu adalah bagian dari masa pertumbuhan. Tinggal lepas seprai dari kasur dan bawa ke keranjang cucian’.

3. Memberikan Makanan Sehat Bergizi Seimbang

Anak akan mengalami peningkatan nafsu makan ketika memasuki masa pubertas. Jadi, orang tua disarankan untuk memenuhi kebutuhan gizinya dengan menyediakan makanan bernutrisi, seperti sayuran dan buah-buahan. Jangan biarkan mereka jajan sembarangan karena bisa berdampak pada obesitas.

4. Ajak Anak Berolahraga

Olahraga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik maupun mental pada anak remaja. Lakukan dalam intensitas ringan hingga sedang, setidaknya sebanyak 5 kali dalam seminggu. Caranya dengan jalan cepat, bersepeda, jogging, berenang, yoga, lompat tali atau senam.

5. Mencukupi Waktu Istirahat

Ketika menginjak masa pubertas, remaja membutuhkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Tujuannya adalah memaksimalkan proses tumbuh kembangnya. Caranya dengan menghindari konsumsi makanan tinggi gula dan minuman berkafein setelah jam sebelum tidur.

Perbedaan Anak Perempuan dan Laki-laki

Bagi anak perempuan, orang tua perlu memberikan pengetahuan terkait dengan menstruasi. Caranya bisa dilakukan dengan bahasa yang lugas agar mereka mudah memahaminya. Jika belum ada obrolan, bisa jadi mereka akan bingung dan ketakutan karena tiba-tiba keluar darah dari vaginanya.

Menstruasi umumnya dialami oleh anak perempuan dengan kisaran usia 12 atau 13 tahun, yakni sekitar 2 hingga 2.5 tahun setelah mereka mulai menghadapi pubertas. Tapi, beberapa anak perempuan bisa memiliki periode menstruasi lebih cepat atau lambat, yakni saat menginjak usia 9 hingga 16 tahun.

Sementara anak laki-laki, mereka melewati masa pubertas sedikit lebih lambat ketimbang anak perempuan. Biasanya ketika mereka menginjak usia 10 atau 11 tahun. Di usia itu juga mereka mengalami perkembangan secara seksual yang ditandai dengan mimpi basah sebagai ejakulasi pertama.

Baik anak perempuan maupun laki-laki, keduanya perlu mendapatkan pendidikan seks dini guna mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tujuannya agar mereka tidak terjerat dalam lingkaran kehidupan seks bebas. Orang tua menjadi guru pertama untuk membekali ilmu tersebut. 

Silakan buat janji medis guna melakukan pemeriksaan jika mengalami keluhan seputar tumbuh kembang anak di masa pubertas. Dapatkan juga informasi lain seputar kesehatan anak, tumbuh kembang dan pola hidup sehat lainnya dengan mendownload Halodoc sekarang juga.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Raising Children Network (Australia). Diakses pada 2022. Puberty: Helping Your Child Handle the Changes.
Better Health Channel. Diakses pada 2022. Parenting Children Through Puberty.
Kids Health. Diakses pada 2022. Talking to Your Child About Puberty