• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 5 Manfaat Mengajarkan Anak Berpikir Kritis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 5 Manfaat Mengajarkan Anak Berpikir Kritis

Ibu, Ini 5 Manfaat Mengajarkan Anak Berpikir Kritis

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 19 September 2022

“Berpikir kritis sebenarnya perlu dilatih pada anak sejak dini. Cara mudah yang bisa dilakukan adalah langsung memberikan contoh pada anak dalam aktivitas sehari-hari.”

Ibu, Ini 5 Manfaat Mengajarkan Anak Berpikir KritisIbu, Ini 5 Manfaat Mengajarkan Anak Berpikir Kritis

Halodoc, Jakarta – Sudah menjadi tugas orang tua untuk memastikan bahwa anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usianya. Selain itu, orang tua juga perlu mengajarkan berbagai hal positif untuk membantu membentuk karakter anak, salah satunya adalah mengajarkan berpikir kritis. 

Sebenarnya, apa itu berpikir kritis? Ini adalah kemampuan untuk menggambarkan, menganalisis, dan menilai semua informasi yang diperoleh untuk dicari kesatuan dan keasliannya. Lalu, mengapa ini penting untuk diajarkan pada anak sejak usia dini?

Sebab, pola pikir kritis akan membantu anak untuk bisa membentuk ide dan opini. Selain itu, pola berpikir ini juga membantu anak mengetahui apakah seseorang itu baik atau tidak. 

Manfaat Melatih Anak Berpikir Kritis

Memiliki pola pikir kritis dapat membantu mengurangi risiko terjadinya misinformasi. Selain itu, anak juga dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan. Beberapa manfaat mengajari anak berpikir kritis yaitu:

1. Meningkatkan kemampuan anak dalam mengambil keputusan 

Berpikir kritis menjadi konsep yang banyak dipakai di berbagai bidang, baik itu pendidikan, politik, penelitian, dan teknologi. Ini artinya, keterampilan berpikir kritis akan menjadi aspek yang sangat diperlukan untuk menjadi sukses di masa depan. Anak-anak akan menjadi pemimpin masa depan, dokter, dan insinyur. 

Namun, tanpa kemampuan berpikir kritis, mereka tidak akan dapat mengambil keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat, dan tidak akan mampu memecahkan masalah sehari-hari. Misalnya, dokter dan peneliti tidak dapat menemukan terapi untuk penyakit umum, ilmuwan tidak akan bisa menyelesaikan masalah pemanasan global, dan lainnya.

Festival Sehat Ibu dan Anak

2. Mempermudah menemukan solusi saat menghadapi masalah

Keterampilan berpikir kritis akan mempersiapkan anak-anak untuk mengatasi berbagai tantangan masa depan yang mengkhawatirkan, seperti pemanasan global, kekurangan air, polusi, dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu, masalah ini akan terus tumbuh. 

Memiliki kreativitas dan keterampilan pemecahan masalah akan membuat anak-anak generasi saat ini, mampu menghasilkan solusi yang inovatif dan berorientasi pada hasil.

3. Mengurangi tingkat distraksi sekaligus meningkatkan fokus anak

Keterampilan berpikir kritis membantu anak-anak untuk fokus pada tujuan dengan mengurangi tingkat distraksi yang kerap terjadi. Tidak hanya itu, kemampuan ini juga membantu meningkatkan kesehatan mental anak, dan memberi mereka arah yang tepat untuk mencapai tujuan. 

Pastinya, ini menjadi elemen yang sangat penting untuk anak mengenali konsep disiplin dan manajemen waktu. Dengan demikian, aktivitas sehari-harinya juga bisa lebih teratur. 

4. Meningkatkan peluang keberhasilan akademik

Pemikir kritis adalah pembelajar yang aktif. Kebiasaan diri yang selalu ingin tahu, penalaran, dan keterampilan memecahkan masalah mendorong anak untuk mempelajari konsep baru secara mendalam, yang tercermin dalam kesuksesan pendidikan dan karir mereka. 

Anak-anak dengan keterampilan berpikir kritis cenderung menunjukkan pemahaman bahasa, dan memecahkan masalah yang kompleks dengan mudah. Tak hanya itu, mereka juga memiliki tingkat intelegensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman sekelasnya.

5. Membantu anak melihat dunia dengan cara yang lebih masuk akal

Kemampuan berpikir kritis juga membantu anak melihat dunia dengan cara yang lebih masuk akal. Sebab, mereka terlatih untuk mencerna dan memahami semua informasi yang didapatkan, sehingga bisa memberikan opini yang tepat. Lebih pentingnya lagi, pola berpikir kritis juga membuat anak mampu menilai baik dan buruk dalam kehidupan.

Namun, ibu juga jangan sampai lupa untuk memantau kondisi kesehatan sang buah hati. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter anak apabila Si Kecil menunjukkan gejala yang tidak biasa. Tanya jawab dengan dokter anak sekarang bisa dari Halodoc, ibu perlu download aplikasi Halodoc dulu di ponsel. Yuk, pakai Halodoc!

Referensi:
Michigan State University. Diakses pada 2022. The importance of critical thinking for young children.
Edvon. Diakses pada 2022. BENEFITS OF TEACHING CRITICAL THINKING SKILLS TO KIDS.