• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 8 Gejala Asma yang Bisa Terjadi pada Bayi

Ibu, Ini 8 Gejala Asma yang Bisa Terjadi pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Apakah bayi bisa terkena asma? Jawabannya bisa. Ada beberapa faktor risiko yang diketahui dapat memicu asma pada bayi salah satunya adalah riwayat keluarga dengan alergi atau pun asma. Ibu yang merokok selama kehamilan juga lebih mungkin memiliki bayi yang mengidap asma. Pun, infeksi virus seringkali menjadi penyebab gejala asma, terutama pada bayi di bawah usia enam bulan.

Tanda pertama asma pada bayi bisa dipicu oleh infeksi saluran pernapasan. Jika anak pernah mengalami infeksi virus pernapasan, pastikan untuk mencari tanda-tanda asma. Bayi memiliki saluran udara yang jauh lebih kecil daripada orang dewasa, sehingga peradangan kecil pun dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Baca juga: 6 Tanda Anak Batuk Harus Dibawa ke Dokter

Gejala Asma pada Bayi

Bagaimana gejala asma pada bayi? Berikut adalah gejala asma yang kerap ditemui pada bayi:

1. Sesak Napas. Ibu mungkin memperhatikan perut bayi bergerak lebih sering dari biasanya saat bernapas, dan lubang hidungnya mungkin melebar.

2. Terengah-engah atau napas berat selama aktivitas normal yang biasanya tidak membuat bayi kehabisan napas.

3. Desah, yang mungkin terdengar seperti siulan. Perhatikan juga tanda lain yang mungkin hanya terdengar seperti mengi dan hanya dapat didiagnosis secara akurat dengan stetoskop.

4. Sering batuk.

5. Pernapasan cepat dan dangkal.

6. Kelelahan. Bayi mungkin tidak tertarik dengan beberapa aktivitas favoritnya karena cepat lelah.

7. Kesulitan makan atau mengisap.

8. Wajah dan bibir bisa menjadi pucat atau biru termasuk juga kukunya.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa beberapa kondisi medis lain juga memiliki gejala yang sama, termasuk kondisi:

1. Croup.

2. Bronkiolitis.

3. Infeksi saluran pernapasan atas.

4. Refluks asam.

5. Radang paru-paru.

6. Menghirup makanan atau benda lain.

Baca juga: Inilah 4 Gangguan Pernapasan pada Anak yang Harus Diwaspadai

Tidak semua mengi dan batuk disebabkan oleh asma. Faktanya, begitu banyak bayi dengan mengi mengalami gejala pernapasan lainnya, sehingga sulit untuk mengetahui apakah seorang anak akan mengidap asma sampai mereka setidaknya berusia dua hingga tiga tahun. 

Karenanya jangan berasumsi bahwa semua batuk adalah serangan asma. Hal ini dapat menyebabkan penggunaan obat asma yang tidak tepat untuk mengobati kondisi bukan asma. Namun, jika bayi didiagnosis mengidap asma, setiap episode batuk yang datang terus-menerus adalah penanda kambuhnya asma.

Ada baiknya untuk memastikan apakah bayi memang mengidap asma atau tidak dengan menanyakannya langsung ke dokter. Kontak saja Halodoc untuk menanyakan informasi terkait gangguan kesehatan apa pun pada anak. Tanpa perlu repot, ibu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Chat atau Voice/Video Call

Diagnosis Asma pada Bayi

Mendiagnosis asma pada bayi atau balita bisa menjadi hal yang sulit dilakukan. Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa dapat melakukan tes fungsi paru-paru untuk memeriksa kesehatan saluran napas mereka. Tes ini biasanya tidak dapat dilakukan kepada bayi. 

Bayi tidak dapat menggambarkan gejalanya, jadi dokterlah yang meninjau gejala dan melakukan pemeriksaan dengan informasi yang diberikan orangtua. Biasanya, pemeriksaan dilakukan saat bayi mengalami gejala, seperti mengi atau batuk. 

Penting juga untuk memberikan riwayat kesehatan lengkap bayi kepada dokter. Beri tahu dokter tentang pola apa pun yang orangtua lihat dalam gejala yang berkaitan dengan pernapasan, seperti perubahan sebagai respons terhadap aktivitas atau istirahat, atau selama waktu yang berbeda dalam sehari. 

Beri tahu dokter anak tentang kemungkinan pemicu, seperti respons terhadap makanan, lingkungan tertentu, atau alergen potensial serta riwayat alergi atau asma dalam keluarga. Jika dokter mencurigai bahwa bayi mengidap asma, dokter mungkin ingin melihat bagaimana respons anak terhadap pengobatan asma untuk meredakan masalah pernapasan. 

Baca juga: Ini 7 Orang yang Berpotensi Terkena ISPA

Jika pernapasan menjadi lebih mudah setelah pemberian obat, itu akan membantu memastikan diagnosis asma. Rontgen dada atau tes darah juga dapat dilakukan. Orangtua juga dapat mempertimbangkan untuk menemui dokter spesialis asma pediatrik.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Identifying and Treating Asthma in Babies.
Medical News Today. Diakses pada 2021. How to tell if your baby has asthma.