• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Cara Ampuh Mencegah Stunting pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Cara Ampuh Mencegah Stunting pada Anak

Ibu, Ini Cara Ampuh Mencegah Stunting pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Oktober 2022

“Stunting masih menjadi masalah di Indonesia karena angka kasusnya cukup tinggi. Maka dari itu, peran orangtua diperlukan untuk mencegahnya, salah satunya dengan memenuhi kebutuhan gizi saat hamil.”

Ibu, Ini Cara Ampuh Mencegah Stunting pada AnakIbu, Ini Cara Ampuh Mencegah Stunting pada Anak

Halodoc, Jakarta – Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi hingga saat ini. Menurut data dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada 2021, jumlah kasusnya masih sebesar 5,33 juta balita,– meskipun telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Memang, stunting pada anak harus menjadi perhatian setiap orangtua, sebab kondisi ini dapat menyebabkan masalah pertumbuhan anak. Maka dari itu, peran orangtua untuk mencegah gangguan ini sangat diperlukan, agar anak dapat tumbuh dengan normal.

Cara Mencegah Stunting pada Anak

Penyebab utama terjadinya stunting adalah janin yang asupan gizinya tidak tercukupi saat di dalam kandungan. Meski begitu, masalah ini dapat diatasi atau dicegah dengan pemberian nutrisi seimbang saat bayi sudah dilahirkan.

Sebab, jika stunting dibiarkan dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan perkembangan otak, gangguan pertumbuhan fisik, dan masih banyak lagi. Tentu setiap orangtua tidak ingin hal ini terjadi pada anaknya.

Nah, berikut beberapa cara untuk mencegah stunting pada anak:

1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi saat Hamil

Setiap ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan gizi dirinya dan janin yang di dalam kandungan untuk cegah stunting. Pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, dibantu juga dengan suplemen agar kehamilan tetap sehat. Setelah itu, pemeriksaan kondisi kehamilan secara rutin juga diperlukan.

2. Pemberian ASI Selama 6 Bulan

Bayi yang baru lahir wajib mendapatkan ASI selama 6 bulan guna menurunkan risiko terjadinya stunting. ASI mengandung gizi mikro dan makro yang dapat memastikan nutrisi dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Maka dari itu, jika produksi ASI wanita yang baru melahirkan normal, sangat disarankan untuk memberikan ASI pada anak.

3. Kombinasi ASI dengan MPASI yang Bernutrisi

Bayi sudah bisa diberikan MPASI saat berusia 6 bulan. Ibu perlu memastikan makanan yang dipilih memenuhi gizi anak dan mampu menggantikan sebagian nutrisi dari ASI di awalnya. 

Pilihlah makanan yang kaya gizi serta mudah dicerna oleh anak. Cara ini sangat baik untuk cegah stunting pada anak.

4. Pantau Tumbuh-Kembang Anak

Setiap orangtua perlu rutin memantau tumbuh-kembang anak. Hal ini termasuk tinggi dan berat badan anak, sebab bisa jadi pertanda anak alami stunting atau tidak. Bawa anak melakukan pemeriksaan ke Posyandu atau dokter anak untuk memastikan pertumbuhannya sudah sesuai dengan usianya.

5. Jaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang kotor juga dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting, meski secara tidak langsung. Salah satu faktor tidak langsung yang menyebabkan anak alami stunting adalah diare.

Maka dari itu, memastikan lingkungan bersih dan memberikan makanan yang sehat mampu mencegah stunting perlu dilakukan. Bahkan, cara ini dapat membuat anak memiliki pertumbuhan yang normal seperti anak seusianya.

Itulah beberapa cara untuk mencegah stunting pada anak yang perlu diketahui setiap orangtua. Lakukan semua cara tersebut untuk menurunkan risiko dari gangguan pertumbuhan ini secara signifikan.

Jika masih memiliki pertanyaan lainnya terkait cara cegah stunting pada anak, fitur tanya dokter dari Halodoc bisa digunakan kapan dan dimana saja. Untuk mendapatkan kemudahan ini, segera download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan. Maka dari itu, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Kementerian Kesehatan. Diakses pada 2022. Pencegahan Stunting Pada Anak.
Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Bali. Diakses pada 2022. Cegah Stunting untuk Masa Depan Anak yang Lebih Baik.
Kemenko PMK. Diakses pada 2022. Kejar Target! Per Tahun Prevalensi Stunting Harus Turun 3 Persen.