• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Gangguan Kepribadian Antisosial, Perlu Dampingan Psikiater?

Idap Gangguan Kepribadian Antisosial, Perlu Dampingan Psikiater?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Gangguan kepribadian antisosial adalah gangguan jiwa ketika seseorang mengabaikan mana hal benar dan salah, serta tidak memedulikan hak dan perasaan orang lain. Mereka mungkin suka memusuhi, memanipulasi, atau memperlakukan orang lain secara kasar dan tidak berperasaan. Walaupun suka bersikap kasar, pengidap gangguan kepribadian antisosial tidak akan menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan atas perilaku yang telah mereka lakukan.

Seseorang yang mengidap gangguan kepribadian juga kerap menjadi penjahat dan melanggar hukum. Karena kondisi tersebut, orang dengan kelainan ini mungkin tidak mampu memenuhi tanggung jawab yang keluarga, pekerjaan, atau sekolah. Lantas, apakah pengidap gangguan kepribadian antisosial perlu didampingi psikiater? Ini ulasannya. 

Baca juga: Inilah Gangguan Kepribadian Antisosial dalam Kdrama Psycho But It’s Okay

Perlukah Pengidap Gangguan Antisosial Didampingi Psikiater?

Gangguan kepribadian antisosial adalah kondisi yang sulit diobati. Oleh karenanya, pengidapnya perlu didampingi ahli medis dan kesehatan mental yang sudah profesional selama menjalani pengobatan. Perawatan gangguan kepribadian antisosial sebenarnya tergantung pada situasi khusus setiap orang dan seberapa parah gejalanya.

Namun, kondisi ini umumnya ditangani dengan psikoterapi atau terapi bicara. Lewat terapi ini, pengidap akan diajari untuk mengontrol amarah dan kekerasan yang mungkin sering mereka lakukan. Apabila pengidap punya masalah dengan penyalahgunaan alkohol atau zat, maka terapi pun mencakup untuk menangani masalah ini. 

Meski begitu, psikoterapi tidak selalu efektif, terutama jika gejalanya sangat parah dan orang tersebut tidak sadar bahwa dirinya sedang dalam masalah serius. Selain terapi, terapis juga akan bekerja sama dengan dokter untuk meresepkan obat guna meredakan gejala kecemasan, depresi, dan agresi. Namun, pemberian obat harus dipantai ketat agar tidak berpotensi disalahgunakan oleh pengidapnya. 

Baca juga: Trauma Masa Kecil Bisa Sebabkan Gangguan Kepribadian

Ciri-Ciri Orang yang Mengidap Gangguan Kepribadian Antisosial

Sebenarnya tidak sulit untuk mengenali ciri-ciri orang yang mengidap gangguan kepribadian antisosial. Berikut sejumlah tanda dan gejala yang bisa dikenali:

  • Selalu mengabaikan hal yang benar dan salah.
  • Sering berbohong dan menipu untuk mengeksploitasi orang lain.
  • Tidak punya perasaan, sinis, dan tidak menghormati orang lain.
  • Memanfaatkan pesona atau kecerdasan untuk memanipulasi orang lain demi keuntungan pribadi atau kesenangan pribadi.
  • Bersikap arogan dan punya rasa superioritas yang sangat tinggi.
  • Sangat keras kepala.
  • Sering terlibat dengan masalah hukum atau perilaku kriminal.
  • Berulang kali melanggar hak orang lain melalui intimidasi dan ketidakjujuran.
  • Impulsif atau gagal membuat rencana ke depan.
  • Suka memicu permusuhan, mudah tersinggung, agitasi, agresi, atau kekerasan.
  • Kurangnya empati untuk orang lain dan tidak menyesal setelah menyakiti orang lain.
  • Suka mengambil risiko atau melakukan perilaku berbahaya tanpa memperhatikan keselamatan diri sendiri atau orang lain.
  • Tidak mempertimbangkan konsekuensi negatif dari perilakunya atau tidak mau belajar dari kesalahan sebelumnya.
  • Tidak bertanggung jawab dan berulang kali gagal memenuhi kewajiban pekerjaan atau keuangan.

Orang dewasa dengan gangguan kepribadian antisosial biasanya menunjukkan gejala gangguan perilaku sebelum usia 15 tahun. Meskipun gangguan kepribadian antisosial dianggap sebagai kondisi seumur hidup, pada beberapa orang gejalanya dapat menurun seiring waktu. Meski begitu, belum jelas apakah penurunan ini disebabkan oleh faktor penuaan atau peningkatan kesadaran akan konsekuensi dari perilaku antisosial.

Baca juga: Jangan Samakan Kepribadian Antisosial dan Introvert

Orang dengan gangguan kepribadian antisosial tidak mungkin mencari bantuan sendiri. Kalau kamu curiga bahwa teman atau anggota keluarga mungkin mengalami gangguan tersebut, kamu dapat menyarankan dengan lembut agar orang tersebut mau mencari bantuan dari ahli kesehatan mental. Kamu juga bisa bicara langsung dengan psikiater di aplikasi Halodoc apabila ingin tahu lebih lanjut tentang kondisi ini. Tak perlu ke rumah sakit, lewat Halodoc kamu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Antisocial personality disorder.
WebMD. Diakses pada 2020. Antisocial personality disorder.