Idap Hidradenitis Suppurativa, Ini Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
hidradenitis suppurativa, penyakit kulit

Halodoc, Jakarta - Bagi kamu yang mengalami gangguan hidradenitis suppurativa, pengobatan disesuaikan dengan kondisi pengidap. Pada pengidap yang masih dalam stadium awal, obat-obatan dapat diberikan. Namun pada pengidap dengan kondisi yang parah, prosedur bedah mungkin diperlukan.

Pengidap juga disarankan untuk mengonsumsi antibiotik selama 2 minggu, terutama jika benjolannya terasa nyeri, mengalami peradangan, dan terbentuk nanah. Apabila tidak ada infeksi bakteri, antibiotik tetap dapat digunakan untuk mencegah peradangan.

Dokter juga akan menyarankan pengidap untuk mengonsumsi antibiotik dosis rendah hingga 3 bulan supaya jumlah benjolan dapat berkurang. Pada kasus yang ringan, pengidap cukup diberikan antibiotik topikal (krim). Namun, untuk kasus yang berat, bisa diberikan kombinasi lebih dari 1 antibiotik.

Baca juga: Diet Tepat untuk Hidradenitis Suppurativa

Pemakaian antiseptik yang memiliki kandungan chlorhexidine juga disarankan untuk digunakan setiap hari pada area yang sakit. Obat pereda rasa sakit ini bisa diberikan oleh dokter. Obat retinoid seperti isotretinoin dapat diresepkan oleh dokter spesialis kulit untuk membantu pengobatan, tetapi tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil.

Obat tablet kortikosteroid seperti prednisone juga dapat kamu gunakan untuk mengurangi peradangan. Namun, penggunaan kortikosteroid jangka panjang tidak disarankan, karena dapat menimbulkan efek samping seperti pengeroposan tulang, berat badan bertambah, katarak, tekanan darah tinggi, dan gangguan mental.

Sementara itu, obat penekan sistem imun seperti infliximab atau adalimumab juga dianggap bisa mengobati hidradenitis suppurativa. Obat berfungsi dengan menetralisir tumor necrosis factor (TNF), zat dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Obat ini diberikan melalui suntikan.

Baca juga: Kenalan dengan Hidradenitis Suppurativa, alias Bisul

Perlu kamu ketahui juga bahwa terdapat efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan obat ini, yaitu meningkatnya risiko infeksi, gagal jantung, dan beberapa jenis kanker. Apabila sangat diperlukan, hidradenitis suppurativa dapat ditangani dengan operasi, tergantung pada lokasi dan luasnya area. Berikut beberapa cara pengobatan yang juga bisa dilakukan pengidap penyakit ini:

  • Insisi dan drainase abses, yaitu dengan mengiris bisul dan membuang nanah.

  • Membuang kulit dan jaringan di atas area yang mengalami kelainan, baik untuk 1 benjolan atau benjolan yang telah terbentuk sinus.

  • Membuang seluruh kulit pada area kulit yang mengalami kelainan, lalu luka ditutup dengan prosedur cangkok kulit.

  • Pola hidup. Kompres hangat, jaga kebersihan daerah yang terkena, kenakan pakaian yang longgar, dan menurunkan berat badan adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hidradenitis suppurativa.

  • Pengobatan medis. Beberapa contoh pilihan pengobatan hidradenitis suppurativa merupakan dengan pemberian antibiotik, serta injeksi steroid atau inhibitor TNF. Pilihan antibiotik yang bisa digunakan adalah antibiotik jenis eritromisin, dan klindamisin.

  • Pembedahan. Jika lesi kulit yang terjadi sudah cukup kronis dengan banyak jaringan perut, pembedahan dapat dipertimbangkan.

Baca juga: Kenalan dengan Hidradenitis Suppurativa, alias Bisul

Sebenarnya pencegahan pun dapat dilakukan dengan menghindari berbagai faktor pencetus dari gangguan kulit hidradenitis suppurativa. Jaga berat badan agar tetap ideal dan menjaga kebersihan kulit bisa kamu lakukan untuk menghindari gangguan kulit ini.

Jika kamu mengalami gejala yang kamu curigai, segera komunikasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran pengobatan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.