Infeksi Amandel Dapat Sebabkan Abses Peritonsil

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Infeksi Amandel Dapat Sebabkan Abses Peritonsil

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan sakit tenggorokan yang tidak kunjung reda dalam waktu beberapa hari. Apalagi jika kondisi ini disertai nyeri pada telinga, kesulitan menelan, bengkak pada bagian wajah dan leher, serta perubahan pada suara. Bisa jadi kamu mengalami kondisi abses peritonsil.

Abses peritonsil adalah gangguan pada tonsil yang disebabkan infeksi bakteri sehingga muncul nanah pada area tonsil atau amandel. Kondisi abses peritonsil dapat menjadi salah satu komplikasi yang terjadi akibat infeksi amandel atau radang amandel yang tidak segera diatasi. Ketahui lebih banyak informasi mengenai abses peritonsil agar dapat melakukan pencegahan.

Gejala Abses Peritonsil

Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak, remaja hingga orang dewasa muda. Ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap abses peritonsil, seperti kondisi sakit tenggorokan yang cukup parah pada salah satu sisi. Selain itu, pengidap juga mengalami kondisi demam dan menggigil.

Jangan sepelekan kondisi nyeri telinga, kesulitan menelan, bengkak pada bagian wajah, dan leher pada sisi yang sama dengan lokasi abses peritonsil. Kondisi ini bisa menandakan gejala abses peritonsil. Adapun gejala lainnya adalah sakit kepala dan perubahan suara yang menjadi parau.

Abses peritonsil bisa menyerang salah satu amandel maupun kedua sisi amandel. Tentu jika pembengkakan yang terjadi menutup saluran pernapasan, kondisi ini dapat membahayakan pengidap dengan mengalami kesulitan bernapas. Tidak hanya itu, abses peritonsil yang pecah bisa sebabkan pneumonia karena nanah yang masuk dalam paru-paru. Sebaiknya jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda dari kondisi abses peritonsil. 

Ketahui Penyebab Abses Peritonsil

Umumnya, abses peritonsil disebabkan bakteri yang menjadi penyebab radang tenggorokan. Bakteri streptococcus adalah jenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi pada jaringan yang berada di sekitar amandel.

Ketahui kondisi kesehatan yang dapat tingkatkan risiko seseorang alami abses peritonsil, seperti infeksi pada bagian gusi, tonsilitis kronis, infeksi mononucleosis, kebiasaan merokok atau adanya endapan kalsium dalam amandel.

Atasi Abses Peritonsil untuk Cegah Komplikasi

Abses peritonsil membutuhkan penanganan yang tepat. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menjadi lebih parah. Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter untuk memastikan kondisi abses peritonsil yang dialami oleh pasien. Umumnya, dokter melakukan pemeriksaan fisik pada bagian mulut, tenggorokan serta leher. 

Setelah kondisi abses peritonsil dipastikan, ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan mengeluarkan nanah pada bagian tonsil atau amandel dengan menggunakan teknik penyedotan dengan penggunaan jarum atau aspirasi. Tidak hanya itu, membuat sayatan kecil dengan pisau bisa dilakukan agar nanah bisa keluar dari bagian tonsil atau amandel.

Jika kedua cara ini belum bisa mengatasi abses peritonsil, maka penanganan terakhir bisa dilakukan dengan tonsilektomi. Tonsilektomi adalah prosedur ketika amandel pasien diangkat untuk mengatasi abses peritonsil. Namun, tonsilektomi dilakukan pada pasien yang telah mengalami abses peritonsil berulang.

Tidak ada salahnya lakukan pencegahan terhadap penyakit abses peritonsil dengan menghindari kebiasaan merokok dan jaga kebersihan mulut serta gigi dengan baik. Penanganan lebih dini membuat peluang untuk sembuh lebih besar.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Peritonsillar Abscess
Web MD. Diakses pada 2019. Peritonsillar Abscess