Infeksi pada Jantung Dapat Sebabkan Kardiomiopati

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Infeksi pada Jantung Dapat Sebabkan Kardiomiopati

Halodoc, Jakarta – Kardiomiopati mengacu pada penyakit otot jantung. Dalam beberapa kondisi, kardiomiopati menyebabkan otot jantung membesar, tebal, ataupun kaku. Ketika kardiomiopati memburuk, maka jantung menjadi lebih lemah.

Apa yang terjadi ketika jantung melemah? Jantung menjadi kurang mampu memompa darah ke seluruh tubuh dan tidak mampu mempertahankan ritme listrik yang normal. Akibatnya, bisa saja pengidapnya mengalami gagal jantung atau detak jantung tidak teratur yang disebut aritmia.

Infeksi jantung dapat menyebabkan kardiomiopati. Saat seseorang terkena infeksi jantung, beberapa gejala yang dirasakannya adalah sakit kepala dan tubuh, nyeri sendi, demam, sakit tenggorokan, ataupun diare. Kemudian, merambah ke sesak napas, pembengkakan kaki, pergelangan kaki, atau tangan, kelelahan, pusing bahkan sampai pingsan.

Baca juga: Tak Hanya Nyeri Dada, Ini 14 Tanda Sakit Jantung

Infeksi ini umumnya terjadi ketika bakteri, jamur atau kuman lain dari bagian lain tubuh, seperti mulut menyebar melalui aliran darah dan melekat pada area yang rusak di jantung. Jika tidak ditangani dengan cepat, infeksi ini dapat dapat merusak atau menghancurkan katup jantung, sehingga menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Biasanya sistem kekebalan tubuh menghancurkan bakteri tersebut. Bahkan, jika bakteri mencapai jantung, mereka dapat melewatinya tanpa menyebabkan infeksi. Namun, bakteri yang hidup di mulut, tenggorokan, ataupun bagian tubuh lainnya, seperti kulit atau usus, kadang-kadang dapat menyebabkan infeksi serius.

Penyebarannya bisa dari aktivitas sehari-hari. Kegiatan seperti menyikat gigi atau kegiatan lain yang dapat menyebabkan gusi berdarah, dapat memungkinkan bakteri memasuki aliran darah. Kondisi medis lainnya, seperti penyakit gusi, infeksi menular seksual, ataupun gangguan usus tertentu, misalnya penyakit radang usus juga dapat memberi bakteri kesempatan untuk memasuki aliran darah.

Ini termasuk juga penggunaan kateter, jarum digunakan untuk tato dan tindik badan, penggunaan obat-obatan terlarang melalui jarum dan jarum suntik yang terkontaminasi, dan prosedur gigi tertentu yang memotong gusi.

Perawatan Infeksi Jantung

American Heart Association menyarankan orang-orang yang mengalami infeksi jantung untuk mengonsumsi antibiotik sebelum menjalani perawatan gigi, pembedahan, ataupun prosedur invasif tertentu lainnya. Ini termasuk orang yang menjalani operasi untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung ataupun memiliki masalah jantung sebelumnya, termasuk cacat jantung bawaan tertentu, meskipun cacat tersebut sudah diperbaiki.

Baca juga: 7 Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kiri

Karenanya, rentannya penyebaran infeksi dari perawatan mulut yang bisa berakibat pada infeksi jantung, maka ahli medis menyarankan untuk berhati-hati dalam menyikat dan membersihkan gigi. Kemudian, tindakan operasi dianjurkan jika:

  1. Katup jantung sangat rusak, sehingga tidak menutup cukup erat, dan terjadi regurgitasi, di mana darah mengalir kembali ke jantung

  2. Infeksi berlanjut karena pasien tidak menanggapi obat antibiotik atau antijamur

  3. Gumpalan besar bakteri dan sel atau vegetasi, melekat pada katup jantung

  4. Pembedahan dapat memperbaiki cacat jantung atau katup jantung yang rusak, menggantinya dengan yang buatan, ataupun mengeringkan abses yang telah berkembang dalam otot jantung.

Ketika pemeriksaan, dokter akan bertanya tentang riwayat medis pasien dan mengidentifikasi kemungkinan masalah jantung dan prosedur atau tes medis terbaru, seperti operasi, biopsi, ataupun endoskopi.

Baca juga: Alasan Orang Sulit Berhenti Merokok

Pemeriksaan juga, termasuk apakah ada tanda-tanda demam, nodul, ataupun gejala lain, seperti murmur jantung. Gejala-gejala infeksi jantung bisa jadi tumpang tindih dengan gejala-gejala kondisi lain, sehingga serangkaian tes perlu digunakan untuk mengonfirmasi.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai infeksi jantung dan kardiomiopati, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.