• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 2 Dampak Lemak Jenuh bagi Tubuh yang Jarang Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 2 Dampak Lemak Jenuh bagi Tubuh yang Jarang Diketahui

Ini 2 Dampak Lemak Jenuh bagi Tubuh yang Jarang Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 Juli 2022

“Ada beberapa dampak lemak jenuh bagi tubuh yang jarang diketahui. Salah satunya adalah peningkatan berat badan, yang berisiko memicu berbagai penyakit.”

Ini 2 Dampak Lemak Jenuh bagi Tubuh yang Jarang DiketahuiIni 2 Dampak Lemak Jenuh bagi Tubuh yang Jarang Diketahui

Halodoc, Jakarta – Tubuh manusia membutuhkan berbagai nutrisi untuk mendukung fungsi organ tubuh bekerja dengan optimal. Salah satu nutrisi tersebut adalah lemak yang dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua lemak menyehatkan bagi tubuh. Selain lemak sehat, ada lemak jenuh atau yang kerap disebut sebagai lemak jahat, yang perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya. 

Sebab, kandungan lemak jenuh beberapa makanan tidak sehat, dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada tubu bila dikonsumsi berlebihan. Sayangnya, dampak negatif tersebut masih jarang diketahui secara luas. 

Lantas, kira-kira apa saja dampak lemak jenuh bagi tubuh yang jarang diketahui? Yuk, simak informasinya di sini!

Dampak Lemak Jenuh Bagi Tubuh

Lemak jenuh berasal dari beberapa jenis makanan, seperti minyak kelapa sawit dan kelapa, keju, daging merah, makanan siap saji, dan mentega. Terlalu banyak mengonsumsi lemak ini diketahui dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tubuh, yaitu:

1. Peningkatan Berat Badan

Beberapa jenis makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebih, hal ini dapat meningkatkan asupan kalori ekstra pada tubuh. Alhasil, tubuh dapat mengalami peningkatan berat badan secara signifikan. 

Nah, peningkatan berat badan juga berisiko memicu berbagai penyakit, salah satunya diabetes. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan berlemak tinggi untuk membantu menjaga berat badan tetap ideal. 

2. Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa asupan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Termasuk kadar kolesterol LDL (jahat) dan apolipoprotein B (ApoB). Perlu diketahui bahwa baik antara risiko penyakit jantung dan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) memiliki keterkaitan yang tinggi. Sebab, semakin besar jumlah kadar LDL pada tubuh, semakin besar juga risiko penyakit jantung.

Sementara itu, ApoB merupakan protein dan komponen utama dari LDL. Menurut sebuah studi tahun 2020 yang dipublikasikan pada U.S National Library of Medicine, ApoB dianggap sebagai prediktor kuat risiko penyakit jantung. Kesimpulannya, asupan lemak jenuh telah terbukti meningkatkan kedua faktor risiko tersebut dalam memicu penyakit jantung.

Tips Membatasi Asupan Lemak Jenuh

Mengingat berbagai risiko dampak negatif yang dapat terjadi jika dikonsumsi berlebihan, tentu asupan lemak jenuh perlu dibatasi. Agar dapat membatasi asupan lemak jenuh tersebut secara efektif, ada beberapa tips yang dapat kamu coba lakukan, yaitu:

  • Senantiasa membandingkan label makanan ketika berbelanja sehingga, kamu dapat memilih makanan yang memiliki kandungan lemak rendah.
  • Memilih produk susu rendah lemak atau rendah lemak atau alternatif susu.
  • Hindari mengolah makanan dengan cara digoreng. Namun, olahlah masakan dengan cara yang lebih sehat, seperti dikukus, dipanggang atau direbus.
  • Pastikan untuk menggunakan minyak secukupnya saat memasak. Kamu bisa menggunakan sendok teh untuk mengontrol jumlah yang digunakan, atau menggunakan semprotan minyak. Selain itu, gunakanlah minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, ketika memasak.
  • Jika sedang memasak daging, pastikan untuk memotong lemak yang menempel, dan lepaskan kulit dari daging sebelum memasaknya.
  • Jika ingin mengonsumsi camilan, pilihlah camilan sehat rendah lemak seperti buah atau sayuran.

Itulah beberapa dampak lemak jenuh bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui. Mulai dari dapat meningkatkan berat badan tubuh secara signifikan, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung pada tubuh. Oleh karena itu, pastikan untuk membatasi asupan lemak jenuh setiap harinya.

Selain itu, pastikan juga untuk memenuhi segala nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Selain dari konsumsi makanan sehat, kamu juga dapat memenuhinya dengan cara mengonsumsi suplemen kesehatan.

Jika saat ini kamu membutuhkannya, kamu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen pada aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre lama di apotek. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

Healthline. Diakses pada 2022. Is Saturated Fat Unhealthy?
Medline Plus. Diakses pada 2022. Facts about saturated fats. 
NHS. Diakses pada 2022. How to eat less saturated fat. 
NIH. Diakses pada 2022. Evaluating the relationship between circulating lipoprotein lipids and apolipoproteins with risk of coronary heart disease: A multivariable Mendelian randomisation analysis.