Ini 4 Cara Atasi Sakit Akibat Plantar Fasciitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini 4 Cara Atasi Sakit Akibat Plantar Fasciitis

Halodoc, Jakarta – Plantar fasciitis merupakan penyebab paling umum dari nyeri tumit. Plantar fascia adalah pita datar jaringan (ligamen) yang menghubungkan tulang tumit dengan jari kaki. Ini mendukung lengkungan kaki.

Jika kamu mengalami plantar fasciitis ini menyebabkan ligamen tersebut menjadi lemah, bengkak, dan teriritasi (meradang). Lalu, tumit atau bagian bawah kaki sakit saat berdiri atau berjalan.

Plantar fasciitis umum terjadi pada orang paruh baya. Ini juga terjadi pada orang-orang muda yang banyak berdiri, seperti atlet atau tentara. Itu bisa terjadi dalam satu kaki atau kedua kaki. Plantar fasciitis disebabkan oleh peregangan ligamen yang menyangga lengkungan. Ketegangan berulang dapat menyebabkan air mata kecil di ligamen. Ini dapat menyebabkan rasa sakit dan bengkak yang lebih mungkin terjadi jika:

Baca juga: 4 Latihan untuk Mengobati Plantar Fasciitis

  • Kaki berguling terlalu dalam saat berjalan (pronasi berlebihan).

  • Memiliki lengkungan tinggi atau kaki rata.

  • Kamu berjalan, berdiri, atau berlari untuk waktu yang lama, terutama pada permukaan yang keras.

  • Kelebihan berat badan.

  • Kamu mengenakan sepatu yang tidak pas atau usang.

  • Kamu memiliki tendon Achilles yang ketat atau otot betis.

Kebanyakan orang dengan plantar fasciitis mengalami nyeri ketika mereka mengambil langkah pertama setelah bangun tidur atau duduk dalam waktu yang lama. Kamu mungkin memiliki lebih sedikit kekakuan dan rasa sakit setelah melakukan beberapa langkah.

Namun, kakimu mungkin lebih sakit seiring berjalannya hari. Ini mungkin paling menyakitkan ketika kamu menaiki tangga atau setelah berdiri untuk waktu yang lama.

Jika kamu mengalami sakit kaki di malam hari, kamu mungkin memiliki masalah yang berbeda, seperti radang sendi, atau masalah saraf, misalnya sindrom terowongan tarsal. Dokter akan memeriksa kaki dan melihat kamu berdiri dan berjalan. Ia juga akan mengajukan pertanyaan tentang:

Baca juga: Olahraga Ini Bisa Bedakan Plantar Fasciitis pada Tumit

  • Kesehatan masa lalu, termasuk penyakit atau cedera apa yang kamu miliki.

  • Gejala yang kamu rasakan, seperti di mana rasa sakit tersebut dan pada jam-jam berapa kaki kamu merasa paling sakit.

  • Seberapa aktif dan apa jenis aktivitas fisik yang kamu lakukan.

  • Dokter mungkin melakukan rontgen kaki jika ia mencurigai adanya masalah dengan tulang kaki, seperti patah tulang atau stres.

Tidak ada pengobatan tunggal yang bekerja paling baik untuk pengidap plantar fasciitis. Namun, ada banyak hal yang bisa kamu coba untuk membantu kaki menjadi lebih baik:

  1. Istirahatkan Kakimu

Kurangi kegiatan yang membuat kaki sakit. Cobalah untuk tidak berjalan atau berlari di permukaan yang keras.

  1. Mengompres dengan Es

Untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak, coba letakkan es di tumit atau gunakan penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen (seperti, Advil atau Motrin) atau naproxen (seperti, Aleve).

  1. Lakukan Peregangan

Lakukan peregangan jari kaki, peregangan betis, dan peregangan handuk beberapa kali sehari, terutama saat kamu pertama kali bangun di pagi hari. (Untuk peregangan handuk, kamu bisa menarik kedua ujung handuk gulung yang diletakkan di bawah bola kaki)

Baca juga: Sering Pakai Flat Shoes Bisa Sebabkan Plantar Fasciitis, Benarkah?

  1. Mengenakan Sepasang Sepatu Baru

Pilih sepatu dengan dukungan lengkung yang baik dan sol yang empuk. Atau coba cangkir tumit atau sisipan sepatu (orthotics). Gunakan keduanya di kedua sepatu, meskipun hanya satu kaki yang sakit.

Jika perawatan ini tidak membantu, dokter dapat merekomendasikan bidai yang kamu kenakan di malam hari, suntikan obat-obatan (seperti, steroid) di tumit, atau perawatan lainnya. Kamu mungkin tidak perlu dioperasi. Dokter hanya menyarankannya untuk orang yang masih merasakan sakit setelah mencoba perawatan lain selama 6 hingga 12 bulan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara mengatasi rasa sakit akibat plantar fasciitis, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.