Ini 4 Fakta Phlegmon yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ini 4 Fakta Phlegmon yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit yang menyebabkan peradangan, phlegmon merupakan salah satu yang mesti diwaspadai. Phlegmon sendiri merupakan peradangan yang meluas pada jaringan ikat dan lunak. 

Nah, untuk tahu lebih jauh mengenai phlegmon, yuk simak beberapa fakta penting di bawah ini. 

Baca juga: Kenali Phlegmon yang Disebabkan Infeksi Bakteri

1. Bisa Menimbulkan Sederet Gejala

Berbicara tanda yang disebabkan phlegmon, berarti kita membicarakan banyak hal. Sebab, phlegmon ini bisa memunculkan banyak tanda pada pengidapnya. Dalam kebanyakan kasus phlegmon ditandai dengan demam, menggigil, nyeri kepala dan tubuh, kelelahan, serta pembengkakan pada kelenjar getah bening. 

Enggak cuma itu saja, andaikan nanah menyebar ke jaringan sekitarnya, maka akan timbul lagi sederet gejala lain. Misalnya: 

  • Pada kulit: Tampak kemerahan, bengkak, terasa panas, dan nyeri.

  • Pada mata: Memicu gangguan penglihatan dan mata berair disertai nyeri.

  • Pada pankreas: Terjadinya peningkatan enzim amilase dan kadar sel darah putih, demam, mual, dan nyeri perut.

  • Pada rongga mulut: Menimbulkan nyeri pada gusi yang menjalar ke telinga, pembengkakan di sekitar mulut, dan kesulitan bernapas.

  • Pada saluran cerna: demam disertai mual, muntah, dan rasa nyeri.

  • Pada tonsil: nyeri tenggorokan, tenggorokan terasa kering, dan kesulitan berbicara.

  • Pada usus buntu: Menyebabkan gangguan pencernaan, diare, mual, muntah, dan nyeri perut.

Bila  mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

2. Sulit Dibedakan dengan Selulitis dan Abses

Phlegmon berkaitan dengan abses dan selulitis. Contoh kecilnya, infeksi diabetes pada kaki. Dalam kasus ini, cukup sulit membedakan apakah jaringan lunak terinfeksi mengalami abses, selulitis, atau phlegmon? Meski begitu, bila ditelisik lebih jauh ketiga penyakit di atas punya perbedaan. 

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Selulitis merupakan peradangan yang menyebar di sepanjang fascia hingga ruang-ruang di jaringan tanpa disertai nanah. Fascia ini merupakan jaringan fibrosa yang membentang di bawah kulit dan membungkus otot dan berbagai organ tubuh. 

Sedangkan abses, nanah yang terkumpul dalam satu tempat di dalam suatu rongga karena kerusakan jaringan. Nah, sementara ini phlegmon lain lagi ceritanya. phlegmon merupakan peradangan akut yang mengeluarkan nanah. phlegmon  terjadi pada jaringan di bawah kulit.

3. Gegara Infeksi Bakteri

Seperti beberapa penyakit lainnya, phlegmon disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus koagulase positif dan Streptococcus group A. Dalam kebanyakan kasus, lokasi sumber infeksinya berada di langit-langit mulut, otot, mediastinum (rongga di antara paru kanan dan kiri), dan pada dinding organ yang memiliki rongga. 

Untuk organ dalam tubuh, phlegmon bisa menempel pada dinding perut atau usus buntu. Di samping itu, sumber infeksinya juga dapat bermula dari luka kecil yang terjadi di bawah kulit. 

4. Antibiotik dan Pembedahan

Karena disebabkan oleh infeksi bakteri, maka pengobatan untuk mengatasi phlegmon memerlukan antibiotik. Penggunaan antibiotik ini bisa digunakan selama area yang mengalami phlegmon tak menyebar. Bila menyebar, lain lagi ceritanya.

Untuk mengatasi phlegmon yang menyebar, dokter akan melakukan tindakan pembedahan. Pembedahan ini juga dilakukan untuk membersihkan jaringan yang telah rusak dan mencegah infeksi makin menyebar. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). What Is Phlegmon?
JPMA (Diakses pada 2019). The Three Musketeers: Cellulitis, Phlegmon, and Abscess.