• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Demam Berdarah

Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Demam Berdarah

DBD atau demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus.

Baca juga: Muncul Gejala DBD, Haruskah Langsung ke Dokter?

 

Faktor Risiko Demam Berdarah

Demam berdarah dapat dipicu oleh faktor risiko tertentu. Beberapa faktor risiko demam berdarah, yaitu:

  • Pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya;

  • Tinggal atau bepergian ke daerah tropis; dan

  • Bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

 

Penyebab Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut

 

Gejala Demam Berdarah

Gejala umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari. Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:

  • Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius;

  • Nyeri kepala berat;

  • Nyeri pada sendi, otot, dan tulang;

  • Nyeri pada bagian belakang mata;

  • Nafsu makan menurun;

  • Mual dan muntah;

  • Pembengkakan kelenjar getah bening;

  • Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam;

  • Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening; dan

  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

 

Diagnosis Demam Berdarah

Diagnosis penyakit demam berdarah akan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis. Selain itu pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah di laboratorium juga harus dilakukan. Sebaiknya, setelah merasakan ada gejala-gejala demam berdarah, segera konsultasi dokter di Halodoc atau langsung kunjungi rumah sakit terdekat, agar bisa langsung dilakukan diagnosis. 

 

Komplikasi Demam Berdarah

Saat demam berdarah terlambat untuk ditangani, maka komplikasi akan terjadi. Komplikasi demam berdara atau dengue shock syndrome (DSS) memiliki beberapa gejala dan tanda, yaitu:

  • Tanda perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, perdarahan di bawah kulit, muntah hitam, batuk darah, maupun buang air besar dengan feses kehitaman;

  • Tekanan darah menurun;

  • Kulit basah dan terasa dingin;

  • Denyut nadi melemah;

  • Frekuensi buang air kecil menurun dan jumlah urine yang keluar sedikit;

  • Mulut kering; dan

  • Sesak nafas atau pola napas tidak beraturan.

Penanganan yang tepat dan cepat harus dilakukan ketika pengidap sudah mengalami DSS. Jika tidak segera dilakukan penanganan, maka bisa mengakibatkan gangguan fungsi organ tubuh yang berujung pada kematian.

Baca juga: Pentingnya Asupan Cairan Bagi Pengidap DBD

 

Pengobatan Demam Berdarah

Pengobatan yang spesifik untuk mengobati demam berdarah saat ini belum ada. Pengobatan bertujuan untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi virus semakin memberat. Beberapa upaya yang dianjurkan dokter, yaitu:

  • Banyak minum cairan agar terhindar dari dehidrasi;

  • Cukup istirahat;

  • Konsumsi obat penurun panas yang relatif aman dan dianjurkan dokter;

  • Menghindari konsumsi obat-obatan pereda nyeri. Hal ini dikarenakan obat-obatan tersebut dapat menimbulkan komplikasi perdarahan. 

  • Pantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar.

 

Pencegahan Demam Berdarah

Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah, yaitu:

  • Anak usia 9-16 tahun seharusnya divaksinasi dengue, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan;

  • Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu;

  • Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu;

  • Menutup rapat tempat penampungan air;

  • Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti;

  • Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah;

  • Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah;

  • Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras;

  • Menggunakan kelambu saat tidur;

  • Menanam tumbuhan pengusir nyamuk;

  • Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian;

  • Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi;

  • Mengenakan pakaian yang longgar; dan

  • Menggunakan krim anti-nyamuk yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET), tetapi jangan gunakan DEET pada anak di bawah 2 tahun.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika sudah melakukan pencegahan, tetapi demam berdarah masih menyerang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera kunjungi dokter untuk meminta saran. Penanganan sedini mungkin akan membantu mencegah munculnya masalah-masalah yang lebih parah lagi.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Dengue Fever: Causes and Symptoms
Diperbarui pada 26 November 2019. 

Showing response for:

Apa benar jus jambu merah ampuh buat naikin trombosit pas kena dbd?
Jus jambu biji ternyata tidak berkhasiat untuk meningkatkan trombosit.
Seperti diketahui pada penderita DBD, nilai trombosit mulai menurun pada masa demam dan mencapai nilai terendah pada masa renjatan atau syok.
Jadi sebenarnya anggapan mengonsumsi jus jambu untuk menaikkan trombosit salah kaprah.Sebenarnya yang terjadi adalah daya tahan tubuh meningkat karena kandungan vitamin C dalam jambu biji. Ketika daya tahan tubuh meningkat maka, trombosit penderita DBD akan naik secara perlahan dengan sendirinya.
Dok apa aja makanan yang aman buat demam berdarah?
Makanan yang dapat dikonsumsi pada pasien  demam berdarah :

1.  Bubur
Bubur adalah makanan yang dikenal sebagai makanan yang mudah dicerna dan banyak memiliki manfaat baik untuk kesehatan.

2.  Buah Jeruk
Buah jeruk dipercaya memiliki banyak kandungan vitamin C, yang mampu menambah antibodi dalam tubuh. Sehingga tubuh dapat melakukan pemulihan dengan lebih cepat, selain itu jeruk juga dipercaya dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan bagi pengidap demam berdarah.

3.  Daun Pepaya
 Daun pepaya mengandung  vitamin, protein, karbohidrat, zat besi, kalsium dan fosfor yang dapat membantu naiknya trombosit dalam darah.

4.  Mengonsumsi Ikan Salah satu makanan yang menyehatkan adalah dengan mengonsumsi ikan, seperti yang kita ketahui bahwa ikan banyak mengandung vitamin, mineral, dan protein yang dapat menyehatkan otot, jantung serta menjaga tubuh dari kekurangan trombosit akibat virus demam berdarah.

5.  Daging Sapi Cincang
Daging sapi memiliki kadar mineral dan protein yang tinggi sehingga baik bagi pengidap demam berdarah, mengonsumsi daging sapi berguna untuk meningkatkan kesehatan jaringan tubuh. Ada baiknya mengolah daging sapi ini dengan cara dicincang, dan dijadikan sebagai sup hangat.

6.  Agar-agar
Makanan untuk menyembuhkan demam berdarah lainnya dengan mengonsumsi agar-agar yang terbuat dari rumput laut. Rumput laut mengandung vitamin, mineral, dan serat yang tinggi dapat menyehatkan pencernaan dan peredaran darah ke seluruh tubuh. Pengidap demam berdarah, cenderung kesulitan untuk buang air besar karena keseimbangan tubuhnya sedang terganggu. Maka dari itu pengidap demam berdarah, diwajibkan untuk mengonsumsi agar-agar.
Dok kalo misal anak pernah kena demam berdarah nantinya bisa kena lagi ga ya?
Kalau sudah kena sekali DBD, maka bukan berarti akan kebal dan tidak tertular lagi. Karena virus DBD ada 4 jenis, yaitu DEN-1, 2, 3 dan 4. Jadi (minimal) kita bisa kena DBD empat kali seumur hidup