Demam Berdarah

Pengertian Demam Berdarah

Demam berdarah atau dikenal oleh kebanyakan masyarakt sebagai demam dengue adalah penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.

Demam dengue dan demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda. Demam berdarah (dengue hemorrhagic fever) disebut juga DBD merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

Dengue hemorrhagic fever atau demam berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome yang dapat menyebabkan kematian akibat pendarahan hebat. Kedua komplikasi tersebut berisiko tinggi dialami oleh orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu melawan infeksi dengue yang dia derita, atau oleh orang yang sebelumnya pernah terkena demam dengue lalu terkena kondisi ini kembali.

Gejala Demam Berdarah

  • Suhu badan tinggi yang bisa mencapai 41 derajat celsius.
  • Tubuh menggigil.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Badan terasa lelah.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Wajah berwarna kemerahan.
  • Nyeri sendi, otot, dan tulang.
  • Mual-mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada bagian belakang mata.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Munculnya bintik-bintik merah di kulit (terutama pada anak-anak).
  • Pada kasus yang jarang terjadi, demam dengue juga menyebabkan hidung dan gusi mengeluarkan darah yang jumlahnya sangat sedikit (berbeda dengan pendarahan yang terjadi pada hemorrhagic dengue fever yang mana volume darah yang dikeluarkan cukup banyak).

Penyebab Demam Berdarah

Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus dan biasanya dialami oleh negara-negara subtropis dan tropis, termasuk Indonesia.

Faktor Risiko Demam Berdarah

  • Tinggal atau berpergian ke area tropis. Berada di daerah tropis dan subtropis meningkatkan risiko terkenanya virus yang menyebabkan demam berdarah. Daerah yang berisiko tinggi adalah Asia Tenggara, bagian barat Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia.
  • Infeksi sebelumnya dengan virus demam dengue meningkatkan risiko gejala yang serius jika terinfeksi kembali.

Diagnosis Demam berdarah

Dalam pemeriksaan laboratorium pada awal fase demam, akan dijumpai jumlah sel darah putih yang normal. Kemudian, jumlah tersebut akan menurun selama fase demam. Jumlah sel darah merah pada awal demam pada umumnya juga akan tetap normal. Namun, penurunan jumlah biasanya ditemukan antara hari ketiga sampai ketujuh. Karena itu, pemeriksaan sel darah merah ini perlu diulang.

Perlu diketahui bahwa peningkatan sel darah merah selalu dijumpai pada demam berdarah dengue. Hal ini merupakan indikator terjadinya kebocoran plasma, di mana seharusnya sel darah tersimpan. Pemeriksaan rontgen dada juga bisa dilakukan untuk melihat adanya kebocoran cairan ke dalam rongga dada.

Pengobatan Demam Berdarah

  • Bed rest.
  • Minum banyak air untuk cegah dehidrasi 
  • Konsumsi parasetamol dan acetaminophen untuk meredakan demam dan nyeri.
  • Berhenti melakukan aktivitas dan beristirahat total.

Pencegahan Demam Berdarah

  • Mensterilkan bagian dalam rumah dengan menyemprotkan cairan pembasmi nyamuk
  • Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  • Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah.
  • Memasang kawat antinyamuk di seluruh ventilasi rumah.
  • Memasang kelambu di ranjang tidur.
  • Memakai losion antinyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  • Mengenakan pakaian yang longgar yang bisa melindungi dari gigitan nyamuk.
  • Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan
  • Mengadakan fogging untuk mensterilkan lingkungan dari nyamuk dan jentik-jentiknya.

Kapan Harus ke Dokter

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.