07 February 2019

Ini 6 Obat-Obatan untuk Mengatasi Angin Duduk

Ini 6 Obat-Obatan untuk Mengatasi Angin Duduk

Halodoc, Jakarta - Sebagian orang beranggapan angin duduk serupa dengan masuk angin. Parahnya lagi, banyak pula yang menyepelekan kondisi kesehatan ini. Padahal, angin duduk sendiri jelas berbeda dengan masuk angin, bahkan terbilang masalah kesehatan yang cukup serius.

Angin duduk atau angina merupakan kondisi yang ditandai dengan nyeri pada dada, akibat otot-otot jantung kurang mendapat pasokan darah. Pasokan darah yang terganggu ini terjadi karena adanya penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah. Yang perlu diingat, angin duduk ini bisa menyerang seseorang secara tiba-tiba.

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Angin Duduk

Pengidap angina bisa mengalami nyeri dada (dada terasa berat) sampai menjalar ke bahu dan lengan kiri, leher, rahang, dan punggung. Selain itu, gejala angina juga bisa berupa sesak sesak napas, mual, gelisah pusing, terasa lelah, hingga mengeluarkan lebih banyak keringat.

Awasi Penyebab Angina

Pada dasarnya, jantung tentu membutuhkan asupan darah yang kaya oksigen secara cukup untuk bekerja dengan baik. Darah untuk organ ini akan dialirkan melalui dua pembuluh besar. Sebutannya, pembuluh koroner. Nah, angin duduk ini terjadi ketika pembuluh koroner itu mengalami penyempitan.

Sebenarnya tak cuma itu saja, serangan angin duduk ini juga bisa dipicu karena beberapa hal. Misalnya, kebiasaan merokok, stres, makan secara berlebihan, timbunan lemak, udara dingin, hingga pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah menuju jantung.

Baca juga:Angin Duduk Bisa Sebabkan Kematian Mendadak?

Obat-Obatan untuk Mengatasi Angina

Dalam beberapa kasus, angin duduk ini enggak bisa diatasi dengan penerapan gaya hidup sehat. Kalau kondisi seperti itu, biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengatasi, sekaligus mencegah terjadinya angina di kemudian hari.

  • Obat-Obatan Pencegah Pembekuan Darah. Obat ini bermanfaat untuk memisahkan kepingan-kepingan darah dan mencegah penggumpalan. Obat dari golongan ini, contohnya clopidogrel dan ticagrelor.

  • Obat-Obatan Nitrat. Obat ini cukup efektif untuk mengatasi gejala angina. Obat ini bisa melebarkan pembuluh darah. Namun, tidak boleh diberikan pada pengidap tekanan darah rendah (sistolik <100mg/dL). Di samping itu, obat ini juga digunakan sebagai metode pencegahan jangka panjang atau digunakan sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan angin duduk.

  • Obat Penghambat Beta. Obat ini bekerja dengan cara menangkal efek hormon adrenalin, sehingga tekanan darah berkurang dan ritme jantung menurun. Alhasil, beban jantung pun akan ikut menurun.

  • Obat Penghambat Saluran Kalsium. Obat ini bisa melancarkan aliran darah di dalam jantung, sekaligus meredakan atau mencegah gejala angin duduk. Obat ini juga mampu melemaskan sel-sel otot yang terdapat di dalam dinding pembuluh darah.

  • Ivabradine. Yang satu ini merupakan obat generasi baru dengan kinerja yang sama dengan obat penghambat beta. Obat ini bisa dijadikan alternatif bila pengidapnya tak bisa mengonsumsi obat penghambat beta, karena kondisi medis tertentu.

  • Nicorandil. Obat ini merupakan jenis aktivator saluran kalium. Biasanya digunakan oleh orang-orang yang enggak bisa mengonsumsi obat penghambat saluran kalium. Nicorandil berfungsi untuk memperlancar aliran darah pada jantung. Caranya dengan memperlebar arteri koroner.

Baca juga:Perjalanan Jauh Naik Motor Bisa Sebabkan Angin Duduk?

Memiliki keluhan angin duduk? Jangan tunda temui atau hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!