Ini Alasan Berat Badan Bisa Naik Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Alasan Berat Badan Bisa Naik Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Puasa kerap dijadikan momen untuk menurunkan berat badan. Namun, yang seharusnya berat badan menurun ini kenapa meningkat ya? Sebenarnya sangat umum ketika angka timbangan tidak bergerak selama beberapa hari (atau minggu) pada suatu waktu.

Ini tidak berarti bahwa kamu tidak kehilangan lemak. Berat badan cenderung naik turun beberapa kilogram. Itu tergantung pada makanan yang kamu makan, dan hormon juga dapat memiliki efek besar pada berapa banyak air yang ditahan tubuh (terutama pada wanita).

Kemungkinan yang lain adalah ketika kamu juga mendapatkan otot pada saat yang sama ketika kamu kehilangan lemak. Ini sangat umum jika kamu membarengi puasa dengan berolahraga. Sebaiknya gunakan sesuatu selain skala untuk mengukur berat badan, misalnya ukur lingkar pinggang dan persentase lemak tubuh sebulan sekali.

Baca juga: Berat Badan Naik Saat Puasa, Apa yang Salah?

Kecuali ketika pakaian tidak muat dan kamu memang tidak menemukan tanda-tanda kalau berat badan berkurang, bisa jadi ini penyebabnya:

  1. Tidak Makan Secara Sadar Saat Berbuka Puasa

Makan dengan sadar sangat penting saat sahur ataupun sedang berbuka puasa. Boleh saja kamu puasa seharian namun ketika berbuka tiba dan kamu “membalasnya” dengan makan banyak, bisa jadi apa yang kamu makan jadi berlebihan. Wajar saja jika berat badan meningkat padahal sedang puasa.

  1. Tidak Makan Protein yang Cukup

Makan protein pada 25–30 persen kalori dapat meningkatkan metabolisme hingga 80–100 kalori per hari dan membuat kamu secara otomatis makan beberapa ratus lebih sedikit kalori per hari. Ini juga dapat secara drastis mengurangi hasrat dan keinginan untuk makan berlebihan.

Ada baiknya untuk kamu menambahkan protein. Studi menunjukkan bahwa mereka yang sahur tinggi protein akan menurunkan rasa lapar dan hanya lebih sedikit makan saat berbuka. Asupan protein tinggi juga membantu mencegah perlambatan metabolisme, efek samping umum dari penurunan berat badan.

Baca juga: Alasan Blewah Cocok Jadi Menu Berbuka Puasa

  1. Terlalu Banyak Makan-Makanan Sehat

Pesta makan adalah efek samping umum dari berbuka sehabis puasa. Bisa jadi kamu menganggap itu adalah makanan sehat. Namun, makanan sehat sekalipun kalau dimakan terlalu banyak bisa menambah kalori juga. Kamu juga perlu memperhitungkan ini.

  1. Mengonsumsi Minuman Manis

Minuman manis adalah minuman yang paling menggemukkan dalam semua jenis makanan.  Bahkan, jus buah bermasalah dan tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah besar. Satu gelas dapat mengandung jumlah gula yang sama dengan beberapa potong buah utuh.

  1. Tidak Memiliki Tidur yang Cukup

Tidur yang nyenyak adalah salah satu faktor terpenting bagi kesehatan fisik dan mental serta berat badan. Studi menunjukkan bahwa kurang tidur adalah salah satu faktor risiko terbesar untuk obesitas.

Baca juga: Puasa Sambil Diet, Bisa Tetap Sehat dengan Menu Ini

Orang dewasa dan anak-anak dengan tidur yang buruk memiliki risiko 55 persen dan 89 persen lebih besar untuk menjadi gemuk. Apalagi di bulan puasa ini kamu harus bangun lebih cepat untuk mendapatkan sahur. Karenanya, tidur malam yang berkualitas sangat perlu untuk menjaga tidak adanya kenaikan berat badan yang signifikan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai alasan berat badan bisa naik saat puasa, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.