Ini Alasan Gangguan Panik Bisa Picu Alkoholik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Alasan Gangguan Panik Bisa Picu Alkoholik

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan kesehatan fisik yang prima, namun juga menjaga kesehatan mental. Menjaga kesehatan mental dapat menghindarkan kamu dari tingkat stres yang tinggi. Hati-hati salah satu kondisi yang bisa muncul akibat tingkat stres yang tinggi adalah gangguan panik.

Baca juga: Gangguan Panik Bisa Menyebabkan Stroke?

Gangguan panik adalah kondisi yang dikategorikan sebagai gangguan kecemasan dan membuat seseorang alami serangan panik secara tiba-tiba, dapat terjadi di mana saja dan kapan saja serta terjadi secara berulang-ulang.

Gangguan Panik Picu Alkoholik

Umumnya, seseorang yang merasakan kondisi panik atau cemas merupakan respon alami dari tubuh ketika menghadapi situasi yang mengancam jiwa. Tidak hanya dapat terjadi secara tiba-tiba, seseorang yang mengalami gangguan panik dapat merasakan kondisi panik meskipun tidak ada pemicu yang membahayakan atau mengancam. 

Gangguan panik lebih banyak dialami oleh wanita yang beranjak dewasa dibandingkan para pria. Selain itu, gangguan panik sering disebabkan oleh tingkat stres yang cukup tinggi dan tidak dapat diatasi dengan baik oleh pengidap gangguan panik.

Gangguan panik memiliki kaitan dengan kondisi otak seseorang. Terdapat bagian otak yang mengatur perasaan takut serta kecemasan yang dirasakan. Pengidap gangguan panik memiliki kesalahan dalam mengartikan gerakan atau sensasi tubuh yang sebenarnya tidak mengancam atau tidak membahayakan. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang alami gangguan panik, seperti:

  1. Tingkat stres yang cukup tinggi;

  2. Faktor genetik dan riwayat kesehatan keluarga;

  3. Kejadian traumatis yang pernah dialami;

  4. Mengonsumsi kafein dan nikotin.

Jika kamu memiliki kondisi gangguan panik, atasi kondisi stres yang dirasakan. Gangguan panik yang tidak diatasi dapat mengakibatkan komplikasi, seperti penggunaan NAPZA, depresi, anti sosial, gaya hidup yang tidak sehat, dan penggunaan alkohol yang cukup berat.

Baca juga: Gangguan Panik Bisa Terjadi Secara Genetik?

Pengidap gangguan kecemasan sebaiknya menghindari mengonsumsi alkohol. Ketika tubuh mengeluarkan alkohol dari tubuh, kadar glukosa dalam tubuh menjadi rendah. Kadar glukosa yang rendah dalam tubuh memicu perasaan gugup. Tidak hanya itu, mengonsumsi alkohol dapat mengganggu jalur komunikasi pada otak yang dapat memengaruhi otak dalam bekerja.

Mengetahui Gejala Gangguan Panik

Gejala gangguan panik bisa terlihat ketika seseorang beranjak dewasa. Seseorang dapat dikategorikan memiliki gangguan panik ketika sudah mengalami serangan panik lebih dari 3 kali. Ada beberapa gejala yang dialami oleh seseorang terkait dengan gangguan panik, seperti pusing, vertigo, mual, dan sesak napas ketika merasa ada kondisi yang menakutkan atau mengancam. 

Terkadang, pengidap gangguan panik juga mengalami nyeri pada bagian dada, menggigil, gemetar, mulut kering, dan jantung yang berdebar cukup keras. Jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda dari kondisi gangguan panik. Sebaiknya cegah gangguan panik dengan menghindari pengonsumsian makanan atau minuman yang manis berlebihan. Tidak hanya itu, hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol juga bisa mencegah seseorang alami gangguan panik.

Baca juga: Apa Beda Gangguan Panik dan Gangguan Kecemasan?

Jangan lupa cukupi kebutuhan waktu istirahat dan tidur serta berolahraga secara rutin agar tubuh kamu tetap sehat dan tingkat stres yang dialami bisa berkurang. Kamu bisa lakukan meditasi atau olahraga yoga untuk bantu ringankan kondisi stres yang kamu alami.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Alcohol and Anxiety
Healthline. Diakses pada 2019. Panic Disorder
Anxiety Canada. Diakses pada 2019. Panic Disorder